Istriku Pengawalku (Menikahi Bodyguardku 2)

Istriku Pengawalku (Menikahi Bodyguardku 2)
BEKERJA DI KANTOR ARKANA


__ADS_3

Arkana kembali keluar menemui gadis yang baru saja ia temui dijalanan. Ia membawa celana panjang untuk gadis tersebut, namun ternyata gadis itu kini telah membungkus tubuhnya dengan selimut.


" Sudah aman, Tuan. Tidak perlu tegang seperti itu." goda Seroja yang tengah menyamar saat ini.


Netra Arkana membola seketika mendengar ucapan gadis itu, mana mungkin dirinya tergoda oleh wanita tersebut.


" Hei,, jangan asal bicara. Aku tidak mungkin tergoda pada gadis sepertimu. Apalagi kau sedang hamil entah anak siapa itu. Jaga sikapmu atau aku aku mengusirmu dari sini!" Arkana mencoba memperingatkan.


Seroja mencebikkan bibirnya seraya melirik tajam ke arah sang suami.


" Enak saja kau bilang anak siapa? Berapa kali kau mencetak gol untuk bisa menghasilkan bibit berkualitas, heum? Kau pasti akan menyesal pernah berkata seperti itu padaku." gerutu Seroja dalam hati.


Arkana duduk dihadapan gadis itu, ia memperhatikan gadis yang tengah menatap penuh arti kepadanya.


" Kenapa kau melihatku seperti itu?Apa kau merasa tak terima dengan perkataanku barusan!" ucap pria tersebut dengan raut wajah kurang bersahabat.


Pikiran Seroja langsung kembali ke tempatnya saat mendengar gertakan sang suami.


" Ti,, tidak. Hanya saja menurutku kau terlihat sangat tampan. " jawabnya sembari cengar-cengir.


Arkana hanya mampu geleng-geleng kepala menanggapi gadis yang sepertinya kurang waras menurutnya. Ia kembali bersikap serius di depan gadis tersebut.


" Siapa namamu dan dari mana asalmu? Kenapa kau nekad bunuh diri seperti tadi? Apa hanya karena kau hamil diluar nikah? " ia mulai mencecar gadis tersebut.


Seroja kembali memasang wajah memelas sebelum menjawab pertanyaan dari Arkana.


" Namaku Andara dan aku berasal dari kampung yang cukup jauh dari sini. Aku nekad bunuh diri karena menurutku mungkin itu merupakan jalan yang terbaik. Aku hamil diluar nikah dan kekasihku meninggalkanku begitu saja. Saat ibu kosku menyadari aku hamil beliau mengusirku dari kontrakan. Akupun kehilangan pekerjaan karena semua ini. Untik pulang ke kampung halaman rasanya tidak mungkin, ibuku miskin dan sakit-sakitan, sedangkan adikku masih bersekolah. Aku adalah tulang punggung bagi keluargaku."


Seroja menjelaskan panjang lebar mengenai asal usulnya. Tak terasa airmatanya berbulir, apa yang diceritakannya hampir mirip dengan masa lalunya sendiri.


Arkana mematung mendengar penjelasan gadis tersebut, dirinya cukup iba mendengar cerita Andara barusan. Apalagi dengan keadaan gadis tersebut yang sedang hamil, ada rasa kasihan mengingat bahwa sang istri juga meninggalkannya saat sedang mengandung buah hati mereka.


" Mungkin dengan membantunya, rasa bersalah ku pada Seroja bisa sedikit berkurang. " batinnya dalam hati. Namun, dirinya pun sedikit heran, rasanya ia seperti telah mengenal gadis itu sebelumnya.


Pria itu kembali fokus pada gadis yang tengah menangis dihadapannya,


" Baiklah. Untuk sementara kau bisa tinggal disini dan jika kau mau, datanglah ke kantorku besok, kebetulan aku sedang membutuhkan seorang sekertaris."


