Istriku Pengawalku (Menikahi Bodyguardku 2)

Istriku Pengawalku (Menikahi Bodyguardku 2)
MENGHADIRI KONFERENSI PERS (2)


__ADS_3

Mobil Papa Alvin dan Arkana telah tiba ditempat terselenggaranya acara. Terlihat Papa Alvin dan Mama Bianca turun dari mobilnya. Pasangan yang sudah tidak muda lagi itu masih nampak begitu serasi di usianya yang sudah tidak muda lagi.


Disusul Aulia dan juga Killa yang berjalan di belakang mereka. Seluruh pasang mata sangat mengagumi kecantikan kedua putri pengusaha tersebut.


Kini justru Seroja yang gugup saat akan berhadapan dengan khalayak ramai. Padahal, semenjak dijalan dirinya selalu mensupport Arkana supaya pria itu bisa menghadapi orang banyak. Ia merasa rendah diri melihat beberapa pasangan yang sepertinya semua berasal dari kelas atas.


" Ayo turun. " ajak Arkana yang melihat sang istri mulai berkeringat dingin lantaran gugup.


" A,, aku sepertinya demam panggung." tangannya yang dingin menahan sang suami untuk keluar dari mobilnya.


Arkana membalas genggaman tangan istrinya.


" Kau jangan khawatir. Aku akan selalu berada didekatmu. Kita saling menguatkan satu sama lain." pria itu menenangkan.


Seroja mengangguk tanda mengerti. Arkanapun segera turun sambil menjinjing sepasang highheels milik istrinya. Ia membukakan pintu mobil sang istri, lalu memakaikan sepatu itu di kedua kaki Seroja. Wajah gadis itu kembali merona mendapatkan perlakuan manis dari Arkana.


Semua mata terpusat pada keduanya, mereka bersorak sorai melihat pasangan yang baru saja menunjukkan keromantisannya. Arkana melingkarkan tangannya di pinggang sang istri dengan possesive.



Seketika gelenyar aneh dirasakan kembali oleh Seroja. Tanpa sengaja kedua netra itu bertatap, keduanya tersenyum hangat. Mereka sudah tak ingin lagi membuat pembatas diantara keduanya.


" Pa, Anak kita ternyata bisa romantis juga." ucap Bianca senang. Sedari tadi dirinya memperhatikan kedua pasangan itu.


" Tapi, Papa juga tak kalah romantis bukan? Dia memang mewarisi sifat Papanya. " ungkap Alvin bangga. Sang istri seketika mencubit pinggangnya karena gemas.


Arkana dan Seroja menghampiri keluarga yang lain. Mereka bersama-sama masuk ke dalam gedung tempat konferensi pers berlangsung sebelum syukuran peresmian pengangkatan Arkana dimulai.


Alvin dan keluarganya memberikan sambutan pada beberapa media. Mereka bersyukur karena acara bisa berjalan dengan baik.


Kini giliran Arkana yang memberikan sambutan serta menjawab pertanyaan dari para awak media.


Sebagai Eksekutif Muda yang baru meniti kariernya, dirinya termasuk pengusaha yang berhasil mencapai kesuksesan di awal kariernya. Pria itu bahkan telah mendapatkan tender dari perusahaan besar dengan kemampuannya sendiri.


Salah satu awak media tiba-tiba melontarkan sebuah pertanyaan padanya.


" Tuan, sebagai pengusaha muda sukses. Manakah yang lebih penting bagi anda karier atau asmara?"


Pertanyaan itu sontak membuat Arkana terkekeh mendengarnya. Namun, beberapa saat dirinya kembali memasang wajah serius.

__ADS_1


" Keduanya berjalan secara beriringan. Saya bisa sukses seperti sekarang juga tak terlepas dari dukungan yang diberikan oleh istri dan juga keluarga. Tanpa mereka, saya tidak mungkin bisa meraih semua ini."


Semua yang ada didalam ruangan bertepuk tangan mendengar jawabannya. Wartawan lain kini berganti mengomentarinya.


" Tuan, sepertinya anda sangat mencintai istri anda. Saya lihat kalian berdua begitu mesra dari depan."


Wajah Seroja bersemu merah kembali, ia tak menyangka masalah rumah tangganya akan dibahas disini.


Arkana menatap nanar wanita itu saat pandangan keduanya bertemu. Sebuah kalimat yang rasanya ingin sekali ia keluarkan lewat mulutnya, kini sepertiny menemukan wadah yang tepat.


" Aku sangat mencintainya. "


Deg....


Jantung Seroja berdetak tak karuan kembali. Tatapan Arkana serta kalimat yang terlontar dari mulutnya seolah tulus berasal dari dalam lubuk hatinya.


