
Warning!!!
Mengandung sedikit adegan dewasa. Yang masih dibawah umur di skipp aja ya. Harap bijak memilih bacaan.
Happy reading...
Kedua insan yang sedang dimabuk cinta itu kini telah tiba di apartemen milik Arkana.
Ceklek...
Pintu yang baru saja terbuka segera dikunci oleh pemiliknya. Arkana seketika menarik tubuh sang istri dan kembali melu**t bibir Seroja. Kali ini pria itu semakin liar, hasrat yang ia tahan selama ini seolah memuncak setelah ia berhasil mengungkapkan perasaannya.
Seroja mendorong pelan tubuh suaminya, ia merasa sulit bernafas menghadapi ciuman suaminya yang telah berkabut gairah.
" Kita baru saja sampai, baju kitapun masih basah. Apa kau tidak takut kedinginan dan masuk angin?" keluh Seroja, Arkana benar-benar tak sabaran rupanya.
" Tenang saja, aku akan menghangatkanmu, sayang. " bisik pria itu ditelinga Seroja dengan suara parau hingga membuat tubuh gadis itu meremang seketika.
Gadis itu masih terlihat gugup dan kaku, mungkin karena ini pengalaman pertamanya. Ia merasakan gelenyar-gelenyar aneh di sekujur tubuhnya saat tangan Arkana mulai menyusup dibalik atasannya.
Perlahan tetapi pasti pemuda itu menjejaki setiap jengkal bagian tubuh yang ada didalam sana.
" Apa kau menikmatinya?"
Seroja hanya mengangguk sambil menggigit bibir bawahnya. Sentuhan Arkana memberikan sensasi kenikmatan yang membuatnya menginginkan sesuatu yang lebih.
Lelaki itu menyeringai senang, diangkatnya tubuh Seroja menuju ke ranjang mereka. Seroja kaget, ia mengalungkan kedua tangannya di tengkuk leher sang suami.
Pria itu menjatuhkan tubuh istrinya di atas ranjang empuk miliknya. Ia membuat gadis itu kini berada dalam kungkungannya. Lagi dan lagi keduanya beradu bibir dan merasakan sentuhan satu sama lain.
Hasrat pria itu hampir membucah, tubuhnya berkabut gairah. Ia mencoba membuka celana bagian bawah sang istri yang kini tengah terbuai olehnya.
Namun, tiba-tiba saja tangan gadis itu menahannya. Arkana terhenyak, dirinya takut gadis itu akan menolaknya setelah sesuatu dalam tubuhnnya menegang dan butuh penyaluran.
" Kenapa? " tanyanya dengan suara serak menahan gairah.
Dengan netra berkaca-kaca gadis itu menatap penuh arti pada sang suami.
" Apa kau akan meninggalkanku setelah kontrak kita berakhir? " ia baru menyadari statusnya setelah kini mereka hampir berada dipuncaknya.
Arkana paham dengan ketakutan Seroja,
" Aku tidak akan pernah meninggalkanmu. Tidak ada kontrak pernikahan, kita menikah secara sah dimata hukum dan agama. Aku mencintaimu, kaulah satu-satunya pasangan pertama dan terakhir dalam hidupku."
Gadis itu tersenyum lega, ia berharap Arkana bisa memegang ucapannya.
Arkana kembali melanjutkan aksinya, tapi lagi-lagi Seroja menghalanginya. Gadis itu menggigit bibir bawahnya, perasaan ragu masih terbersit di kepalanya.
__ADS_1
" Apakah ini akan sakit? " ungkapnya malu. Ia sering mendengar robeknya selaput dara bisa menimbulkan rasa sakit pada wanita.
Arkana tersenyum tipis, memang susah untuk menjelaskan pada gadis yang masih lugu seperti istrinya.
" Bukankah kau seorang gadis tahan banting. Dipukul dengan balok kayu saja kau masih bisa menahannya, apalagi ini hanyalah sebatang ubi kayu. " Arkana mencoba bersabar menghadapi istrinya.
Seketika Seroja mencubit pinggang sang suami, Arkana seolah menganggap ucapannya hanyalah sekedar gurauan belaka.
" Kau ini, aku tidak sedang bercanda. Cepat katakan bagaimana rasanya? " rajuknya pada Arkana.
Pria itu terkekeh seketika. Bagaimana ia bisa menjelaskan, sedangkan ini juga pengalaman pertamanya.
" Jangan bertanya padaku, kita nikmati saja sensasinya. Kalau orang-orang bilang itu seperti es krim coklat. Coklat diluar, lumer dan lembut didalam. " jelas Arkana asal. Seroja ternganga mendengar penjelasan dari suaminya, ia benar-benar tidak mengerti dengan maksud sang suami.
Gadis itu benar-benar menguji kesabarannya, kali ini ia tidak menginginkan penolakan. Dirinya menarik celana milik sang istri dan membiarkan teronggok begitu saja dilantai.
Seroja benar-benar malu kali ini, pria itu kini telah melihat semua yang ada pada dirinya luar dan dalam.
" Kau jangan takut, aku akan melakukannya perlahan." pria itu berusaha menenangkan.
