Istriku Pengawalku (Menikahi Bodyguardku 2)

Istriku Pengawalku (Menikahi Bodyguardku 2)
MEMANTAPKAN SEBUAH PILIHAN


__ADS_3

" Akhirnya masalah ini sudah menemui titik terang. Helena pasti akan sangat terkejut jika sampai ia tahu Papanya juga ditangkap gara-gara masalah ini. " Arkana merasa puas karena kasus itu telah tuntas.


" Iya, kau benar. Aku sangat kasihan melihatnya, tapi mau bagaimana lagi? Dia harus menyesali perbuatannya selama ini. " tambah Seroja.


Keduanya berjalan beriringan, mereka berniat pulang setelahnya. Kini hati Seroja merasa lega, ia terbukti tak bersalah dalam hal ini.


" Seroja? " panggilan seseorang kembali menghentikan langkah keduanya. Seroja berbalik, netranya tertegun melihat siapa pria yang berdiri di hadapannya saat ini.


Ardi segera menghampiri gadis tersebut, ia menggenggam kedua tangan Seroja. Nanar matanya menunjukkan rasa sesalnya saat ini.


Seroja memalingkan wajahnya, rasanya ia tak sanggup menatap Ardi kembali. Hatinya benar-benar sakit saat pria itu seolah acuh ketika dirinya sedang terpuruk.


" Seroja, aku minta maaf karena tak mempercayaimu waktu itu. Saat itu hatiku ditutupi oleh rasa cemburu, sehingga aku tak mampu membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Aku mohon beri aku kesempatan sekali lagi untuk memperbaiki kesalahanku. " ucapnya tulus.


Ingin rasanya Seroja menangis saat itu juga, bagaimanapun Ardi adalah pria pertama yang pernah ia cintai. Dia sudah mengenalnya beberapa tahun lamanya. Sudah banyak kenangan yang terukir diantara keduanya, meskipun hanya dalam hubungan tanpa status.


Seroja menghempaskan tangan pria tersebut, ia berusaha menepis semua perasaan yang ada. Arkana hanya terdiam dan menyaksikan drama percintaan yang ada dihadapannya, ia mengerti bagaimana perasaan gadis itu saat ini.


" Maaf Kak Ardi, aku bisa memaafkanmu. Akan tetapi, untuk mengulangi semua kembali, maaf aku tidak bisa. " gadis itu segera berpaling dan beranjak pergi. Namun, Ardi segera menyusul dan menariknya kembali.


" Seroja, aku mohon. Aku benar-benar menyesali perbuatanku. Aku berjanji tidak akan pernah mengulanginya lagi." pintanya memelas, netra pria itu memerah menahan kesedihan.


Seroja hampir saja terbawa suasana, tapi ia tak boleh lemah.


" Lepaskan aku, kak Ardi. Aku harus pergi." ia berusaha melepaskan diri, tapi Ardi terus saja menahannya.


Arkana menghampiri keduanya dan mendorong Ardi menjauh dari Seroja.


" Hei,, apa kau tak mendengar apa yang dikatakannya barusan? Dia tak ingin lagi bersamamu, kau jangan mengganggunya lagi. " Arkana memperingatkan.


Ardi menatap tajam pemuda itu seolah memendam sakit hati yang begitu dalam.


" Apa hakmu melarangku untuk bersamanya? Kau tidak perlu ikut campur urusan kami. Kalau bukan karena kau, semua ini pasti tidak akan pernah terjadi !"


Ardi mendorong tubuh Arkana, hingga memancing emosi pemuda itu. Keduanya kini saling bersitegang, saat mereka hendak melakukan baku hantam, Seroja segera menengahi keduanya.


" Cukup, Hentikan! " Bentak Seroja sambil memegangi tubuh Arkana. Ia berniat mengajak pria itu bersamanya.


" Kak Ardi ?! Mulai saat ini tolong jangan kau ganggu hidupku lagi karena kini aku akan menjadi calon istrinya. Kami akan menikah setelah dirinya lulus nanti. " ungkap Seroja seraya menahan sesak yang menghujam dadanya.