Netra Seroja berbinar seketika mendengar tawaran yang diberikan oleh Arkana. Memang itu niat dan tujuannya yang sesungguhnya. Mendekati dan memata-matai sang suami.

__ADS_1


Bukan tak percaya, tapi dirinya ingin tahu lebih dalam bagaimana kelakuan Arkana semenjak kepergiannya. Apa pria itu benar-benar sangat kehilangan ataukah kini dirinya telah bersenang-senang dengan wanita lain.


" Terima kasih. Bolehkah aku memelukmu, aku membutuhkan tempat bersandar saat ini." jawabnya dengan tersedu-sedu.


Arkana beranjak untuk menghindar dari Andara.


" Jangan berharap lebih dariku. Niatku hanya ingin membantu tanpa meminta apapun darimu. Aku pria yang sudah berkeluarga dan sekarang aku harus pergi dari sini. " jawabnya datar.


Seroja berpura-pura seolah tak enak hati, namun dirinya senang Arkana begitu peduli akan perasaan istrinya.


" Baiklah. Maafkan sikapku barusan."


Arkana segera berlalu meninggalkan apartemennya. Gadis itu besorak gembira saat pria itu sudah tak nampak dari penglihatannya.


" Nyonya Almira, sepertinya suamiku tak seburuk dugaan anda. " gumamnya senang sambil meloncat-loncat seorang diri.


...----------------...


Keesokan harinya, Arkana telah berada dikantor. Semalam setelah pulang dari apartemen, ia kembali ke kantor dan menginap disana. Dirinya menghubungi salah satu anak buah kepercayaan sang ayah untuk menyelidiki plat nomor pria misterius yang telah menjebak istrinya waktu itu. Kebetulan, ia sempat memhafal plat mobil pria tersebut.


Tok....Tok....Tok...


Seorang bodyguard masuk dan memberi hormat pada atasannya.


" Bagaimana? Apa kau berhasil menemukan siapa pria yang itu sebenarnya? " tanyanya penuh selidik.


" Iya, Tuan. Saya telah berhasil melacak pemilik plat mobil tersebut. Pria itu bernama Glenn Airlangga Aryatama yang merupakan pemilik Aryatama Group. Setelah kami selidiki ternyata pemimpin perusahaan itu pernah menjadi rival Tuan Alvin di masa lalu. Saya tidak tahu jika dendam pribadi itu kemungkinan masih ada sampai sekarang. " jelas sang bodyguard.


Arkana begitu terkejut mendengar penuturan sang bodyguard. Tapi, dirinyapun merasa bingung kenapa pria itu memilih balas dendam lewat istrinya?


" Selidiki lebih lanjut masalah ini. Aku tidak akan membiarkan pria itu lepas begitu saja setelah menghancurkan keluargaku. Sekarang kau boleh pergi dari sini." perintah Arkana.


Sang bodyguard segera pergi meninggalkan ruangan Arkana. Pikirannya semakin kacau dengan masalah yang semakin hari terasa semakin pelik.


" Aku pasti akan membuatmu menyesal seumir hidupmu !" tekadnya memendam kekesalan.


...----------------...


Seroja berlari-lari kecil saat tiba di lobby perusahaan Arkana. Dihari pertamanya bekerja, ia datang terlambat ke kantor Arkana. Apa boleh buat, Nyonya Almira tadi pagi baru saja mendatangi apartemennya. Beliau ingin memastikan keadaan gadis tersebut sekaligus ingin tahu kemajuan dari penyamaran Seroja.

__ADS_1


Setelah memasuki area perkantoran, iapun mulai menjaga sikapnya. Dirinya berjalan dengan begitu anggun saat melewati para karyawan. Tatapan mereka sungguh berbeda dengan saat dirinya datang ke kantor suaminya dulu.


