
Pelaksanaan konferensi pers sekaligus peresmian pengangkatan Arkana akan dimulai malam ini. Rencananya Arkana akan datang bersama istri dan keluarganya yang lain.
Seroja sedang berada di kamar Aulia, keduanya kini tengah sibuk berdandan.
" Kau ini diajari berdandan dari kemarin belum juga bisa. Lihatlah memakai lipstik saja kau masih belepotan seperti Killa." keluh Aulia sambil membersihkan make up di wajah Seroja.
Yah, barusan Seroja berniat untuk mencoba berdandan sendiri sambil menunggu Aulia yang sedang mandi. Betapa terkejut Aulia saat dirinya mendapati wajah Seroja yang sudah seperti badut di pesta ulang tahun.
Seroja mengerucutkan bibirnya, " Aku tadinya tak ingin merepotkanmu. Jadi kucoba berdandan sendiri, siapa tahu bagus. Kupikir , aku sudah melakukan seperti tutorial yang kau ajarkan kemarin." dirinya beralasan.
Ia memperhatikan Aulia yang tengah sibuk memoleskan bedak dan beberapa make up ke wajahnya. Padahal sepertinya itu sangat mudah, ia sendiri heran mengapa dirinya tak kunjung bisa melakukannya. Terkadang dirinya sempat berpikir mungkin dahulu dirinya hampir dilahirkan sebagai seorang laki-laki, tapi malah keluarnya menjadi seorang perempuan.
Aulia tersenyum bangga.
" Selesai,, kau terlihat sangat cantik dengan make up flawles seperti ini. Kakakku pasti tidak akan berkedip jika melihatmu seperti ini. " pujinya pada Seroja.
Rona merah menghiasi pipi gadis tersebut,
" Kau ini bisa saja. Aku juga mau kau berpenampilan cantik malam ini. Kita tunjukkan pada publik bahwa keluarga Pramudya memiliki bidadari-bidadari yang luar biasa. " ucapnya bangga.
" Kau ini ada-ada saja. Diamlah, cepat pakai gaunmu. Bisa-bisa make upku rusak karena terus-terusan kau ajak bicara. " gerutu Aulia yang tengah sibuk merias wajahnya sendiri.
Tak berselang lama, Serojapun keluar dengan gaun pesta berwarna putih yang terlihat pas dibadannya. Gaun itu memberikan kesan cantik dan anggun pada si pemakai.
Aulia menatap kagum padanya,
" Penampilanmu benar-benar sempurna. Kau dan kakakku pasti akan jadi pusat perhatian malam ini. " pujinya kembali.
Seroja seakan terbang diudara mendengar pujian dari sahabatnya. Rasanya ia sudah tak sabar ingin tahu bagaimana reaksi Arkana tatkala melihatnya berpenampilan seperti ini.
" Sempurna apanya? Kau tahu? Aku sangat tersiksa memakai pakaian pas badan seperti ini. Aku jadi kesulitan bergerak dan sulit bernafas. Belum lagi sepatu itu, ini seperti penyiksaan bagiku. " ia berusaha menutupi rasa senangnya.
Aulia geleng-geleng kepala karenanya,
" Memang susah berbicara dengan wanita yang hampir terlahir sebagai seorang laki-laki tadinya. " cebiknya heran. Iapun segera mengambil gaun miliknya dan berganti pakaian setelahnya.
Tak berselang lama, Auliapun keluar dari raung gantinya. Dirinya terlihat anggun dengan gaun hitam yang diberikan oleh sang Mama padanya.
Seroja menatap gadis itu dari ujung rambut sampai ujung kaki. Ia berjalan mendekati gadis tersebut.
" Sepertinya ada sesuatu yang kurang pas pada dirimu."
Aulia ikut memperhatikan penampilannya , namun ia merasa sepertinya tidak ada hal yang aneh menurutnya. Sampai tiba-tiba saja, Seroja melepas kacamata yang ia kenakan dan menarik ikat rambut milik gadis itu.
" Nah, kalau begini pasti sempurna. Aulia kau cantik sekali, pasti banyak pria yang akan terpesona oleh kecantikanmu. " pujinya pada sang adik ipar.
Aulia menatap pantulan wajahnya daru balik cermin. Seutas senyum terukir diwajah cantik gadis itu.
__ADS_1
" Andai kak Ardi melihatku seperti ini. Apa mungkin dia akan tertarik padaku. " ia kembali membayangkan pria yang sudah cukup lama tidak pernah ia temui.
Tok...Tok..Tok...
Terdengar seseorang beberapa kali mengetuk pintu kamar tersebut. Aulia menyisir rambut panjangnya terlebih dahulu. Sedangkan Seroja, ia berlari mendekati pintu untuk memastikan siapa yang datang.
" Kalian ini berdandan saja lama sekali. Aku, Mama dan Papa sudah menunggu kalian sejak tadi. " gerutu Arkana sambil menatap layar ponselnya.
" Maaf membuatmu menunggu. "
Ucapan Seroja sontak membuat pemuda itu segera mengalihkan fokusnya. Netranya menatap penuh kekaguman melihat wanita yang terlihat begitu cantik dan anggun berdiri dihadapannya.
" Cantik." gumamnya pelan tanpa mengalihkan pandangannya.
" Apa katamu barusan? " ingin sekali Seroja mendengar kata itu terucap kembali dari mulut Arkana.
" Kau terlihat sangat cantik malam ini. " Arkana kembali melontarkan pujian terhadapnya.
" Seroja! Seroja! Dia mengatakan bahwa kau sangat cantik malam ini. " batinnya kegirangan.
