
Arkana telah menyelesaikan segala pekerjaan kantornya. Dirinya begitu bersemangat untuk segera pulang sore ini. Seseorang sedang menanti kedatangannya dirumah. Yah, sekarang dirinya benar-benar memiliki istri yang begitu ia rindukan.
Pria itu bergegas menuju parkiran mobilnya, rasanya ia sudah tidak sabar untuk bertemu dengan Seroja. Namun, tiba-tiba langkahnya terhenti saat melihat sosok Aluna telah berdiri di samping mobilnya saat ini.
Arkana perlahan mendekati gadis itu. Mau tidak mau dirinya harus menjelaskan dan meminta maaf pada Aluna lantaran telah memilih wanita lain sebagai pendampingnya.
" Aku butuh penjelasan darimu. " gadis itu menatap seolah menuntut penjelasan. Ia hendak memeluk pria itu, tapi Arkana segera menahan langkahnya.
" Baiklah, tapi tidak disini. Aku takut orang lain salah paham dengan kita. " ucap pria itu dingin. Ia berusaha menjaga sikapnya sebab kini ada hati yang harus ia jaga.
Arkana masuk ke dalam mobil diikuti oleh Aluna. Gadis itu berniat duduk dibangku samping kemudi, namun Arkana segera memintanya berpindah ke bangku belakang dengan alasan yang sama. Aluna begitu geram, Arkana kini memperlakukan dirinya seolah orang asing baginya.
Keduanya tiba di sebuah cafe tak jauh dari kantor. Pria itu enggan memesan makanan, ia hanya memesan segelas minuman agar tidak terlalu lama berdua dengan wanita yang berstatus mantan kekasihnya.
" Kenapa sikapmu berubah sekarang? Apa ini gara-gara wanita kemarin? "
Aluna sudah tidak tahan lagi, Arkana terlalu dingin terhadapnya. Netranya berkaca-kaca menahan tangis. Hatinya terasa sakit diacuhkan oleh lelaki yang tadinya begitu tergila-gila padanya.
" Maafkan aku. Dia adalah istriku yang selama ini kuceritakan padamu. Aku sungguh menyesal karena diriku benar-benar jatuh cinta padanya."
" Lalu bagaimana denganku? Kita telah menjalin hubungan lama, tapi kau mencampakkanku begitu saja. Kau sungguh tidak adil padaku." tangisnya mulai tak terbendung lagi.
Arkana merasa tak enak hati, tapi mau bagaimana lagi? Semua telah terjadi, takdir memang tak berpihak pada keduanya.
" Mungkin kita memang tidak berjodoh. Selama ini akupun berusaha menjaga hati untukmu. Tapi, Seroja wanita yang berbeda. Semakin aku berusaha menghindar, justru aku semakin terjerat dalam ikatan cintanya. Sekali lagi maafkan aku, ku harap kaupun mendapat jodoh yang terbaik untukmu. " sesal Arkana. Pria itu segera membayar tagihan dan berniat beranjak dari tempat itu.
Aluna masih belum bisa menerima penjelasan dari Arkana. Gadis itu berlari menyusul dan memeluk Arkana dari belakang.
" Kumohon kembalilah padaku. Aku berjanji tidak akan pernah pergi lagi darimu. Kita ulangi semua yang pernah terjadi diantara kita. Aku masih sangat mencintaimu." mohonnya pada Arkana dengan berlinang airmata hingga membasahi jas bagian belakang pria tersebut.
Arkana membuang nafas kasar, perlahan ia melepas kedua lengan Aluna yang melilit dipinggangnya. Sebenarnya ia merasa iba, tapi dirinya tak ingin memberikan harapan palsu pada gadis itu.
" Maafkan aku, aku tidak bisa. Hatiku kini telah dimiliki oleh wanita lain. Ku harap kau bisa menerima kenyataan. " Dengan segera ia meninggalkan tempat itu tanpa berpaling pada Aluna.
Aluna menatap kesal pada pria yang telah mengacuhkannya. Ia tak menyangka Arkana benar-benar tak memiliki perasaan lagi terhadapnya.
__ADS_1
" Bagaimanapun caranya aku harus bisa mendapatkannya kembali. Tak kubiarkan siapapun merebut apa yang telah menjadi milikku."
...----------------...
Seroja nampak gelisah menunggu kepulangan sang suami. Padahal tadi sore pria itu baru saja menghubunginya dan mengatakan akan segera pulang. Namun, hingga petang menjelang Arkana tak juga menampakkan batang hidungnya.
" Kemana dia? kenapa jam segini belum juga pulang. " gerutunya seorang diri. Dirinya sungguh jenuh berdiam diri diapartemen seharian.
Ting...Tong..