" Apa aku hanya terbawa perasaan? Atau aku yang terlalu berharap bahwa itu adalah ungkapan perasaan yang sesungguhnya." ia menelan kasar ludahnya lantaran hingga saat ini keduanya masih saling bertukar pandang.


" Tuan, jangan dilihat terus-terusan, cium saja. Kami tahu kalian masih pengantin baru. " Kelakar salah satu awak pers untuk mencairkan suasan, dikuti sorak sorai dari yang lain supaya keduanya berciuman.


Seroja dan Arkana menatap ke arah media. Untuk kedua kalinya mereka diminta berciuman didepan umum. Akan tetapi, waktu itu Arkana hanya berpura-pura menciumnya. Ia tidak yakin pria itu akan melakukannya saat ini dengan sengaja.


Ucapan Arkana begitu mengejutkannya, dengan terpaksa ia menuruti kemauan pria tersebut. Keduanya saling berhadapan dan kembali bertukar pandang. Seroja kembali kaget saat pria itu mendekatkan wajah kearahnya. Dengan spontan iapun memejamkan matanya.


Cup....


Sebuah ciuman yang cukup dalam dari Arkana berhasil mendarat di puncak kepalanya. Seroja membuka netranya kembali, gadis itupun tersenyum ke arahnya.


" Entah itu terpaksa lantaran tuntutan media ataukah ciuman itu tulus dari dasr hatimu. Aku sungguh- sungguh mengharapkannya. Aku mencintaimu. " batinnya berbicara.


Tepuk tangan membahana meliputi ruangan tersebut. Rencananya mereka akan menjadi cover salah satu majalah bisnis yang bertajuk " Kesuksesan Pengusaha Muda dalam menggapai Karier dan Asmara."


...----------------...


Acara konferensi pers telah usai. Kini keluarga tersebut kembali menemui para tamunya untuk menggelar syukuran pengangkatan Arkana di kantor barunya. Setelah melakukan pemotongan rangkaian bunga, kini mereka mengadakan acara jamuan makan.


Alvin dan Bianca bersama Killa tengah sibuk menyapa tamu dari kalangan rekan bisnis serta sahabat-sahabatnya.


Arkana dan Serojapun tak kalah sibuknya. Mereka banjir ucapan selamat atas pengangkatan Arkana dan atas pernikahan keduanya yang baru berusia seumur jagung.

__ADS_1


Arzelpun ternyata menjadi salah satu tamu undangan disana sebagai wakil dari kedua orang tuanya. Setelah menyapa Alvin dan Bianca, dirinya segera menghampiri Arkana dan Seroja untuk mengucapkan selamat pada mereka.


" Bro, selamat atas pengangkatanmu. Ku sangat beruntung, harusnya saat ini aku juga sudah memegang perusahaan sepertimu. " ungkapnya kecewa pada dirinya sendiri.


Arkana menepuk bahu sahabatnya,


" Kau tidak perlu bersedih. Aku yakin taun depan kau pasti sudah bisa menguasainya. Kau harus memperbaiki sikapmu yang dulu-dulu." Arkana sedikit banyak tahu mengenai masalah yang dialami Arzel sewaktu di Amerika.


" Terima kasih." ucapnya datar. Ia berganti menatap ke arah Seroja. Arkana mulai berjaga-jaga sambil memperhatikan keduanya.


" Seroja, kau cantik sekali malam ini. Aku hampir tidak mengenalimu. " pujinya pada gadis itu.


Seroja hendak mengeluarkan kata-kata, namun tiba-tiba Arkana memeluk erat pinggangnya dan ikut menyela pembicaraan.


" Tentu saja. Istriku hanya akan berdandan cantik di depanku atau jika aku


memintanya. Dia benar-benar wanita penurut. " jawabnya sambil menekannkan kata-katanya.


Arzel tersenyum sinis, pria ini sangat pencemburu menurutnya.


" Baiklah, aku tidak akan mengganggu kemesraan kalian. Lebih baik aku menikmati hidangan yang ada disini. Seroja, jangan jauh-jauh dari suami pencemburumu itu.." ledeknya sebelum pergi.


Keduanya menatap kepergian Arzel. Batin Seroja bertanya-tanya, benarkah yang baru saja Arzel ucapkan? Seroja melirik tangan Arkana yang melingkar dipinggangnya, seketika pria itu melepaskannya lantaran malu atau takut Seroja berpikir ia mengambil kesempatan darinya.


Kini netra Arzel menjelajah mencari gadis yang sejak tadi belum ia temukan keberadaannya.


Sebuah senyum merekah sempurna dibibirnya.


" Dia cantik sekali malam ini." batinnya sambil memandangi gadis itu dari kejauhan.


"




Bersambung....


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini. Kasih like , koment ,rate lima n vote seikhlasnya buat karya keduaku. Dukungan kalian semangat author untuk terus berkarya. Makasih sebelumnya..

__ADS_1


__ADS_2