Istriku Pengawalku (Menikahi Bodyguardku 2)

Istriku Pengawalku (Menikahi Bodyguardku 2)
EXTRA PART- WILL YOU MARRY ME, AULIA?


__ADS_3

Hari yang ditunggu-tunggu Aulia akhirnya segera tiba. Gadis itu tengah berias dengan dibantu oleh sang Mama untuk menghadiri perayaan wisudanya.


" Kenapa Kakak dan Seroja belum juga pulang? Mereka benar-benar keterlaluan, disaat sepenting ini mereka justru sedang enak-enakan berdua. " rutuknya kesal.


Bianca tersenyum simpul, putrinya ini seperti anak kecil saja yang suka ngambek.


" Kalau kau mau, kau juga boleh menikah supaya bisa bersenang-senang seperti kakakmu. "


Netra Aulia menatap kesal kepada sang Mama.


" Menikah? Tidak mungkin. Aku sama sekali belum memikirkannya. Aku ingin punya pasangan yang cerdas, pintar, perhatian, penyayang, tampan baik hati dan..."


Belum sempat ia meneruskan ucapannya, sang Mama segera menahannya.


" Didunia ini tidak ada makhluk yang sempurna , Sayang. Kita diciptakan berpasang-pasangan untuk saling melengkapi satu sama lain. Ingat itu baik-baik. "


Aulia mendengus pasrah, ia tahu apa yang dikatakan oleh Mamanya itu memang benar adanya.


" Maafkan aku Ma. Aku hanya bercanda, lagi pula siapa juga yang mau menikah. Bahkan kekasihpun aku belum punya. Aku sama sekali belum kepikiran kearah sana . "


Aulia jadi teringat pada Ardi. Mungkin hanya pemuda itulah yang pernah singgah dihatinya dan itupun tak berbalas. Nyatanya lelaki itu lebih menyukai sahabatnya sebelum sempat ia mengungkapkan perasaannya.


" Bagaimana dengan Arzel? Mama rasa dia sepertinya menyukaimu. " perkataan Bianca membuyarkan seluruh lamunannya.


" Mama ini ada-ada saja. Aku dan Arzel itu hanya berteman bahkan dulu Mama tahu sendiri kita seperti kucing dan tikus. Arzel mana mungkin tertarik padaku. Dia pasti lebih menyukai wanita yang cantik dan seksi bukan gadis sepertiku. "


Aulia tertawa renyah, ia tak habis pikir dengan apa yang baru saja disampaikan oleh sang Mama.


Namun, jika dipikir-pikir Arzel sebenarnya pemuda yang baik dan begitu perhatian menurutnya. Dirinya jadi teringat peristiwa beberapa waktu yang lalu ketika mereka berada digunung. Arzel menyelamatkan bahkan menggendongnya saat kakinya terluka.

__ADS_1


Sebenarnya ia sempat mencuri-curi pandang waktu itu. Arzel terlihat sangat tampan dari dekat, pantas saja gadis-gadis dikampus banyak yang mengidolakannya.


" Ya Tuhan, Kenapa aku jadi memikirkan Arzel! " rutuknya dalam hati seolah menertawakan apa yang baru saja terlintas diotaknya.


Bianca heran melihat putrinya yang tersenyum seorang diri,


" Aulia, apa yang sedang kau pikirkan? Kenapa kau senyum-senyum sendiri?"


Pertanyaan sang Mama sukses membuat Aulia gelagapan.


" Ti,,tidak Ma ! Aku ti- dak sedang memikirkan apa-apa. " bantahnya.


Bianca mendengus halus. Percuma saja dia bertanya lebih banyak, putrinya cenderung tertutup.


" Ya sudah. Ayo kita segera berangkat. Papa sudah menunggu di bawah. "


Mereka segera berangkat ke kampus. Aulia terlihat begitu cantik dan anggun dengan kebaya renda berwarna merah muda miliknya.