Ardi begitu terperanjat, rasanya sulit dipercaya jika gadis itu sungguh akan menikah dengan Arkana. Dirinya belum bisa menerima kenyataan.


" Tidak, kau pasti bohong! Katakan kalau semua ini bohong, Seroja! " netranya menunjukkan kepedihan yang mendalam.


Arkana menghela nafas panjang, sebenarnya dirinya juga tidak tega melihat kesedihan pria tersebut.

__ADS_1


" Sebaiknya kau terima kenyataan, kami memang akan segera menikah. Lihatlah cincin yang telah terikat di jari manis kami." ucapnya pelan sambil menunjukkan kedua cincin yang ada ditangan mereka.


Ardi sangat terpukul mendengarnya, kini sebentar lagi iapun akan kehilangan gadis yang menjadi cinta pertamanya. Arkana dan Seroja terpaksa meninggalkan dirinya yang terpuruk seorang diri.


" Tunggu! " Pria itu menahan langkah keduanya.


" Minggu depan aku akan berangkat ke Australia. Aku berharap kau memikirkan keputusanmu sekali lagi. Aku akan selalu menunggumu. " ungkap Ardi yang masih berharap untuk yang terakhir kalinya.


Seroja tak memberi jawaban pada pemuda tersebut, ia memilih untuk pergi. Ia ingin mengubur dalam-dalam perasaannya untuk Ardi selama ini.


...----------------...


Tak terasa seminggu berlalu, Arkana tengah sibuk mempersiapkan untuk wisudanya tahun ini. Iapun terpaksa mengubur mimpinya untuk melanjutkan kuliah ke Amerika sebab dirinya mulai akan diberi tanggung jawab untuk memegang salah satu anak cabang perusahaan keluarganya.


Hati Seroja begitu gelisah, tak lama lagi dirinya akan melepas status lajangnya meskipun hanya sebatas menikah di atas kertas.


Ia merenungi keputusan yang telah ia buat. Rasa sesal terlintas dihatinya saat keluarganya dan keluarga Arkana begitu bahagia dan menaruh harapan besar terhadap pernikahan mereka. Dirinya tak bisa membayangkan betapa kecewanya mereka saat dirinya berpisah dengan Arkana. Atau yang lebih parah lagi, mereka tahu status pernikahannya dengan Arkana yang sebenarnya sebelum hal itu tiba.


Tok...Tok....Tok...


Terdengar seseorang mengetuk pintu kamarnya. Seroja berdiri dan membukakan pintu. Ternyata Aulia yang ingin bertemu dengannya, gadis itu dengan ragu melangkah memasuki kamar Seroja.


Seroja menatap heran sahabatnya tersebut.


" Ada apa? Kenapa kau terlihat gelisah seperti itu? "


" Seroja? Bolehkah aku menanyakan satu hal padamu?" tanyanya ragu.


" Kau ini kenapa? Tentu saja boleh. Memangnya apa yang ingin kau tanyakan sampai kau segugup itu? " cecar Seroja.


" Apa kau benar-benar mencintai kakakku? "


Pertanyaan Aulia membuat gadis itu tercengang, ia bingung harus menjawab jujur atau yang sebenarnya.


" Kenapa kau terdiam? Kalau kau seperti ini, aku sudah bisa menebak apa jawabannya. Tolong kau pikirkan keputusnmu sekali lagi. Jangan sampai kau menyesal nantinya. " nasehat Aulia.


" Aku melihat kak Ardi begitu murung akhir-akhir ini, saat ku tanya ternyata dirinya telah mengetahui rencana pernikahanmu dengan kakakku. Aku sangat kasihan melihatnya, matanya sayu wajahnya pucat dan tubuhnya terlihat lebih kurus. Aku tak tega melihatnya seperti itu. Kumohon, jangan berbohong dengan hatimu. Kau pasti masih mencintainya bukan?"


Seroja kembali terdiam, mulutnya terkunci rapat. Iapun sungguh tak tega mendengar keadaan kak Ardi sekarang.


" Besok dia akan berangkat ke Australia dengan penerbangan pagi. Dia sangat berharap kau akan datang menemuinya. Kumohon pertimbangkan keputusanmu kembali sebelum terlambat. Dia menunggumu disana. "


Aulia menyampaikan apa yang Ardi katakan padanya. Meskipun ia mencintai pria itu, tetapi ia akan lebih bahagia bila melihat orang yang dicintainya juga bahagia.


