Istriku Pengawalku (Menikahi Bodyguardku 2)

Istriku Pengawalku (Menikahi Bodyguardku 2)
KEGALAUAN ARKANA


__ADS_3

Sebulan kemudian....


Aaarrrghhhh...


Arkana memegangi kepalanya yang terasa berat. Ia merasa sulit untuk berkonsentrasi pada pekerjaannya. Kematian sang istri benar-benar menjadi pukulan berat untuknya.


" Aku sungguh tidak bisa hidup tanpamu. Bagaimana aku bisa menghabiskan hari-hari tanpa kehadiranmu disisiku?"


Pria itu merutuki nasib buruk yang menimpanya. Padahal ia sudah berusaha keras melupakan sang istri dengan menyibukkan diri pada pekerjaan. Namun, setelah urusannya beres, iapun kembali dirundung kesedihan karena teringat istrinya kembali.


Pria itu beranjak dari kursinya kemudian mengambil beberapa botol alkohol yang tersembunyi di balik rak dokumen. Yah, barang tersebutlah yang menemaninya akhir-akhir ini sebagai cara untuk bisa melupakan sejenak beban berat yang bertumpu di pundaknya.


Arkana mulai membuka botol tersebut, namun dirinya segera mengurungkan niatnya dan menyembunyikan botol itu kembali saat mendengar seseorang memasuki ruangannya.


Tap...tap..tap...


Suara sepatu yang berbenturan dengan lantai kini mengalihkan perhatian pria itu. Netranya melirik tajam, kala ia melihat siapa yang memasuki ruangannya kali ini. Sepertinya wanita itu seolah tidak jera mengusik kehidupannya.


" Untuk apa kau kemari? Bukankah aku sudah memperingatkan padamu untuk tidak mengganggu hidupku lagi? Sepertinya kau memang ingin mendapat pelajaran dariku." sindirnya sinis.


Aluna menyeringai senang, dirinya seolah tak peduli dengan ancaman Arkana. Ia berjalan mendekat dan duduk berhadapan dengan pria tersebut.


" Aku kesini hanya ingin mengucapkan rasa belasungkawaku atas meninggalnya istrimu. Aku baru mendengar berita itu dari Reihan. Kau jangan berburuk sangka padaku." sangkalnya pada Arkana.


Pria itu terdiam sejenak, netranya meyorot tajam pada wanita didepannya.


" Baiklah, terimakasih. Sekarang kau bisa pergi dari sini." ucapnya dingin.


Aluna mencebikkan bibirnya, ia kesal pria itu tidak punya sikap basa basi sama sekali. Iapun mengatakan tujuan kedatangannya yang sebenarnya.


" Aku kesini ingin memberikan ini kepadamu."


Ia memperlihatkan beberapa foto yang berhasil dicetaknya. Apalagi kalau bukan foto saat dirinya merayu Arkana saat di Jepang. Difoto itu nampak dirinya yang memakai pakaian kurang bahan sedang memeluk dan mencium Arkana.


Pria itu menyeringai,


" Apa maksudmu? Jadi kau ingin mengancamku dengan jebakan bodohmu ini. Heh! Jangan harap kau bisa mengambil keuntungan dariku." tegas Arkana.


" Terserah kalau kau tak peduli. Aku bisa saja menyebarkan foto seperti ini ke publik maupun keluargamu. Foto ini asli bukan rekayasa, tentunya mereka akan kecewa dan berpikir buruk tentangmu. Kau pergi ke Jepang hanya untuk menghabiskan waktu bersamaku." pikir Aluna senang.


Arkana kembali menyeringai sinis, menurutnya wanita itu memiliki pemikiran yang dangkal.


" Hanya dengan foto seperti ini? Kau pikir aku anak kecil yang bisa kau ancam begitu saja. Ingat, jika kau berani menyulut api kemarahanku. Maka kaupun akan terbakar didalamnya." ancamnya kesal.


Aluna menatap dalam pada pria tersebut, sikap Arkana terlalu dingin dan kaku terhadapnya.

__ADS_1


" Kau tahu kenapa aku melakukan hal bodoh semacam ini? Itu semua karena aku begitu mencintaimu. Cinta yang telah membuatku gila dan gelap mata hingga aku rela menjatuhkan harga diriku kepadamu. Cintamu yang telah menjeratku dalam belenggu kesedihan akibat pengkhianatan yang kau lakukan." ungkapnya berderai air mata.


