Istriku Pengawalku (Menikahi Bodyguardku 2)

Istriku Pengawalku (Menikahi Bodyguardku 2)
MEMINTA GANTI RUGI


__ADS_3

" Mau kabur kemana kau? Berani-beraninya kau merusak bumper mobilku dan mengempesi ban mobilku. Kau harus mempertanggung jawabkan perbuatanmu! " Arkana menarik tangan Seroja dengan cukup kuat agar gadis itu tidak melarikan diri.


Gadis itu berusaha melepaskan pegangan tangan Arkana yang melilit kuat di pergelangan tangannya.


" Lepaskan aku! Anggap saja kita impas. Kau juga kemarin hampir menabrakku hingga membuatku jatuh ke kubangan lumpur dan kue daganganku tidak bisa dijual karenanya. Rasanya sekarang kita sudah adil bukan? " Seroja mulai bernegosiasi sebab pria itu tak mau melepaskan dirinya.


" Menabrakmu? Kau jangan mengada-ada. Aku tidak pernah menabrak siapapun, yang terpenting saat ini kau harus ganti rugi atas biaya kerusakan mobilku ! " ancam Arkana kembali.


" Dasar pria gila! Kau jangan berpura-pura lupa. Kau bahkan berhenti saat melihatku terjatuh, aku sampai hafal plat mobilmu. Bukannya menolong malah melarikan diri. Dasar pria tak bertanggung jawab, kau pikir aku tidak akan bisa menemukanmu bukan? Heh,, aku tak sebodoh yang kau pikir ! " jawab Seroja ketus.


" Lepaskan aku ! " sarkasnya kembali sambil berusaha melepaskan tangan Arkana, namun pria itu tak bergeming.


" Lepaskan aku atau aku akan berteriak minta tolong karena kau mau memperkosaku ! " ancam Seroja.


Arkana tersenyum sinis,


" Teriak saja. Siapa juga yang akan percaya kalau aku mau memperkosa gadis kampungan sepertimu. Atau? Kau sengaja melakukan semua ini untuk menarik perhatianku bukan? " Arkana mendekatkan wajahnya kearah Seroja, hingga hanya tersisa jarak beberapa inci saja diantara keduanya.



" Dasar pria gila! Mana mungkin aku berbuat seperti itu? Hanya gadis bodoh yang mau dengan pria gila sepertimu. Aku pasti akan membuat perhitungan denganmu setelah ini. Cepat lepaskan aku! " gadis itu semakin kesal padanya.


" Baiklah,, aku akan melepaskanmu, tapi kau harus berjanji untuk mengganti biaya perbaikan mobilku. Bagaimana apa kau setuju? " Arkana memberikan penawaran.


Seroja tampak berpikir, sebenarnya ia tak terima jika harus mengganti rugi biaya perbaikan mobil. Dirinya juga telah dirugikan waktu itu, seharusnya kini keduanya impas. Namun, pria itu benar-benar tak mau melepaskannya, dengan terpaksa iapun harus menuruti pria yang menurutnya gila itu.


" Baiklah, aku akan mengganti biaya perbaikan mobilmu, tapi kau harus berjanji untuk melepaskanku setelahnya. Dasar orang kaya, maunya menang sendiri ! " gerutunya kesal.


Arkana tertawa senang, akhirnya gadis itu mau mengalah juga. Dengan terpaksa, Serojapun mengeluarkan selembar uang limapuluh ribuan dari dalam tasnya.


" Ini ! " ia menyerahkan uang tersebut pada Arkana.


Pria itu membelalak seketika saat gadis tersebut menyodorkan uang limapuluh ribu padanya.


" Segini? Mana cukup ini untuk membayar perbaikan mobilku. Tidak! Masih kurang ! " tolaknya mentah-mentah.


" Hei, kau ini bukannya bersyukur. Masih mending aku mau menggantinya. Ya sudah kalau kau tidak mau, aku lebih baik pergi darisini. " Seroja merebut uang 50rb itu dan berniat hendak pergi darisana.

__ADS_1


" Hei, gadis sinting! Kau mau kemana? Urusan kita belum beres. Enak saja kau mau pergi begitu saja. " Arkana menariknya kembali.


Seroja berusaha melawan, ia melancarkan beberapa serangan untuk menghindar dari pria tersebut.


Hiyaatt...


Buughhh... Buughhh..


Beberapa pukulan ia layangkan kearah Arkana. Namun , dengan mudah Arkana mampu menangkapnya kembali dan mengunci pergerakan kedua tangan Seroja.


" Bagaimana? Masih mau bermain- main denganku? Kalau kau tak mau membayar uang ganti rugi, maka aku akan membawamu ke kantor polisi. " ancam Arkana tersenyum penuh kemenangan.


" Ja,, jangan. Baiklah. Berapa uang ganti rugi yang harus aku bayar? " jawabnya pasrah.


" Aku mau kau membayar 15 juta sebagai ganti rugi kerusakan bumperku. " ucap Arkana enteng.


