Istriku Pengawalku (Menikahi Bodyguardku 2)

Istriku Pengawalku (Menikahi Bodyguardku 2)
PEMOTRETAN


__ADS_3

Hari ini sepulang kuliah Arzel memutuskan untuk langsung tinggal di mansion keluarga Pramudya. Ia telah menyiapkan beberapa pakaian dan barang-barang keperluannya di bagasi mobilnya.


Jam kuliah berakhir, seperti biasa Arzel, Aulia dan Seroja hendak pulang bersama-sama. Mereka cukup terkejut melihat supir kantor Arkana kembali menjemput Seroja.


" Sepertinya suamimu itu sangat takut aku merebutmu darinya. " sindir Arzel pada Seroja.


Aulia terkekeh mendengar sindiran Arzel pada sahabatnya.


" Seroja, selamat! Kau telah berhasil membuat kakakku bucin akut." godanya pada Seroja.


Gadis itu tersipu sekaligus lega, ternyata bukan hanya dirinya saja yang berpikir bahwa Arkana cemburu pada Arzel.


" Kalian ini ada-ada saja. Hal seperti itu memang sudah biasa dalam hubungan suami istri. Nanti jika kalian telah menikah, kalian juga pasti merasakan hal yang sama. Ya sudah, aku pergi dulu. " ucapnya seraya berlalu meninggalkan kedua sahabatnya.


Arzel dan Aulia menatap kepergiannya.


" Nanti jika kita menikah, akupun akan melakukan hal yang sama. "


Netra Aulia membulat sempurna mendengar apa yang baru saja pemuda itu katakan.


" Apa katamu barusan? " tanyanya penasaran.


Arzel hampir terlupa jika Aulia saat ini sedang bersamanya.


" Maksudku jika kau dan aku menikah, maksudku kita telah bertemu dengan jodoh masing-masing. Mungkin akupun akan seperti Arkana, dia sangat possesive pada istrinya. "


" Ohh,, begitu? Sepertinya menyenangkan jika memiliki pasangan yang sangat mencintai kita. Aku tak menyangka mereka bisa jatuh cinta secepat itu. Padahal sebelumnya keduanya lebih mirip kucing dan tikus. " jelas Aulia.


" Cinta terkadang datang tanpa diduga-duga dan tanpa kita sadari. Apalagi jika cinta itu begitu tulus tanpa mengharap balasan. " terang Arzel, dirinya seolah menceritakan apa yang dialaminya sendiri.


Gadis itu mengangguk tanda mengerti. Dirinya jadi teringat pada Ardi, pria yang pertama kali singgah dihatinya. Cinta itu hanya bisa ia simpan di lubuk hati tanpa bisa ia ungkapkan.


" Sudahlah, jangan membahasnya lagi. Lebih baik kita pulang sekarang. " ajaknya pada Arzel, hatinya masih sesak saat mengingat pria tersebut. Dirinya berharap suatu saat ia masih bisa berjumpa dengan pria pujaannya.


...----------------...


Seroja telah tiba dikantor sang suami, tak disangka pria itu ternyata telah duduk disofa seolah memang sedang menunggunya.


" Akhirnya kau datang juga. Aku akan mengajakmu ke studio. Kita akan melakukan pemotretan untuk cover majalah bisnis." ajak Arkana.


Seroja begitu terkejut mendengar apa yang disampaikan Arkana barusan.


" Apa katamu tadi? Pemotretan? Maksudmu kita akan jadi model? Tidak,,tidak. Aku tidak mau, aku tidak pernah melakukan hal itu sebelumnya. " tolaknya seketika.


" Kau tidak bisa menolaknya, ini sangat penting untuk meningkatkan popularitas perusahaan. Media kemarin menunjuk kita sebagai model majalah binisnya. Mereka mengangkat tema Pengusaha muda sukses dalam karier dan juga asmara." jelas pria itu kembali.

__ADS_1


Seroja membuang nafas kasar, dengan terpaksa ia mengikuti perintah suaminya. Apalagi ini menyangkut nama baik perusahaan keluarga sang suami.


" Baiklah, aku ikut denganmu." ucapnya sambil mengerucutkan bibirnya.


" Bagus, anak manis. Akhirnya kau menurut juga padaku. " Arkana tersenyum sambil mengelus puncak kepala gadis itu.


" Sukses dalam asmara apanya? Kau bahkan hanya menikah secara kontrak denganku." gerutu Seroja dalam hati.


...----------------...


Keduanya telah tiba di studio pemotretan. Sang fotografer telah menyiapkan costum untuk kedua pasangan tersebut.


Seroja tersenyum lega lantaran pakaian yang akan ia kenakan cukup tertutup kali ini.


Dengan dibantu oleh makeup artis, gadis itu terlihat semakin cantik dan terkesan dewasa. Namun, dirinya justru dikejutkan dengan penampilan sang suami kali ini.


Glekkk...


Seroja menelan ludahnya kasar saat menatap penampilan Arkana yang macho dan terkesan menggoda. Pria itu mengenakan jas tanpa kemeja sehingga menampakkan otot-otot dadanya yang kekar.