Seroja kembali mengangguk, iapun sebenarnya tak mampu menahan gejolak gairah dalam tubuhnya.
Suasana panas menyelimuti ruangan tersebut. Gadis itu mendesah hebat saat Arkana berhasil mendapatkan sesuatu yang paling berharga dalam hidupnya. Peluh membasahi tubuh kedua insan yang telah mencapai puncak kenikmatan.
Arkana menjatuhkan tubuhnya disamping tubuh sang istri.
" Kumohon berjanjilah kau tidak akan pernah meninggalkanku. " rasa takut itu tetap saja masih ada dalam hatinya. Apalagi, ia tahu cinta pertama Arkana kini telah kembali.
Arkana menyunggingkan senyumnya,
" Aku berjanji tidak akan pernah meninggalkanmu, sayang." pria itu mengecup puncak kepala istrinya untuk menenangkan.
...----------------...
Pagi hari, Arkana telah bangun dan terlihat sibuk berkutat didapur. Raut wajah pria itu terlihat begitu ceria pagi ini.
Bagaimana tidak? Setelah pertempuran semalam, menjelang subuh tadi ia membangunkan istrinya untuk segera mandi dan membersihkan diri. Berbekal alasan ingin membantu sang istri yang masih lemas akibat ulahnya semalam. Pria itu ingin merasakan sensasi yang berbeda dan kembali meluncurkan aksinya saat dikamar mandi.
"Aku tidak mau. Ini juga masih sakit. "
tolak Seroja yang masih merasakan nyeri di bagian bawahnya.
" Percayalah, setelah ini rasa sakitnya akan menghilang. Kau akan semakin merasa nyaman saat kita melakukannya kembali."
Seroja ingin menolak, tapi sentuhan dari pria itu membuat bagian dalam dirinya justru mengharapkannya lagi dan lagi. Acara mandi pagi inipun berubah menjadi pergumulan yang panas diantara keduanya.
" Kau benar-benar menyiksaku, Tuan Muda." protes gadis itu yang kini tengah tergolek lemah setelah mengenakan jubah mandi milik suaminya.
__ADS_1
" Sudahlah, kau tidur saja kembali. Aku akan menyiapkan sarapan untukmu. " baru saja pria itu selesai berkata-kata, gadis itu telah pulas terbuai dalam mimpinya.
" Sepertinya dia benar- benar lelah. "
Pria itu sebenarnya belum pernah memasak, hanya saja ia tahu istrinya mudah lapar, apalagi setelah energinya terkuras semalam. Bukannya tidak bisa memesan makanan, tapi menurutnya akan semakin romantis jika ia menghidangkan makanan buatannya sendiri dihadapan istri tercintanya.
Ia mencoba menengok ke dapur. Dengan bahan seadanya yang pernah ia beli namun belum pernah ia praktekkan, pria itu mencoba membuat omelet telor untuk istrinya.
Berbekal ilmu yang baru saja ia pelajari dari youtube, akhirnya omelet spesial bikinan Arkana jadi juga.
" Selesai,, Tidak buruk." pujinya pada hasil karya terbarunya yang telah ia sajikan di atas piring.
Dengan bersemangat pria itu membawa omelet buatannya untuk sang istri. Ia duduk ditepi ranjang tempat Seroja tertidur.
" Sayang, bangunlah. Aku telah membuatkan sarapan untukmu."bisiknya ditelinga sang istri.
Seroja mulai mengeliat dan mencoba membuka kedua matanya. Senyumnya mengembang sempurna saat hidangan yang terlihat menggiurkan tersaji dihadapannya.
" Kau yang membuatnya sendiri?"
" Spesial untukmu. Cepat makanlah." pintanya tak sabar untuk mengetahui reaksi istrinya.
Serojapun mencicipi sarapan yang disuguhkan sang suami untuknya.
" Heeumm,, manis sekali. " ucap gadis itu sambil menelan makanannya. Ia sengaja membuat Arkana cemas jika masakannya tidak enak.
" Manis? Kenapa manis? Padahal aku hanya sedikit memasukkan gula kedalamnya. " pikir Arkana.
" Sikapmu yang manis, Sayang. " ungkap Seroja senang. Ia mencium sekilas bibir pria yang ada dihadapannya.
Arkana menaikan sebelah alisnya.
" Kau mencoba menggodaku, heum?"
Belum juga Seroja menjawab, pria itu langsung menutup mulut sang istri dengan bibirnya.
" Aku belum menghabiskan makananku?" protes Seroja seketika saat pria itu meraih piringnya dan menyimpannya di nakas.
" Kau bisa makan lagi setelah aku mendapatkan makananku pagi ini."
" Kenapa kita tak makan bersama-sama saja. Kita bisa memakannya sepiring berdua."
" Tapi makananku berbeda, sayang. " bisiknya kembali. Agaknya Seroja mulai mengerti makanan apa yang diinginkan suaminya saat ini.
Bersambung....
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini. Kasih like koment rate lima n vote seikhlasnya buat karya keduaku. Dukungan kalian semangat author untik terus berkarya. Makasih sebelumnya..
__ADS_1