
Hari minggu tiba, sejak subuh Arkana dan Seroja sibuk mengepak pakaian dan perlengkapan camping mereka. Arkana telah meminta izin pada Papanya untuk camping bersama istrinya selama tiga hari.
" Apa tidak salah? Banyak sekali yang kau bawa dan semua kebanyakan cemilan. Kau mau camping atau mau berdagang disana?" gerutu Arkana lantaran sang istri justru memenuhi tas mereka dengan makanan dan cemilan.
" Dagang juga tidak apa-apa, jadi sekali dayung dua anak paus terlampaui. " wanita itu terkekeh membalas sindiran suaminya.
" Kau tahu, aku gampang sekali lapar. Disana juga pasti susah mencari makanan. Apalagi ada Aulia dan Arzel, akupun bisa membagi cemilan ini untuk mereka." jelasnya pada sang suami.
Keduanya turun dari kamarnya, terlihat Arzel dan Aulia sedang menunggu mereka diruang tamu.
" Seroja, kau mau pindah rumah atau mau berkemah? Banyak sekali bawaanmu." Aulia menurunkan kacamatanya untuk memastikan apa yang ia lihat.
" Kau tenang saja, ini stok makanan kita untuk tiga hari kedepan." jawabnya bangga, iapun mengajak ketiganya untuk segera berangkat.
" Kakakmu sepertinya menikahi karung beras. Aku heran hobinya makan tapi badannya tidak besar-besar juga. Sepertinya banyak cacing di perutnya. " bisik Arzel pada Aulia. Seketika gadis itu terkekeh karenanya.
Arkana melirik kedua orang yang berjalan dibelakang.
" Sejak kapan Aulia dan Arzel jadi akrab seperti itu? " batinnya curiga.
...----------------...
Keempatnya telah tiba di kampus untuk bergabung dengan yang lainnya. Rencananya mereka akan pergi ke gunung dengan mengendarai bus yang telah disediakan oleh pihak kampus.
Kebetulan Arkana diundang sebagai panitia penyelenggara acara bersama alumnus lainnya termasuk Rehan sahabatnya. Mereka saling bertegur sapa lantaran sudah lama tidak bertemu akibat kesibukan masing-masing.
Rehan memperhatikan sahabatnya yang tampak begitu posesive terhadap istrinya. Bukan Rehan saja tentunya, hampir seluruh anak-anak dikampus menjadikan mereka sebagai pusat perhatian. Bagaimana tidak? Arkana selalu menggandeng dan melingkarkan tangannya di pinggang sang istri.
Serojapun hampir-hampir tak mampu mengangkat kepalanya karena malu.
" Tolong jauhkan tanganmu dariku. Apa kau tak malu semua orang memperhatikan kita. " gerutunya sambil berbisik ditelinga suaminya.
" Biarkan saja. Bukankah kita sudah sah sebagai pasangan suami istri, jadi tidak ada hukum yang melarang kita untuk bermesraan didepan umum. " pria itu kini justru mengecup puncak kepala istrinya karena gemas.
Netra Seroja membola seketika saat menyadari sang suami telah menciumnya di depan umum. Para mahasiswa terutama kalangan mahasiswi sungguh iri padanya, mereka menganggap wanita itu sungguh beruntung lantaran sebagai gadis biasa, dirinya mampu memiliki suami yang sangat tampan, kaya, perhatian dan begitu sayang padanya.
__ADS_1
" Pria ini memang sudah tidak memiliki urat malu sepertinya. Ya Alloh maafkan aku mengumpati suamiku sendiri. " gerutunya dalam hati.
" Hei Bro,, apa kabar? Kalian sepertinya tambah mesra. Kapan kalian akan membuatkan keponakan untukku?" sapa Rehan seraya berkelakar.
" Hai, kabarku sangat baik. Bagaimana denganmu? Tentu saja, menikah itu sangatlah menyenangkan. Jadi, kuharap kau segera menyusulku. Tunggu kabar baik dari kami, aku dan istriku sedang berusaha keras untuk memprosesnya. " jawabnya sambil memeluk possesive pinggang Seroja yang saat ini menyengir karena malu.
Rehan mengembangkan senyumnya,
" Kabarku baik. Doakan saja aku segera bertemu dengan jodohku. Akupun jadi ingin cepat-cepat menikah jika melihat kemesraan kalian seperti ini." kelakar pria itu pada sahabatnya.
Seluruh mahasiswa telah bersiap untuk naik ke dalam bus masing-masing. Perjalanan dimulai, butuh waktu hampir 3 jam untuk sampai ke tempat tujuan.