Memang ia sudah hafal diluar kepala bagaimana bentuk tubuh sang suami. Akan tetapi, itu hanya sebatas memandang tanpa bersentuhan.


Pernah sekali tanpa sengaja ia menyenggol dada pemuda itu kala sedang mengambil pakaian. Padahal hanya sebatas itu, dirinya sudah gugup tak karuan.


Dengan ragu Seroja berjalan mendekati sang suami. Sang fotografer mengarahkan keduanya dalam berpose.


Gadis itu begitu malu ketika sang fotografer mendekatkan dirinya dengan sang suami, apalagi saat mereka diminta berpose mesra.Beberapa kali fotografer tersebut meminta keduanya untuk tidak kaku dan menunjukkan kemistrinya.


" Nona, tidak perlu malu-malu seperti itu, apalagi dengan suami sendiri. Saya tahu kalian pasangan yang romantis. Anggap saja ini seperti keseharian kalian biasanya. Tidak perlu canggung apalagi gugup begitu. " keluh sang fotografer.


Arkana merasa tak enak hati pada sang fotografer lantaran setelah beberapa kali pemotretan belum ada yang berhasil sama sekali.


" Maafkan istriku, dia memang pemalu dan jarang suka dipotret. Biarkan aku berbicara dengannya terlebih dahulu. " pintanya pada sang fotografer.


Arkana menggandeng Seroja menuju sudut ruangan. Gadis itu merasa takut dan gelisah. Arkana pasti begitu kecewa terhadapnya.


" Maafkan aku, kau pasti kesal karena aku telah membuatmu malu barusan. Aku memang wanita tak berguna." ucapnya tanpa berani menatap lawan bicaranya. Ia berusaha menahan airmatanya yang hampir terjatuh.


Arkana menarik dagu gadis itu agar sejajar dengan wajahnya. Tampak olehnya kedua bola mata Seroja yang telah berkaca-kaca. Ia menatap penuh arti netra gadis yang ada dihadapannya.


" Dengarkan aku. Aku tidak pernah merasa malu atas sikapmu. Aku tahu kau belum pernah melakukan ini sebelumnya." pemuda itu tersenyum, ia berusaha menenangkan Seroja.


Ia kembali menasehati istrinya,


" Sekarang mari kita lakukan sekali lagi. Biarkan semua mengalir apa adanya. Anggaplah aku sebagai pasanganmu seutuhnya. " pintanya kembali pada sang istri.

__ADS_1


Keduanyapun kembali ke tempat pemotretan. Arkana meminta sang fotografer untuk mengarahkan keduanya agar bisa mendapatkan kemistri yang bagus.


" Mari, kami telah siap melakukannya kembali. " ucapnya penuh percaya diri.


Seroja menatap sang suami.


" Lakukanlah, kau pasti bisa. " ungkap Arkana menyemangati.


Perlahan Seroja melakukan apa yang diarahkan sang fotografer. Ia mulai memasukkan salah satu tangannya kebalik jas sang suami, perlahan hingga menimbulkan gelenyar aneh pada Arkana.


Tangan lainnya mulai merayap di belakang tengkuk Arkana, keduanya saling mendekatkan wajah agar semakin terkesan mesra.


Tangan pria itu mulai bertengger


manis dipinggang ramping milik sang istri. Keduanyapun berpose menghadap kamera.


" Sempurna." ungkap sang fotografer saat mendapatkan hasil jepretan terbaiknya.


Ia berjalan mendekati pasangan tersebut seraya tersenyum puas.


" Terimakasih atas kerjasamanya. Kalian benar-benar pasangan yang serasi."


Arkana dan Seroja saling menatap satu sama lain, gadis itu kembali menundukkan kepalanya. Kali ini bukan karena bersedih, tapi ia tak dapat menyembunyikan kebahagiannya mendengar pujian yang dilontarkan sang fotografer. Sesekali ia mengangkat wajah sambil menggigit bibir bawahnya lantaran malu.


" Dia benar- benar gadis yang menggemaskan." ungkap Arkana dalam hati.



Malam telah larut, hampir jam 11 malam keduanya tiba di mansion. Mereka memilih cepat beristiharat untuk melemaskan otot-ototnya yang pegal.


Seperti biasa keduanya tidur saling memunggungi. Sebelum tidur Arkana berpesan pada gadis itu.


" Apa kau masih mengingat pesanku semalam? Aku ingin mengajakmu ke taman hiburan pekan nanti." ia mengingatkan Seroja kembali.


Untuk beberapa saat keheningan menyeruak hingga Seroja mengeluarkan jawabannya.


" Baiklah, aku akan ikut denganmu."


Senyuman mengembang sempurna di balik wajah tampan Arkana.


" Rasanya, aku sudah tidak sabar menunggu hari itu."


Bersambung....


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini. Kasih like, koment, rate lima n vote seikhlasnya buat karya keduaku. Dukungan kalian semangat author untuk terus berkarya. Makasih sebelumnya 🤗

__ADS_1


__ADS_2