Istriku Pengawalku (Menikahi Bodyguardku 2)

Istriku Pengawalku (Menikahi Bodyguardku 2)
KEMARAHAN PAPA ALVIN


__ADS_3

Seroja memutuskan untuk pulang kembali ke kontrakannya demi meminumkan obat untuk sang ibu. Beberapa bulan terakhir, sang ibu sudah tidak mampu lagi turun dari ranjangnya. Penyakit yang dideritanya semakin parah apalagi tanpa penanganan dari pihak kedokteran.


Bagaimana lagi, uang hasil kerjanya hanya mampu untuk membeli obat-obat biasa, untuk biaya perawatan dirumah sakit pasti membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Apalagi, iapun harus membiayai sekolah adiknya yang sebentar lagi akan memasuki jenjang Sekolah Menengah Atas.


Ia menatap kartu nama pemberian Alvin, ia yakin bekerja di kantor pasti akan menghasilkan gaji yang lebih besar. Tapi, jika dirinya bekerja, siapa yang akan merawat sang ibu? Ia tak tega meninggalkan ibunya terlalu lama. Seperti sekarang, tengah hari ia harus menyuapi dan meminumkan obat untuk ibunya.


Uhuk...Uhuk..Uhuk...


" Mari Bu, Seroja bantu untuk duduk. " Gadis itu mendudukkan sang ibu kemudian segera menyuapi dan meminumkan obat pada beliau.


" Maafkan ibu Nak karena selalu saja merepotkanmu. Kau harus bolak balik bekerja dan kembali kerumah untuk merawat ibu. Ibumu ini memang wanita yang tidak berguna. Uhuk..Uhuk.."


" Ibu bicara apa? Siapa bilang ibu tidak berguna? Justru ibu sangat berarti untuk kami semua. Maafkan Seroja karena tak mampu memberikan yang terbaik untuk ibu. " gadis itu mengusap airmata yang merembes dari kedua sudut matanya.


" Tidak Nak, kau sudah memberikan yang terbaik. Ibu bangga karena sekarang kau sudah lebih dewasa dan mandiri. Ibu ikhlas jika nanti ibu harus pergi meninggalkan kalian, kau sudah bisa menjadi pengayom untuk adikmu. " ungkap wanita paruh baya itu berputus asa.


Bak seperti tersambar petir disiang bolong, Seroja tak menyangka sang ibu bisa menyerah pada penyakitnya begitu saja.


" Apa yang ibu katakan? Seroja tak ingin mendengar perkataan seperti itu. Seroja yakin ibu pasti akan sembuh nanti. Tolong jangan menyerah demi kami, berjuanglah untuk kami Bu. Seroja berjanji akan mencari uang sebanyak-banyaknya demi kesembuhan ibu. " pintanya pada sang ibu.


Wanita itu mengangguk lemah, Seroja memintanya untuk beristirahat setelahnya. Sedangkan dirinya, ia menyempatkan membuat gorengen sebentar setelah itu kembali menarik angkotnya kembali. Ia menawarkan gorengan tersebut pada penumpang angkot sebagai tambahan.


...----------------...


Suara dentuman musik yang cukup menggelegar memenuhi taman mansion keluarga Pramudya. Aulia yang sedari tadi diataspun tak dapat berkonsentrasi belajar akibat suara musik yang memekakan telinga.


" Dasar Kakak, kalau sampai Mama dan Papa tahu pasti Kak Arkana akan kena batunya. " gerutu gadis itu sambil menutupi kedua lubang telinganya dengan earphone.


Yah, sore ini Arkana mengundang para sahabatnya untuk mengadakan pesta Barbeque di mansionnya. Tadinya ia kurang setuju untuk memakai musik dugem di acara tersebut, namun karena desakan dari sahabat- sahabatnya iapun mengikuti kemauan mereka semuanya. Lagi pula orang tuanya mungkin baru kembali dari luar kota esok hari.


Suasana taman begitu ramai saat ini, para sahabat Arkana satu persatu mulai berdatangan kesana.


" Hai Sayang, pestamu meriah sekali. " seorang gadis dengan pakaian yang super seksi bergelayut manja di pinggang lelaki tersebut.


Dengan segera Arkana menghempaskan tangan gadis itu, ia memang tak suka tubuhnya dipeluk- peluk sembarangan.


" Bukankah sudah kukatakan kalau hubungan kita sudah berakhir, Baby. Aku sudah tidak tertarik padamu. Jadi tolong jangan ganggu aku lagi. " ia memperingatkan gadis tersebut.

__ADS_1


" Tapi apa salahku? Kenapa kau memutuskanku begitu saja. Ayolah Sayang? Aku rela memberikan semuanya untukmu." balas gadis itu tak terima.


Tiba-tiba seorang gadis lain datang dengan pakaian yang tak kalah seksi. Ia bergelayut manja dilengan Arkana.


" Dasar wanita murahan! Bisa-bisanya mengemis cinta pada laki-laki. Kau harus bisa menerima kenyataan, Arkana sudah tidak menyukaimu. Dan sekarang dia milikku. " Tegas Sisil pacar baru Arkana.


Gadis itu tak terima dengan penghinaan Sisil, hampir saja ia menjambak rambut Sisil kalau saja Arkana tak menghalanginya.


" Hei, jangan membuat keributan disini kalau kau masih mau bergabung di pestaku. " ancam Arkana.