" Dan sekarang, setelah aku tahu wanita itu tiada, aku dengan tidak tahu malunya menawarkan diri kepadamu setelah kau buang. Namun, kau pun kembali mencampakkan dan membuangku seperti sampah. Dimana hati nuranimu! Tega sekali kau bersikap tidak adil padaku. Kau benar-benar tak berperasaan!" aktingnya seolah dirinya hanya sebagai korban disini.


Arkana terdiam sesaat, airmata wanita adalah salah satu kelemahannya.


" Lalu apa maumu sebenarnya?" kini ia lebih memperhalus tutur bahasanya.


" Tolong berikan aku kesempatan sekali lagi untuk bisa merebut tempat dihatimu. Kita ulangi semua dari awal, aku yakin perasaan itu akan kembali tumbuh dihati kita. Bagaimanapun kau tidak bisa berlarut dalam kesedihan, kau pun harus bisa bangkit dan menata hidupmu yang baru. Ini nasehatku sebagai seorang sahabat." rayunya mulai menjilat lidah.


Arkana membuang kasar nafasnya, memang benar dirinya harus mencoba bangkit dan mengikhlaskan kepergian Seroja. Tapi, mungkinkah hal itu bisa terwujud lewat kembali merajut hubungan dengan Aluna?


" Baiklah. Aku akan mencoba menata kembali semua dari awal denganmu. Akan tetapi, aku tidak bisa berjanji untuk mampu mencintaimu kembali. " ucapnya datar.


Mendengar kata-kata itu keluar dari mulut Arkana membuat Aluna berbinar seketika. Paling tidak ia memiliki kesempatan untuk mendapatkan hati pria tersebut. Memang cara halus adalah yang paling tepat untuk menaklukkan pria itu sepertinya.


" Terima kasih. Aku akan berjuang dengan segenap kemampuanku. Aku akan menjadi Aluna yang dulu, wanita yang begitu engkau cintai."


Aluna menyodorkan tangannya untuk berjabat tangan sambil mengembangkan senyumnya dengan sempurna. Arkana menatap sekilas wanita itu dan membals uluran tangannya. Dengan perasaan begitu senang, Alunapun meninggalkan tempat itu setelahnya.


Arkana menatap seluit itu keluar meninggalkan ruangannya. Tatapannya kembali menyorot tajam penuh dendam.


" Aku tidak akan pernah mengampunimu jika sampai aku tahu kau ada hubungannya dengan kematian istriku." tekadnya sambil mengepalkan jemari tangannya.


...----------------...


Tubuh Aluna bergetar hebat dan jantungnya seolah berpacu dengan kencang. Wanita itu merasa seakan dirinya akan dijemput oleh malaikat kematian.


Glenn hanya menyeringai licik, gadis itu akhirnya kembali padanya setelah beberapa lama mencoba menghindar darinya. Aluna memang berpikir jika Glenn berhasil membunuh Seroja, urusannya dengan pria itu akan selesai dan dirinya bisa fokus mendekati Arkana.


Pria itu menjambak rambut Aluna dengan kasar,


" Kau pikir bisa pergi begitu saja dariku? Kau tahu bukan mangsa yang kudapat tidak akan kulepaskan begitu saja. Berai sekali kau membuangku setelah keinginanmu tercapai! " bentaknya berbalut emosi.


Aluna meringis kesakitan, dirinya merasa mati adalah lebih baik saat ini. Apalagi pria tersebut semakin memperkuat jambakannya.


" Tolong maafkan aku. Aku berjanji akan menuruti perintahmu. Aku mohon berikan obat itu padaku."


Glenn memberi kode pada anak buahnya untuk memberikan obat terlarang itu pada Aluna. Seperti binatang kelaparan wanita tersebut mengkonsumsi shabu yang diberikan padanya dalam dosis cukup besar. Nyawanya seolah kembali lagi pada raganya setelah beberapa saat mengkonsumsi obat tersebut.


" Terima kasih." ungkapnya lega.


Glenn kembali menyeringai licik,


" Setelah ini aku tidak akan memberikannya cuma-cuma padamu. Segera dapatkan pria itu dan keruklah seluruh hartanya. Aku sudah mulai bosan menikmati tubuhmu ini." sindirnya sinis.

