
Gleekk...
Arkana kembali menelan ludahnya sendiri. Ia berusaha untuk menahan hasrat yang bergejolak di dalam dadanya. Namun, api gairah dalam jiwanya kini mengalahkan segalanya.
" Maafkan aku. "
Pria itu semakin mendekatkan bibirnya pada wanita yang kini sedang terbuai di alam mimpinya. Jantungnya mulai terpacu untuk menikmati indahnya bibir merah jambu yang telah ia renggut ciuman pertamanya.
Tatkala bibirnya hampir menyentuh bibir mungil itu, tiba-tiba bunyi panggilan telepon merusak konsentrasinya.
Ia mengeratkan kedua giginya karena kesal, tapi bunyi ponsel itu tak kunjung berhenti. Dengan terpaksa secara perlahan dirinya meletakkan Seroja di bantal tidurnya.
" Arghhh...siapa yang mengganggu malam- malam begini! " ia meraih ponselnya yang tersimpan di atas nakas.
Netranya terbelalak saat membaca nama yang tertera disana.
" Aluna?! "
Yah, lebih dari sebulan dirinya tak menghubungi kekasihnya. Tepatnya, setelah masalah yang menimpanya bersama Seroja waktu itu membuatnya hampir melupakan wanita tersebut. Iapun segera mengangkat panggilan dari sang kekasih.
" Kenapa kau membohongiku? Kau bilang akan menyusulku kemari tahun ini. Tapi nyatanya kau ? Pembohong! " gadis itu terdengar menangis dari seberang telepon.
Arkana mematung sesaat mendengar keluh kesah kekasihnya. Rasa bersalah kini merayapi tubuhnya. Dirinya hampir tidak kepikiran dengan gadis tersebut, padahal dulu ia begitu tergila-gila padanya.
" Maafkan aku. Aku diminta oleh Papa untuk memegang salah satu perusahaan kami. Aku terlalu sibuk sekarang karena harus dijejali dengan jadwal kantor yang padat. " ia mencoba mencari alasan yang tepat agar kekasihnya tidak curiga.
Suara Aluna tak terdengar selama beberapa saat, sebelum ia mengutarakan apa yang menjadi ganjalan dihatinya.
" Katakan siapa gadis itu?"
Pertanyaan tersebut semakin membuat pemuda itu gelisah. Bagaimana kekasihnya itu bisa tahu tentang gadis yang menjadi pendampingnya saat ini.
__ADS_1
Ia berpura-pura seolah tak mengerti apa maksud dari pertanyaan Aluna barusan.
" Gadis siapa yang kau maksud? "
Gadis itu tersenyum sinis, ternyata kekasihnya itu masih saja berusaha menutupi tentang pernikahannya bersama wanita lain.
" Aku sudah tahu semuanya. Aku tak menyangka ternyata selama ini kau hanya mempermainkanku. Kau tahu, disini aku selalu menjaga hati dan bersabar menunggu kedatanganmu. Kau benar-benar jahat. " tangisnya sesenggukan seolah menyalahkan pria yang ada dibalik telepon.
" Kenapa kau tidak membunuhku saja, jika kau ternyata hanya memberi harapan palsu untukku? Kau bilang hanya diriku saja wanita yang akan kau jadikan pendamping hidup. "ucapnya kembali dengan suara yang terdengar parau.
Arkana semakin merasa bersalah, ia sama sekali tak berniat mengkhianati Aluna.
" Aku tidak pernah mengkhianatimu. A, aku dan dia hanya menikah kontrak saja. " ungkapnya pelan, dirinya terpaksa mengungkapkan kebenarannya.
Aluna tidak mempercayai begitu saja apa yang dikatakan pemuda itu. Apalagi, sang kekasih sama sekali tak menghubunginya selama ini. Mungkin saja dirinya benar-benar menyukai gadis tersebut.
Arkana berusaha meyakinkannya, ia menceritakan apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya dan Seroja hingga membuat keduanya sepakat untuk membuat surat perjanjian nikah kontrak. Dirinya mengirimkan foto berkas perjanjian yang telah ia tanda tangani bersama Seroja.
" Baiklah, aku akan mencoba percaya padamu. Tapi ingat, jangan sampai kau tertarik pada gadis itu. Aku tidak siap jika kau mengkhianatiku kembali. " suaranya hampir menghilang lantaran terlalu lama menangis.
" Baiklah, aku percaya padamu. Aku mencintaimu." ungkap Aluna bahagia.