Gadis itu begitu kesal melihat Sisil tertawa penuh kemenangan,


" Baiklah, sekarang kau bisa tertawa. Tapi lihat saja nanti, kau pasti juga akan dicampakkan seperti sampah olehnya. Ingat itu ! " iapun pergi dan memilih untuk bergabung dengan temannya yang lain.


" Sayang, bolehkah aku meminjam mobilmu sebentar? Ada sesuatu yang harus aku beli tak jauh dari sini. " pinta Sisil dengan manjanya.


Tanpa banyak bicara Arkana memberikan kunci mobilnya pada gadis itu.


" Terimakasih. " ingin rasanya gadis itu mencium Arkana tapi lelaki itu segera menghindar darinya.


Ia sedikit kecewa, mungkinkah benar rumor yang beredar selama ini? Bahwa Arkana dari dulu belum pernah menyentuh para wanita yang menjadi kekasihnya? Tapi kenapa? pertanyaan tersebut berputar di kepalanya.


" Ayo, ikut aku sebentar. " ia menarik tangan sahabatnya dan mengajaknya pergi dari tempat itu.


...----------------...


Mobil berhenti disebuah klub malam yang berada tak jauh dari sana. Sisil segera turun dan memasuki klub tersebut bersama sahabatnya.


" Apa kau yakin akan membeli barang itu? Bagaimana kalau sampai Arkana marah?" sahabatnya sedikit cemas dengan tindakan Sisil.


" Kau bodoh sekali, bukan aku yang akan memberikannya melainkan teman-teman prianya. Aku akan membayar salah satu diantara mereka agar mencekoki Arkana dengan alkohol. Menurutku rencanaku kali ini pasti akan berjalan lancar, kedua orang tuanya sedang diluar kota. " jawabnya penuh percaya diri.


Gadis itu segera meninggalkan klub itu setelah mendapatkan barang yang ia cari. Ia melajukan mobil sport milik Arkana dengan begitu kencang agar cepat kembali ke pesta.


Tanpa mereka duga seorang gadis yang sedang menyebrang melintas didepan mereka.


" Sisil, awas !! " sang sahabat memperingatkannya, namun gadis itu tidak mau menggubris sama sekali. Untung saja gadis yang menyebrang tadi sempat menghindar meskipun sepertinya ia sempat terjatuh barusan.

__ADS_1


" Berhenti Sisil ! Gadis itu jatuh. "


Chiiiiitttt...


Mobil berhenti sesaat, Sisil menatap penuh kekesalan pada sahabatnya.


" Kau ini mengganggu saja. Memangnya kenapa kalau dia terjatuh? Apa kau mau menolongnya, lalu kita akan diarak kekantor polisi karena hampir menabraknya? Dasar bodoh. "


Iapun memilih kembali melajukan mobilnya menuju mansion Arkana dan bergabung kembali bersama sahabat-sahabatnya.


Seperti rencana semula, gadis itu memberikan beberapa botol alkohol pada teman-teman pria Arkana dan meminta mereka untuk memaksa Arkana minum bersama.


Ternyata rencananya kali ini berhasil, teman-temannya berhasil membujuk Arkana minum bersama mereka. Awalnya pria itu menolak, namun karena unsur menghargai teman, iapun ikut meneguk minuman keras tersebut.


Sisil memanfaatkan hal itu untuk mengajak pria itu berdansa bersamanya.


" Lepaskan Arkana! Kau memanfaatkan keadaannya yang tidak sadarkan diri. Dasar licik ! " seorang gadis yang merupakan mantan kekasih Arkana merasa tak terima, ia menyeret pria itu bersamanya.


" Kurang ajar ! Jangan ikut campur, dia kekasihku saat ini. Aku berhak melakukan apapun padanya. " Sisil berusaha menarik tubuh Arkana kepadanya lagi.


Kali ini keduanya benar-benar tak mau kalah, mereka kembali memperebutkan Arkana hingga jadi bahan tontonan para sahabatnya.


" Hentikan !! Kembali kerumah masing-masing, pesta telah berakhir . " teriak seseorang yang begitu mengagetkan semuanya dibarengi dengan suara musik yang telah berhenti.


Nyali mereka menciut saat mengetahui siapa yang datang. Satu persatu dari mereka memilih untuk pergi daripada harus terkena masalah.


Yah, Alvin dan Bianca telah kembali. Mereka begitu terkejut saat taman belakang rumah mereka sudah seperti club malam. Yang lebih membuat mereka kesal adalah saat melihat putranya bersama dengan dua orang gadis yang berpakaian kurang senonoh. Seketika dua orang gadis itu menjatuhkan Arkana yang sedang tak sadarkan diri dan memilih pergi bersama teman- temannya.


Alvin tak mampu menahan kemarahannya, apalagi putranya berani bermabuk-mabukkan bersama gadis-gadis yang entah bagaimana asal usulnya. Ia mengambil selang air yang ada ditaman dan menyemprotkannya ke arah Arkana.


Seketika tubuh putranya itu basah kuyup, ia mulai bisa mendapatkan kesadarannya kembali.


" Papa ? " ungkapnya terkejut melihat sosok yang ada dihadapannya saat ini.


" Kau harus menjelaskan semuanya pada Papa dan Papa akan memutuskan hukuman apa yang cocok untukmu.


Bersambung ,,

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini. Kasih like koment rate lima dan vote seikhlasnya buat karya keduaku ya. Dukungan kalian semangat author untuk terus berkarya. Makasih sebelumnya..


__ADS_2