Seluruh karyawan menatap penuh tanya tentang siapa gerangan gadis itu. Pasalnya, mereka belum pernah melihat dia sebelumnya. Namun, penampilan Seroja memang berbeda kali ini, dia terlihat begitu cantik dan seksi serta terkesan berpendidikan dengan kaca mata bulat yang bertengger di kedua matanya.


Iapun hendak menaiki lift karyawan menuju ruangan pemimpin perusahaan. Saat didalam lift tanpa sengaja ia berbarengan dengan salah satu cleaning servis disana.


" Nona? Anda pegawai baru disini? Kenapa saya sepertinya baru pertama melihat anda? " tanyanya sopan.


" Iya. Aku memang pegawai baru disini, tapi baru pertama kali masuk aku sudah telat setengah jam. Kebetulan aku sekertaris baru Tuan Arkana." kelakarnya dengan santai pada wanita yang hampir seumuran dengannya.


Cleaning servis itu terkesiap mendengar jawaban Seroja. Ia heran, bagaimana wanita itu bisa terlihat santai padahal dirinya telah terlambat masuk. Apalagi, sikap atasan mereka sekarang sangatlah dingin dan terlalu tegas terhadap karyawan.


" Nona, sebaiknya anda perlu berhati-hati. Anda belum mengenal siapa atasan kita. Sudah beberapa kali ia memecat sekertarisnya hanya karena kesalahan sepele. Mereka rata-rata hanya bertahan paling lama satu minggu saja. Entahlah, sejak istrinya meninggal Tuan Arkana jadi dingin dan kejam pada pegawainya. Mungkin dia belum siap menerima kenyataan, lalu melampiaskan pada bawahannya." bisiknya pada Seroja.


Seroja cukup terkejut mendengarnya, ia tak menyangka isu kematiannya menjadi pukulan berat bagi pria tersebut.


" Kau jangan khawatir. Semua pasti akan kembali seperti semula. " wanita itu tersenyum ramah dan meninggalkan cleaning servis tersebut saat pintu lift terbuka.


...----------------...


Tap...Tap...Tap...


Suara higheels yang membentur lantai berhasil mengalihkan perhatian Arkana. Pria itu tersenyum tipis, ia sudah bisa menebak siapa yang datang kali ini. Namun, ia berpura-pura tidak peduli dengan kedatangannya.


" Tuan, maaf saya terlambat. Semalaman saya tidak bisa tidur, jadi saya bangun kesiangan. Sekali lagi saya mohon maaf." ucapnya sopan sembari memberi hormat pada sang atasan.


Arkana menatap tajam pada gadis tersebut, hal seperti itu harusnya bukanlah sebuah alasan yang patut dibenarkan. Kalau bukan Andara yang ada diposisi seperti sekarang ini. Mungkin dirinya akan langsung memecat sekertaris barunya saat ini juga.


" Baiklah. Kali ini kau kumaafkan, tapi kuharap kejadian ini tidak akan terulang kembali. Jika kau melanggar? Kupastikan kau angkat kaki darisini. Sekarang cepat kembalilah ke ruanganmu." ancamnya tanpa memandang lawan bicaranya.


" Baik, Tuan. Kalau begitu saya permisi. " Seroja beranjak meninggalkan ruangan tersebut. Ternyata benar adanya, sikap suaminya sungguh berbeda dengan sikapnya dahulu.


Arkana menatap kepergian gadis tersebut, sebuah senyuman kembali tersimpul di wajahnya. Dirinya heran kenapa ia merasa tertarik dengan seorang Andara. Pria itupun berusaha menyadarkan pikirannya saat ini.


" Tidak, Tidak. Mungkin ini hanyalah rasa simpati karena dia juga sedang hamil seperti Seroja." elaknya dalam hati.


Bersambung,,


Maaf buat para pembaca setia. Author libur up dua hari ini dikarenakan sedang sibuk pindah rumah. Do'akan ya biar ditempat baru ini lebih dimudahkan segalanya. Makasih dukungannya....

__ADS_1


__ADS_2