" Itu pasti dia. " Seroja langsung melompat dari sofa tempatnya duduk. Ia yakin kali ini pasti suaminya yang datang.
" Kau sudah pulang. " sapanya penuh semangat, seketika ia memeluk suami yang sedari tadi ia nantikan.
Arkana tersenyum melihat tingkah manja sang istri. Itulah salah satu hal yang paling ia rindukan dari seorang Seroja.
" Sepertinya kau sangat rindu padaku sampai-sampai aku sulit bernafas seperti ini." ledeknya pada sang istri yang memeluknya dengan begitu erat.
Seroja segera melepas pelukannya, gadis itu mengerucutkan bibirnya.
" Baiklah, besok atau lusa kita pulang kesana. Tapi, sepertinya aku lebih nyaman berada disini. Disini aku bisa bermain sesukaku denganmu." ia mencuri ciuman di salah satu pipi istrinya.
" Kau ini. " ucap Seroja dengan pipi merah merona. Gadis itu memukul pelan lengan suaminya lantaran malu.
Keduanya berjalan menuju kamarnya, Arkana melepas jas yang ia kenakan dan menyerahkan pada sang istri.
Seroja menemukan sesuatu yang ganjil pada jas tersebut, terdapat noda merah mirip lipstik dibagian belakang jas Arkana. Dirinya merasa curiga, diciumnya jas tersebut untuk memastikan.Ternyata dugaannya benar, tercium bau parfum wanita yang menempel disana.
Rasa kesal, marah dan kecewa bersatu padu memenuhi pikirannya. Rasanya baru kemarin pria itu menyatakan cinta kepadanya, tapi sekarang pria itu ketahuan bermesraan dengan wanita lain.
Gadis itu melirik tajam kepada suaminya yang tengah berganti pakaian di depannya. Hampir saja dirinya mengumpat karena kesal, tapi pria itu telah memotong ucapannya terlebih dahulu.
" Tadi Aluna memelukku dari belakang tanpa kusadari.Tapi, aku segera melepaskan pelukannya. Dia datang ke kantor dan meminta penjelasan dariku tentang hubungan kita." jawab Arkana santai.
Bagai bara api yang tersiram air hujan, amarah gadis itu menyurut seketika mendengar penuturan suaminya. Namun, ia tak bisa menerima penjelasan Arkana begitu saja.
__ADS_1
" Lalu, kau bilang apa saja padanya? Rasanya sungguh aneh, mana mungkin seorang pria menolak dipeluk gadis cantik dan seksi sepertinya. Apalagi yang dipeluk pernah ada hati padanya. " sindirnya ketus.
Arkana menghela nafas panjang, dirinya telah berusaha jujur pada istrinya. Pria itu mendudukkan tubuhnya kasar ditepi ranjangnya.
" Terserah jika kau tak percaya. Aku sudah berkata jujur padamu. Aku mengatakan padanya bahwa aku hanya mencintai wanita yang menjadi istriku saat ini. " jawabnya malas. Ia merasa kecewa lantaran Seroja tak mempercayai ucapannya.
Seroja melihat perubahan raut wajah sang suami, agaknya pria itu memang berkata jujur. Dengan segera ia mendekati pria itu untuk merayunya. Arkana berlagak acuh sambil memalingkan pandangannya.
" Apa kau marah padaku?" tangannya bergelayut manja pada sang suami.
" Untuk apa marah, itu terserah padamu percaya atau tidak. Aku hanya mengatakan yang sebenarnya." jawabnya ketus.
" Baiklah, aku percaya padamu."
Arkana masih saja kesal, seolah kata-kata itu hanyalah keluar begitu saja dari bibir, bukan dari hati. Ia kembali mengacuhkan istrinya.
Seroja sadar, tampaknya sang suami masih kesal padanya. Iapun semakin merapatkan tubuhnya pada Arkana sambil bergelayut manja dipundaknya. Ia merasa aneh dengan tingkah istrinya.
" Kau tahu, tadi siang Mama Bianca datang kemari. "
Ucapan Seroja barusan berhasil memancing perhatian suaminya.
" Kemari? Untuk apa?" Pria itu penasaran lantaran tidak biasanya Mamanya berkunjung kesana.
" Dia meminta kita untuk membuatkan cucu yang banyak untuknya. " bisik Seroja
ditelinga suaminya.
Pria itu terkekeh seketika, " Maksudmu?"
Tanpa menunggu jawaban sang istri, iapun sudah tahu apa yang harus dilakukannya saat ini.
Bersambung....
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini. Kasih like, koment, rate lima n vote seikhlasnya buat karya keduaku. Dukungan kalian semangat author untuk terus berkarya. Makasih sebelumnya🤗