Gadis itu berhenti sesaat ketika hendak memasuki gerbang kampus. Ia menerawang ke seluruh penjuru menatap gedung yang selama empat tahun ini menjadi tempat dirinya menimba ilmu.


" Aulia sayang. Ayo cepat masuk, acara sebentar lagi akan dimulai. " ajak Bianca pada putrinya. Gadis itupun beranjak memasuki area kampus tersebut.


...****************...


Acara perayaan wisuda berjalan dengan lancar. Sudah barang tentu Aulia lulus dengan IPK yang sangat memuaskan. Ia mendapatkan gelar Cum Laude tahun ini. Namun, hal itu tak serta merta membuatnya bahagia, nyatanya gadis itu terlihat menekukkan wajah saat ini.


" Selamat ya Sayang, Papa,Mama dan semuanya sangat bangga padamu. " Alvin dan Bianca bergantian memeluk putrinya dengan bangga.


" Makasih, Ma, Pa. Ini juga berkat kalian semua. " Aulia tersenyum datar.

__ADS_1


Bianca menyadari raut murung diwajah putrinya. Ia tahu ini semua pasti akibat ketidak hadiran Kakak serta Kakak ipar di acara kelulusannya hari ini.


Disaat acara hampir selesai, tiba-tiba suara seseorang dibalik loudspeaker mengalihkan perhatian seluruh penghuni.


" Mohon perhatiannya sebentar. Untuk acara wisuda tahun ini ada sesuatu yang menarik disini. Ada seseorang yang ingin menyatakan perasaannya pada seorang gadis yang telah dicintainya sejak lama. Penasaran siapakah dia? Mari kita sambut kehadirannya. "


Seluruh penghuni kampus bertepuk tangan, mereka yakin ini pasti akan menjadi acara yang seru. Mereka penasaran apakah gadis itu akan menolak atau justru menerima cintanya.


Hal itupun ikut menarik perhatian Aulia. Dirinya penasaran pada pemuda yang berani menyatakan cintanya di khalayak ramai seperti ini. Netranya terbelalak seketika saat mengetahui Arzellah yang keluar dari panggung acara tersebut.


" Ar- zel? "


Batinnya bertanya heran, ia bahkan tak menyadari jika pemuda itu sedang mencintai seorang gadis di kampus. Arzel bahkan tak terlihat dekat dengan gadis manapun selain dirinya dan Seroja.


Aulia memfokuskan pandangannya, dirinya terkejut bukan main saat Arzel menatap kearahnya dengan tatapan yang sulit di artikan. Ia segera mengalihkan pandangannya, entah mengapa jantungnya ikut berdetak tak beraturan.


Lelaki itu bercerita sedikit tentang alasannya ingin menyatakan perasaan sekarang. Dirinya merasa bahwa saat ini adalah kesempatan terakhirnya untuk bisa menembak gadis impiannya lataran setelah ini dirinya akan kembali ke Amerika kalau memang wanita itu menolaknya.


" Aku telah mengumpulkan segenap keberanianku untuk dapat menyatakan perasaanku saat ini. Pada gadis yang selama bertahun-tahun ku cintai dalam diam, kuimpikan dalam tidurku. Maaf bila ini kurang romantis, namun ini sudah ku susun sejak lama. "


Pria itu menepukkan tangannya beberapa kali. Hingga satu-persatu seseorang keluar sambil membawa papan huruf besar ditangannya.


Aulia begitu terkejut saat mengetahui orang tua Arzel, orang tuanya bahkan Arkana dan Serojapun ternyata ikut terlibat disana.


Ia mulai mencerna satu persatu huruf demi huruf yang dibawa. Gadis itu menelan salivanya kasar saat berhasil menggabungkan seluruh huruf tersebut.


Arzel menatap dalam kearah gadis tersebut..


" Will you marry me,, Aulia? " ungkapnya tulus.

__ADS_1


__ADS_2