Arkana yang kebetulan duduk di bangku depan bersama istrinya, dirinya menengok dan mencari keberadaan adiknya, Aulia. Ia terkejut saat melihat gadis itu tertidur di pundak Arzel. Sedangkan pemuda itu juga tertidur di atas puncak kepala Aulia.
Iapun segera berdiri dan berniat menghampiri keduanya. Sebagai seorang kakak, dirinya merasa bertanggung jawab atas adiknya juga.
" Kau mau kemana? " Seroja yang baru saja tertidur langsung terbangun saat merasakan pergerakan sang suami.
" Kau tunggu saja disini sebentar. " pamitnya pada sang istri.
Gadis itu terkejut, ia gelagapan saat menyadari dirinya saling bersandar dengan Arzel. Arzelpun terkejut melihat keberadaan Arkana disana. Kedua netra mereka saling bertatap sekilas.
" Berdirilah, kau pindah tempat duduk saja dengan Seroja. Tempat ini kurang nyaman untukmu." perintahnya pada sang adik seraya menyindir pemuda di sampingnya.
Gadis itu beranjak dari bangkunya, ia sama sekali tak paham dengan maksud Arkana. Dirinyapun berjalan dan duduk di samping Seroja.
Kedua pria itu menatap sinis, Arzel kesal lantaran Arkana telah merusak momen kedekatannya dengan Aulia.
" Dasar pengganggu." gerutunya dalam hati. Iapun kembali melanjutkan tidurnya, namun kali ini berlawanan dengan pria disampingnya.
" Kemana Arkana, kenapa kau berpindah kesini? " tanya Seroja mencari keberadaan suaminya.
" Kakak memintaku duduk bersamamu. Dia ada di belakang bersama Arzel." jawab Aulia sambil menjatuhkan tubuhnya di bangku samping Seroja. Seroja mencebikkan bibirnya, sepertinya sang suami sudah mulai protektif terhadap adiknya.
...----------------...
__ADS_1
Setelah menempuh tiga jam perjalanan, akhirnya rombongan bus tersebut tiba ditempat tujuan. Seluruh mahasiswa mulai berbondong-bondong turun karena tak sabar ingin merasakan sejuknya hawa pegunungan.
Begitupun Seroja dan Aulia, keduanya nampak senang melihat pemandangan pegunungan yang terlihat asri. Mereka segera menghampiri Arkana dan Arzel yang terlihat masih tertidur di bangkunya.
" Hei,, bangun ! " teriak Seroja dengan sengaja untuk mengagetkan keduanya.
Arzel dan Arkana langsung gelagapan. Keduanya terkejut saat menyadari mereka tidur saling bersandar layaknya pasangan kekasih.
" Kalian berdua mesra sekali. " ejek Seroja pada mereka.
Keduanya sama-sama bergidik ngeri seolah jijik berdekatan dengan sesama jenis. Aulia dan Seroja terkekeh melihat perilaku keduanya. Arkana segera berdiri dan menggandeng istrinya.
" Masak jeruk makan jeruk? " batinnya jijik mengingat kedekatannya dengan Arzel barusan.
...----------------...
Dikantor Arkana, seorang wanita berpenampilan seksi berjalan menuju ruangannya. Siapa lagi kalau bukan Aluna? Gadis itu seolah pantang menyerah untuk mendapatkan simpati seorang Arkana.
Para karyawanpun banyak yang curiga lantaran gadis itu sering sekali datang kesana. Banyak yang berpikir wanita itu adalah selingkuhan Arkana sebab dirinya memang sangat cantik dan menggoda, jauh berbeda dengan istri atasannya.
" Nona, anda mau kemana? " tanya sekertaris Arkana saat melihat kedatangannya.
" Aku ingin bertemu dengan Tuan Arkana." jawabnya sedikit angkuh sambil membuka kaca mata yang bertengger di kepalanya.
" Tuan sedang tidak ada di tempat. Beliau izin selama tiga hari untuk menghadiri undangan di kampus bekasnya kuliah dulu."
Aluna sedikit terkejut, dengan segera ia menghubungi Rehan untuk mengetahui keberadaannya. Ia yakin sahabatnya yang satu itu juga pasti mengikuti acara yang sama.
Gadis itu menyeringai senang setelah mengetahui kegiatan yang sedang diikuti sahabatnya.
" Mungkin ini kesempatan yang bagus untuk melenyapkan nyawa wanita itu. " iapun menghubungi seseorang untuk meminta bantuan.
Bersambung..
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini. Kasih like, koment, rate lima n vote seikhlasnya buat karya keduaku. Dukungan kalian semangat author untuk terus berkarya. Makasih sebelumnya..
__ADS_1