__ADS_1


" Benarkah? "


Aluna mengalungkan kedua tangannya ke tengkuk pria tersebut untuk menggodanya. Ia mulai membuka satu persatu kancing kemeja seksinya satu persatu hingga menampakkan kedua bukit kembarnya yang menantang.


Glenn menelan salivanya kasar dan mulai meraba benda kenyal yang ada dihadapannya saat ini. Ia mengkode anak buahnya untuk segera keluar lantaran tak sabar menikmati tubuh wanita tersebut.


...----------------...


Seroja mulai tak sabar, sudah sebulan ini dirinya hanya diam dikamar tanpa melakukan apa-apa. Padahal, dirinya sudah ingin sekali bertemu dengan sang suami. Tapi, Nyonya Almira terus saja menahannya.


Akhirnya ia berinisiatif untuk memohon kembali pada wanita tersebut. Ia mencoba mendatangi kamar Almira dan mengatakan maksud dan tujuannya.


Namun, saat hendak menuju tempat tersebut tanpa sengaja ia melihat Almira sedang mengobrol dengan asistennya di ruang kerjanya. Kebetulan pintu sedikit terbuka, ia penasaran dengan apa yang dibicarakan keduanya.


" Maaf Nyonya, saya telah menyelidiki kasus percobaan yang melibatkan Nona Seroja. Ternyata pelakunya tak lain adalah salah satu geng mafia berbahaya di kota ini. Mereka terkenal licik dan sangat rapi dalam melakukan aksinya." jelas sang asisten.


Seroja terkesiap mendengarnya, ia tak menyangka kasusnya melibatkan seorang mafia. Tapi, kenapa dan bagaimana bisa dirinya terlibat dengan mereka padahal ia tak mengenalnya sama sekali.


" Bagus,, lanjutkan terus penyelidikanmu. Aku tidak bisa tenang jika dia belum bisa pulang dengan aman." ungkap wanita yang begitu peduli dengan Seroja.


" Baiklah, Nyonya. Tapi, bolehkah saya tahu mengapa anda begitu peduli dengan Nona itu? Bukankah anda sendiri baru mengenalnya? " tanya pemuda itu penasaran.


Nyonya Almira menerawang jauh mengingat kembali masa lalunya,


" Dia mengingatkanku pada cucuku, Andara. Saat dirinya terbujur tak sadarkan diri dan berjuang mempertahankan bayinya, seketika saat itu aku teringat cucuku yang bunuh diri dalam keadaan hamil." netranya berkaca-kaca mengenang hal itu.


" Kesalahan terbesarku adalah menentang hubungannya dengan sang kekasih. Aku tidak suka karena pemuda itu hanya ingin mempermainkan cucuku. Benar saja, setelah Andara menyerahkan harta paling berharga dalam hidupnya pemuda itu justru meninggalkannya begitu saja.


" Cucuku frustasi saat mengetahui dirinya sedang hamil. Ia mencoba bunuh diri dengan menabrakkan diri pada sebuah mobil. Hatiku sangat tersayat mendengar kabar itu. Aku segera kesana dan membawanya kerumah sakit. Namun, semuanya terlambat, cucu dan buyutku meninggal setelah Dokter tak sanggup lagi berbuat lebih." airmatanya meleleh mengingat betapa sakitnya melihat sang cucu meregang nyawa di depannya.


Seroja ikut iba mendengarkan cerita wanita tersebut. Ia tak bisa membayangkan betapa sakitnya kehilangan orang yang kita sayangi dan itu mungkin dirasakan oleh suaminya saat ini.


Ketika dirinya mulai terbawa suasana iapun memutuskan untuk pergi meninggalkan tempat tersebut. Namun, tanpa sengaja ia menyenggol guci yang ada di belakangnya.


Pyaaarrrr...


Netranya membola saat melihat guci itu hancur berkeping- keping.


" Apa yang sedang kau lakukan disini! "


Dirinya terkesiap saat menyadari Nyonya Almira ada dihadapannya sekarang.


Bersambung....


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini. Kasih like koment rate lima dan vote seikhlasnya buat karya keduaku. Dukungan kalian semangat author untuk terus berkarya. Makasih sebelumnya..

__ADS_1


__ADS_2