Seroja membelalak seketika saat mendengar jumlah itu disebut, " Apa kau sudah gila? Mobilmu hanya penyok sedikit dan kau memintaku untuk mengganti 15juta? Kau benar-benar sengaja ingin memerasku bukan? " jawabnya tak terima.


" Terserah? Makanya berpikirlah terlebih dahulu sebelum bertindak. Kau tahu mobilku ini adalah jenis mobil yang sangat mahal, sedikit kerusakan saja akan membutuhkan biaya yang tidak sedikit untuk memperbaikinya. Uang itu belum tentu cukup untuk mengganti kerusakan mobil ini. " jelas Arkana panjang lebar.


" Matilah kau kali ini Seroja. Kenapa kau jadi ceroboh begini? " gerutunya dalam hati.


" Ada dosen ! " teriakan Seroja membuat perhatian Arkana ikut teralihkan.


*Duughhh...


Aarrgghhhh*...


Arkana berteriak kesakitan saat gadis itu menendang organ vitalnya. Dengan segera Seroja pergi dari tempat tersebut sebelum Arkana mengejarnya.


" Rasakan pembalasanku, pria gila. Huuekkk " teriaknya meledek sambil meninggalkan pria tersebut.


" Gadis sinting kurang ajar ! Tunggu saja pembalasanku. Aarghhh. " umpat Arkana kesal. Dengan terpaksa ia membiarkan gadis itu pergi begitu saja.


**


Seroja berlari secepat mungkin menjauh dari Arkana. Setelah dirinya merasa cukup aman, ia memutuskan beristirahat sejenak untuk mengatur nafasnya yang terengah-engah.

__ADS_1


" Huh...Untung saja aku bisa kabur darinya. Dasar pria gila ! " gerutunya seorang diri.


" Seroja ! " panggil seseorang yang sepertinya tidak asing baginya. Gadis itu segera menoleh untuk memastikan siapa yang memanggilnya barusan.


Terlihat seorang gadis berkacamata yang melambaikan tangan kearahnya. Seutas senyum terlukis di wajah cantiknya saat mengetahui bahwa sahabat lamanya yang memanggil.


" Aulia? " iapun membalas lambaian tangan gadis tersebut.


Keduanya saling berpelukan untuk mengobati rasa rindu setelah beberapa bulan tidak bertemu.


" Kau kemana saja? Kenapa kau tiba-tiba berhenti kuliah. Dasar ! Teman macam apa kau ini, pergi tanpa pamit." gerutu Aulia kesal.


" Maafkan aku. Ibuku sakit dan akupun harus membiayai sekolah adikku. Jadi aku putuskan untuk berhenti kuliah saja." Seroja menjelaskan keadaannya waktu itu.


" Kenapa kau tak bercerita padaku? Siapa tahu aku bisa membantumu. Padahal prestasi akademismu dikampus sangat bagus, sayang sekali kalau kau harus berhenti kuliah. Oh ya? Apa kau kesini untuk masuk kuliah kembali? " tanya Aulia bersemangat.


" Ti,, tidak. Aku hanya kebetulan ingin mampir kesini. Aku sangat merindukan suasana kampus ini. " jawab Seroja gugup, manamungkin ia bercerita bahwa ia kesana hanya karena ingin membalas orang yang telah menabraknya.


" Seroja, Ayolah. Kembalilah berkuliah disini. Kalau masalah biaya, nanti akan kucoba siapa tahu orang tuaku bisa membantu. Kau tahu? Aku kesepian sejak tidak ada kau disini. Anak-anak disini sangat menyebalkan menurutku. Tidak ada yang selalu membelaku seperti saat kau masih disini." pinta Aulia mencurahkan isi hatinya.


" Maafkan aku Aulia, terima kasih banyak. Tapi, aku tidak ingin membebani siapapun. Aku akan sering main kesini supaya kau tidak kesepian. Bagaimana? " Seroja menawarkan diri.


" Benarkah? Kau harus berjanji padaku. Kapan-kapan akupun akan mengajakmu kerumah supaya kita bisa mengobrol lebih banyak. " pinta Aulia kembali.


" Baiklah, aku berjanji. Sekarang aku harus pergi menarik angkot. Kau jagalah dirimu baik-baik. " Seroja hendak beranjak.


" Tunggu? Kau menarik angkot? " tanya Aulia seolah tak percaya.


" Heem, hanya tiga hari ini menggantikan temanku. Biasanya aku berjualan kue dan gorengan, kapan-kapan kau harus mencobanya." jawab Seroja jujur.


" Tentu. Ya sudah, akupun ada kuliah pagi. Kaupun harus berhati-hati." ucap Aulia menasehati.


Keduanya kembali berpelukan sebelum akhirnya berpisah, Aulia begitu iba melihat sahabatnya harus membanting tulang untuk keluarganya.


" Aku harus membantu Seroja. " tekadnya dalam hati.


Bersambung....

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini ya. Kasih like koment rate lima dan vote seikhlasnya buat karya keduaku ini. Dukungan kalian semangat author untuk terus berkarya. Makasih sebelumnya..


__ADS_2