Istriku Pengawalku (Menikahi Bodyguardku 2)

Istriku Pengawalku (Menikahi Bodyguardku 2)
MENGGODA SUAMI


__ADS_3

Seroja masuk ke ruangannya setelah sang suami mengantarkannya menuju kampus. Ia berjalan mendekati dua orang yang terlihat saling bercakap-cakap.


" Aulia,, Ayolah, please. Sekali-kali kau juga perlu bersenang-senang. Jangan sampai kau menua begitu saja tanpa tahu dunia luar seperti apa." rayu Arzel pada gadis tersebut.


" Tidak, sekali lagi aku tidak mau. Kalau kau mau pergi, pergilah saja sendiri." tegasnya berkali-kali pada pemuda itu.


Gadis itu nampak kesal, Arzel tak henti-hentinya merajuk padanya.


Seroja menghampiri kedua orang yang sedang bersitegang tersebut. Ia penasaran dengan apa yang terjadi sebenarnya.


" Kalian kenapa? Aulia,, kenapa mukamu kecut begitu? " tanyanya heran.


Arzel segera memotong pembicaraan.


" Seroja, tolong bantu aku untuk bisa memaksanya. Minggu depan anak-anak berencana untuk camping ke gunung. Aku meminta gadis ini untuk bergabung bersama kami. "


Aulia menatap tajam kearahnya,


" Sudah kubilang tidak ya tidak. Jangan memaksaku lagi." tegasnya kembali.


Lain Aulia, lain pula dengan Seroja. Wanita itu begitu antusias mendengar adanya acara tersebut.


" Waahhh,, camping? Sepertinya menyenangkan. Aulia ayolah, kita sama-sama pergi kesana. Sudah lama aku tidak pergi berkemah, sepertinya berkemah digunung sangatlah menyenangkan. " ungkapnya kegirangan.


Aulia melirik sahabatnya, ternyata Seroja sama saja dengan Arzel, sama-sama menyebalkan.


" Kalian pergi saja berdua. Bukankah sekarang kau sudah memiliki teman! " ucapnya ketus pada pria yang berada disampingnya.


Arzel memberi kode pada Seroja untuk membantunya merayu gadis itu. Seroja paham akan maksud pemuda tersebut.


" Aulia, tolonglah. Kau tahu sendiri, kakakmu pasti tidak akan mengizinkanku pergi apalagi bersama Arzel. Jika kau ikut, mungkin dia akan setuju dan membiarkanku pergi bersama kalian. Ayolah, kumohon. " rajuknya pada sahabatnya.


Aulia berpura-pura tak mendengar, ia fokus membaca buku yang ada dihadapannya saat ini. Seumur-umur dirinya memang belum pernah pergi ke tempat seperti itu. Ia enggan mengikuti kegiatan-kegiatan yang menurutnya hanya membuang-buang waktu saja.


Seroja dan Arzel kembali memberikan kode, mereka bingung bagaimana caranya agar gadis yang terkenal keras kepala itu mau ikut bersama mereka.


" Novel terbaru terbitan penulis Xxx sepertinya sangat bagus. Kemarin kulihat banyak anak muda yang mengantri ditoko buku hanya untuk bisa membeli novel tersebut. " Arzel mencoba memancing gadis pecinta buku tersebut.


Netra Aulia berbinar seketika mendengar nama penulis yang baru saja disebutkan oleh Arzel. Ia sangat mengagumi penulis itu, dirinya sudah menunggu-nunggu karya terbarunya yang katanya akan segera diterbitkan.


" Benarkah? Oh,, aku sudah menunggu lama untuk karya terbarunya. Bagaimana jika nanti sepulang kuliah kita pergi kesana." ungkapnya bersemangat.


Arzel mengembangkan senyumnya,


" Tentu, tentu saja aku mau. Aku bahkan mau membelikan novel itu untukmu asal kau mau pergi bersamaku. Mamamu pasti tidak akan mengizinkanku pergi sendiri dan lepas dari pengawasannya." pinta Arzel kembali. Seroja kinipun ikut merajuk kepadanya.


Aulia membuang nafas kasar, dengan terpaksa ia menyetujui permintaan kedua sahabatnya.


" Baiklah. Aku ikut bersama kalian, tapi aku tidak menjamin jika kakakku akan mengizinkanmu pergi. " dirinya memperingatkan Seroja.


Seroja tersenyum lega,

__ADS_1


" Kau tak perlu khawatir. Aku pasti bisa merayunya agar mau mengizinkanku pergi bersama kalian. "


...----------------...


Sore ini Arkana dan Seroja pulang menuju apartemen mereka. Arkana heran, sebab tidak biasanya sang istri merajuk dan memintanya untuk menginap disana saja.


Apalagi, sikap istrinya hari ini terlihat lebih manja dari biasanya.


" Biar aku saja yang menyimpan tas dan jas kerjamu. " wanita itu membantu sang suami untuk membuka pakaian kerjanya.


Arkana mengernyitkan dahi lantaran heran.


" Tumben perlakuanmu manis sekali hari ini. Jangan-jangan kau ada maksud tertentu dengan semua ini. " tanyanya curiga.


Seroja terkekeh mendengar penuturan suaminya,


" Kau ini terlalu berlebihan. Menurutku sikapku biasa saja. Aku hanya sedang belajar menjadi istri yang baik. " dirinya tak ingin mengungkapkan permintaannya secara langsung.


" Begitukah, baiklah. Semoga yang kau katakan benar adanya. " pria itu manggut-manggut, mencoba percaya apa yang dikatakan istrinya barusan.


" Eum,, apa kau tak ingin mandi terlebih dahulu? Bau badanmu sangat mengganggu indra penciumanku." wanita itu berpura-pura mengendus sambil menyengir seolah terganggu dengan bau badan suaminya.