Ingin rasanya ia melompat dan memeluk pria tersebut seandainya saja urat malunya telah hilang. Ia belajar menahan sikapnya,
" Terima kasih. Kaupun terlihat tampan malam ini." ungkapnya sambil menggigit bibir bawahnya.
Senyum mengembang sempurna dibibir Arkana. Apalagi memperhatikan gadis itu menggigit bibir bawahnya, membuat dirinya ingin sekali melu**t kembali bibir manis itu.
" Kakak, sudah dulu mesra-mesranya. Bukankah kau tadi mengatakan bahwa Mama dan Papa sedang menunggu? Kalian bisa melanjutkannya nanti sepulang dari acara. " goda Aulia yang sedari tadi memperhatikan keduanya. Kedua sejoli itu seperti sepasang ABG yang baru pertama kali jatuh cinta menurutnya.
Keduanya tersipu malu, tapi fokus Arkana kini tertuju pada penampilan Aulia yang berbeda malam ini.
" Hei,, ternyata adikku bisa berdandan cantik juga rupanya. Aku pikir kau akan berdandan ala kutu buku selamanya."
" Kakak, kau itu sedang memujiku atau menyindirku? " Aulia mengerucutkan bibirnya.
Arkana terkekeh karenanya, namun diriny mengakui Aulia terlihat begitu cantik malam ini.
Merekapun memutuskan untuk segera turun kebawah.
" Tunggu dulu, sepatuku ketinggalan. "
Seroja kembali masuk ke dalam kamar dan mengambil highheels miliknya. Ia kembali keluar sambil menjinjing sepatu tersebut.
Arkana mengernyitkan dahinya,
" Kenapa kau malah menjinjing, bukankah seharusnya kau memakainya langsung."
Gadis itu meringis menanggapi ucapan suaminya.
__ADS_1
" Tidak masalah. Bukankah yang terpenting aku memakainya saat acara nanti? " Iapun berlari menuruni tangga meninggalkan suaminya. Ia yakin pria itu pasti akan mengomel jika ia tetap berada disana.
Arkana tersenyum sambil menggeleng-gelengkan kepala. Tingkah Seroja masih kekanak-kanakan, tapi itu justru yang menjadi daya tarik tersendiri baginya.
Mereka segera menghampiri Papa Alvin dan Mama Bianca yang telah menunggu di depan mobilnya. Keduanya sangat kagum dengan kecantikan Aulia dan Seroja malam ini.
" Kalian berdua sangat cantik, Mama bangga punya anak dan menantu seperti kalian. " ungkap Bianca sebelum memasuki mobilnya bersama Alvin, Killa dan Aulia.
...----------------...
Mobil Arkana melaju dibelakang mobil sang Papa. Sesekali pria itu mencuri pandang pada sang istri sambil tersenyum seorang diri. Serojapun menyadari hal tersebut, sejak kejadian malam itu dirinya hampir kebingungan mencari kata-kata saat berdua dengan pria tersebut.
Arkana mulai belajar untuk mengikuti kata hatinya. Dirinya merasa tak mungkin untuk membohongi perasaannya terus-terusan.
Berulang kali ia mencoba menghindar dari Seroja, namun dirinya justru semakin terjerat dalam pusaran cinta gadis itu. Sekarang, ia mencoba menyelaraskan semuanya dan membiarkannya mengalir begitu saja.
Iapun bingung jika nanti dirinya bertemu kembali dengan Aluna. Mungkinkah ia masih memiliki perasaan yang sama dengan gadis itu ataukah mungkin hatinya kini sepenuhnya telah dimiliki oleh Seroja?
Arkana merasakan perasaan ini sungguh berbeda dengan rasa cintanya pada Aluna dahulu. Dulu ia masih bisa menahan hasratnya pada Aluna.
Akan tetapi sekarang, berada didekat Seroja membuat debaran jantungnya terasa begitu menggebu-gebu. Hasrat untuk memiliki wanita itu seutuhnya seolah bergejolak dalam jiwanya.
Dirinyapun tak mengerti, mungkinkah faktor kedewasaan yang memperngaruhi hal ini? Ia sadar saat bersama Aluna jiwanya masih labil seperti anak ABG pada umumnya.
Pria itu telah memantapkan pilihannya sekarang. Yah, hatinya memilih Seroja yang kini telah menjadi pendamping hidupnya. Dirinya berencana akan menjelaskan secara pelan-pelan pada Aluna bahwa ia sudah tidak mencintainya lagi. Atau mungkin, dengan tidak berbagi kabar selama beberapa lama , gadis itu perlahan akan melupakannya.
" Berhenti."
Teriakan Seroja membuyarkan semua angan-angannya. Iapun mengerem mendadak mobilnya saat terlihat seseorang sedang menyeberang di depannya.
" Ada apa denganmu? Kau melamun saja sedari tadi. Hampir saja kita menabrak seseorang. " gadis itu sempat panik lantaran takut Arkana telat mengerem mobilnya.
" Maafkan aku. Aku agaknya cukup gugup karena nanti harus berhadapan dengan orang banyak." ungkapnya beralasan.
Gadis itu tiba-tiba menggenggam erat jemari tangan sang suami,
" Kita akan menghadapi semuanya bersama-sama. " ucapnya tulus sambil menatap nanar pria disampingnya.
Hati Arkana menghangat, inilah rasa nyaman yang selama ini ia cari-cari. Dan dirinya mendapatkan semua itu dari sosok Seroja.
" Terima kasih. "
Senyuman manis mengembang sempurna di wajah tampan pria tersebut. Iapun kembali melajukan mobilnya perlahan menuju tempat terselenggaranya acara.
Bersambung...
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini. Kasih like, koment rate lima n vote seikhlasnya buat karya keduaku. Dukungan kalian semangat author untuk terus berkarya. Makasih sebelumnya..
__ADS_1