Seroja nampak berpikir sejenak,

__ADS_1


" Baiklah, aku akan memikirkannya kembali."


Aulia nampak senang, ia berharap gadis itu mau merubah keputusannya.Bagaimanapun sulit mencapai kebahagiaan jika pernikahan tidak dilandaskan cinta, menurutnya. Iapun segera pergi dari kamar gadis itu setelah menyampaikan semuanya.


...----------------...


Pagi ini Seroja nampak bersiap, semalam dirinya tidak bisa tidur memikirkan kata-kata Aulia. Benar, ia tak mau menyesal di belakang hari. Dirinya memantapkan diri untuk menemui pria tersebut.


Gadis itu melihat jam dinding, waktu keberangkatan Ardi hanya tinggal satu jam lagi. Dirinya harus cepat-cepat sebelum terlambat.


Iapun berlari meninggalkan kamarnya dan berniat untuk keluar dari mansion.


" Seroja, kau mau kemana Nak? " langkahnya terhenti seketika saat mendengar suara Bianca dari atas tangga.


" Nyo,,nya. Aku tadinya berniat untuk pergi ke apotik sebentar untuk membeli obat ibu." jawabnya berbohong.


Bianca dengan begitu bersemangat menghampiri gadis itu, ia ingin menyampaikan sesuatu yang penting pada Seroja.


" Kebetulan sekali, kau lebih baik pergi bersamaku. Hari ini rencananya ada fitting baju pengantin dan Mama ingin mengajakmu memilih-milih undangan yang cocok. Mama rasanya begitu senang sekali, akhirnya kau akan menjadi menantuku sebentar lagi. Aku yakin kaulah yang akan mengubah putraku menjadi pria yang baik." wanita itu tiba-tiba memeluk Seroja.


" Terima kasih, Nak. Kau seperti cahaya baru dirumah ini, Mama sangat bersyukur bertemu dengan gadis sebaik dirimu. " Bianca menitikkan airmatanya.


Deg...


Hati Seroja berdebar kencang, kali ini dirinya sungguh sulit mengambil keputusan. Disatu sisi ia ingin menemui cintanya, tapi disisi lain ia tak sanggup mengecewakan wanita yang ada dihadapannya saat ini.


" Bagaimana? Apa kau bersedia ikut denganku?"


Pertanyaan Bianca menimbulkan gejolak tersendiri dihatinya. Ditatapnya nanar wanit paruh baya itu, tersimpan kasih sayang yang begitu besar dari wanita tersebut kepadanya. Rasanya ia tak mampu melukai perasaan Bianca.


" Ba,,baiklah, Nyonya. Saya akan ikut dengan anda. "


Sebuah keputusan besar yang telah ia ambil dalam hidupnya. Rasanya begitu sesak dan perih, tapi ia berusaha untuk tetap kuat dan menerima segalanya.


" Kak Ardi, maafkan aku. Mungkin kita memang tidak ditakdirkan untuk bersama. Semoga kau menemukan jodoh terbaik untukmu." batinnya menangis.


...----------------...


Ardi menatap jam yang bertengger di tangannya, sebentar lagi waktu keberangkatan tiba. Lelaki itu menunduk lesu, nyatanya semua tak sesuai harapannya.


Gadis yang ia tunggu-tunggu sama sekali tidak datang menemuinya. Hatinya terasa hancur, ia harus menerima kenyataan jika Seroja akan menjadi milik orang lain nantinya.


" Selamanya kau akan tetap kucintai dan aku yakin suatu saat kaupun harus kumiliki. " ia mengepalkan kedua tangannya, mencoba melawan apa yang telah digariskan untuknya.


Bersambung...

__ADS_1


Apakah Seroja akan bahagia dengan pernikahan tanpa cinta bersama Arkana?


Terus ikuti liku-liku kehidupan keduanya ya. Jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini. Kasih like koment rate lima n vote seikhlasnya buat karya keduaku. Makasih sebelumya...


__ADS_2