Arkana segera memastikan, ia sangat malu lantaran seumur-umur tidak ada yang menyebutnya bau badan. Ia mencium aroma tubuhnya sendiri, bahkan bau parfumnya saja masih wangi dari jarak 1 kilometer darinya.


" Kau jangan mengada-ada, mana mungkin aku memiliki bau badan. " ucapnya tak terima.


" Sudahlah, pokoknya menurutku badanmu bau. Kau harus cepat-cepat mandi sekarang. Aku akan menyiapkan baju ganti untukmu." ia menarik tangan suaminya menuju kamar mandi.


Seroja memastikan lelaki itu telah mandi saat ini. Dirinya segera menuju lemari pakaian untuk mengambil pakaian sang suami serta pakaian ganti untukknya nanti.


Setelah menyiapkan pakaian suaminya, ia mencari sesuatu yang ada di lemari pakaiannya. Wanita itu mengambil gaun tidur yang terlihat seksi dan menggoda yang selama ini tidak pernah dipakainya. Yah, selama ini dirinya enggan dan malu jika berpakaian seperti itu di depan sang suami.


" Demi berjuang mendapatkan izin, aku terpaksa melakukan semua ini. Semangat Seroja! "


Pria itu terdengar keluar dari kamar mandi. Seroja segera menyimpan gaun tidur yang hendak dipakainya agar tak terlihat oleh sang suami.


Wanita itu tersenyum, suaminya terlihat begitu segar sekarang.


" Kau sudah selesai, baiklah sekarang aku yang akan mandi. " ia hendak berjalan, namun Arkana sengaja menghalangi dengan tubuhnya yang terbuka.


" Kau mau kemana? " pria itu berjalan mendekat sambil menempelkan dada bidangnya ke tubuh sang istri.


Seroja terkekeh karenanya, ia berjalan mundur lantaran pria itu terus saja menghalanginya.


" Kau ini apa-apaan, aku mau mandi sekarang. " dirinya tertawa geli lantaran sang suami justru memeluk dan membawanya duduk di tepi ranjang.



" Katakan, apa aku masih bau saat ini? " tanyanya sambil menghujani sang istri dengan ciuman bertubi-tubi.


" Kau bau. " gadis itu tertawa sambil terus meledeknya.

__ADS_1


" Oh,, ternyata kau belum jera juga ya? " ia mengusap-usapkan bibirnya di ceruk leher istrinya hingga sukses membuat wanita itu terpingkal karena geli.


" Ampun-ampun. Aku menyerah, kau sangat wangi, sayang. Sekarang izinkan aku mandi. " pintanya pada Arkana.


" Benarkah? "


Pria itu kembali mengulangi aksinya hingga sang istri benar-benar menyerah padanya. Untung saja Seroja mampu melepaskan diri, jika tidak mungkin ia akan diterkam saat ini sebelum misinya berhasil.


Pria itu menatap kepergian sang istri, hal barusan sukses membuat sesuatu dalam dirinya menegang seketika. Dirinya tak sabar menunggu wanita itu keluar dari kamar mandinya.


Ceklek


Pintu terbuka, Arkana menelan kasar salivanya melihat sang istri yang berpenampilan menggoda dengan gaun tidur seksi dan terbuka yang sengaja ia beli untuk istrinya waktu itu.


Seroja berjalan mendekat, sebenarnya ia risih mendapat tatapan seperti itu. Tapi mau bagaimana lagi? Ini semua demi dirinya agar bisa bercamping bersama para sahabatnya.


Ia berjalan mendekat seolah acuh pada tatapan sang suami dan membaringkan diri sambil memunggunginya.


" Owhhh,, segar sekali rasanya." ungkapnya dengan pose menantang seolah berpura-pura tidur.


Arkana benar-benar tak kuat, ia segera mendekati sang istri dan berbisik di telinganya,


" Ayolah sayang, kita lakukan."


Seroja menyeringai senang, agaknya pria itu telah terpancing olehnya.


" Tidak, sebelum kau mengabulkan permintaanku." ancam wanita tersebut.


Arkana mulai mengerti sang istri sengaja melakukan semua ini lantaran ada embel-embelnya.


" Katakan apa maumu? " ucapnya sambil berselancar di ceruk leher istrinya.


" Aku ingin ikut camping bersama yang lainnya minggu depan. Kalau kau tak mengizinkanku, kau tak akan dapat jatah seminggu ini. " ancamnya kembali.


Arkana kini justru menyeringai senang,


" Tapi kau tak bisa mengancamku, karena aku bisa merebut jatahku sendiri. "


Seroja terbelalak seketika, tentu saja ia kalah kali ini. Apalagi dengan pakaian seperti itu, sang suami begitu mudah melahapnya.


Pergemulan panas akhirnya terjadi, Seroja kalah telak hari ini. Wanita itupun memberengkut sambil merajuk dalam pelukan suaminya.


" Kau licik. Aku mohon, tolong izinkan aku camping minggu depan. Dari dulu aku menyukai kegiatan alam seperti itu. " ungkapnya sedikit berputus asa.


Arkana tersenyum menanggapinya,


" Kau tak perlu khawatir, akupun diundang untuk mengikuti acara itu. Aku hanya lupa untuk memberitahumu."


Netra Seroja membola seketika, tahu begitu ia tak perlu bersusah payah seperti itu. Ia lupa bahwa sang suami merupakan alumnus kampus mereka.


Bersambung....

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini. Kasih like, koment, rate n vote seikhlasnya untuk karya keduaku. Dukungan kalian semangat author untuk terus berkarya. makasih sebelumnya...


__ADS_2