" Aku juga mencintaimu. " ucap pria itu setengah hati. Aluna segera menutup teleponnya setelah mendapat penjelasan dari sang kekasih.
Kini Arkana jadi diam mematung, ia benar-benar tidak mengerti akan perasaannya.
" Mungkin aku hanya terpikat sesaat padanya. Aku yakin cintaku masih tetap untuk Aluna. " batinnya berperang.
Iapun segera membaringkan tubuh sambil memunggungi Seroja. Ia harus mulai menjaga jarak dengan gadis itu dan berusaha menjaga perasaan Aluna.
...******...
__ADS_1
Aluna tersenyum puas, aktingnya kali ini sepertinya berhasil.
" Aku yakin kau hanya tergila-gila padaku." ucapnya bangga.
Seorang wanita paruh baya yang tak lain Mamanya datang menghampiri gadis tersebut.
" Bagaimana? Apa benar Arkana sudah menikah? Sudah kubilang seharusnya kau menjaga pria itu supaya tidak lepas darimu. Dia bisa memberimu segalanya tanpa kau harus menjual dirimu agar bisa menjadi model terkenal seperti sekarang." ucap wanita itu seolah menyalahkan keputusan putrinya.
" Mama tenang saja. Mereka hanya menikah pura-pura. Arkana baru saja menjelaskan semuanya padaku. Dia sangat tergila-gila pada putrimu ini." jawabnya penuh percaya diri.
Sang Mama sedikit meragukan putrinya.
" Apa kau yakin? Bisa saja dia tertarik pada gadis itu jika mereka terlalu sering bersama-sama. Mama juga tidak yakin pria itu mau menerimamu jika dia tahu kau sudah tidak virgin lagi. "
Aluna mendudukkan dirinya di atas sofa kamarnya, gadis itu membuang nafas kasar sambil bersendakap.
" Mama tidak perlu berpikir sejauh itu. Aku punya seribu cara untuk bisa mendapatkannya. Lebih baik Mama beristirahat dikamar daripada menghabiskan waktu untuk menceramahiku saja. Aku malas mendengarnya. " tegasnya pada sang Mama.
Wanita paruh baya itu hanya mampu geleng kepala, putrinya memang sulit untuk dinasehati. Iapun segera beranjak dari kamar putrinya.
Aluna, gadis pujaan sekaligus cinta pertama Arkana. Sejak pindah ke Amerika dirinya begitu terobsesi untuk bisa menjadi model terkenal disana. Ia menghalalkan segala cara untuk bisa mewujudkan mimpinya itu.
Gadis itu bahkan rela menjatuhkan dirinya pada bos-bos besar entertaiment agar mereka meluluskan keinginannya untuk jadi model terkenal. Keinginannya itu sempat tercapai, namun hal itu tak bertahan lama. Nyatanya para bos-bos itu membuangnya seperti sampah begitu saja saat ada model lain yang lebih cantik dan seksi yang juga rela menjual dirinya.
Aluna merasa berputus asa, disaat dirinya telah terjatuh ia baru teringat pada pria yang begitu mencintainya, Arkana. Setidaknya ia tak akan mengalami kekurangan jika bersama lelaki itu. Toh Arkanapun tidak pernah tahu apa yang dilakukannya disana, pria itu selalu percaya bahwa dirinya masih sama seperti dahulu.
Selama ini Arkana sering membantunya dalam hal finansial. Pria itu juga selalu mengirimkan hadiah mahal untuknya setiap bulan. Ia yakin hati Arkana hanya terisi olehnya. Namun bak tersambar petir, Aluna begitu terkejut saat salah satu sahabat Mamanya mengabarkan bahwa pria itu telah menikah.
Iapun menanyakan kebenaran kabar tersebut pada Reihan yang juga merupakan sahabatnya. Dirinya kembali geram saat pria itu mengatakan hal yang sama, Arkana kini telah menikah. Pantas saja pria itu jarang menghubunginya sebulan terakhir ini.
Ia segera menghubungi Arkana untuk mendengar hal itu langsung dari mulut pria tersebut. Dirinya lega, ternyata pernikahan mereka hanya sebatas diatas kertas saja. Dengan begitu ia yakin, tidak akan sulit mendapatkan kembali pria tersebut.
__ADS_1
Bersambung....
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini. Kasih like, koment rate lima n vote seikhlasnya buat karya keduaku. Dukungan kalian semangat author until terus berkarya. Makasih sebelumnya....