Istriku Pengawalku (Menikahi Bodyguardku 2)

Istriku Pengawalku (Menikahi Bodyguardku 2)
MENCOBA MELARIKAN DIRI


__ADS_3

Seroja menangis dalam biliknya, ia merutuki kebodohannya kemarin. Bagaimana bisa ia setuju untuk menikah dengan seorang bandot tua seperti Juragan Jarot?


Hatinya bergejolak, kini dirinya bimbang harus menikah atau tidak dengan pria tersebut.


" Lebih baik aku pergi dari sini sebelum terlambat. Aku benar- benar tidak sanggup jika harus menikah dengan lelaki tua dan keji seperti pria itu."


Gadis itu menatap jendela ventilasi yang cukup tinggi dari dalam kamarnya. Agak sempit, tapi sepertinya masih muat jika dia memanjat dan masuk ke dalamnya.


" Maafkan Seroja, Bapak. Aku tidak sanggup jika harus hidup bersama bandot tua seperti Juragan Jarot. " netranya berkaca-kaca. Antara tega atau tidak, tapi gadis itu akhirnya memutuskan untuk berusaha pergi darisana.


Dirinya hendak memanjat jendela tersebut, tapi ia mengurungkan niatnya saat terdengar seseorang mengetuk pintu kamarnya.


*Tok...Tok...Tok....


Ceklek*...


Seroja membuka pintu kamarnya untuk memastikan siapa yang datang.


" Bapak?" ia terkejut melihat siapa yang berdiri dihadapannya saat ini.


" Seroja, maafkan Bapak Nak." Pak Anwar tiba-tiba memeluk putrinya. Netranya kini berderai airmata, pria itu menunjukkan penyesalan terdalamnya.


Serojapun tak dapat membendung air mata melihat sang ayah begitu bersedih. Ia membalas pelukan lelaki itu. Dirinya merasakan kehangatan sosok seorang ayah yang selama ini belum pernah ia rasakan.


Memang semenjak dulu Anwar kurang memperhatikan keluarganya, ia terlalu asyik dengan dunianya sendiri. Hal itu sekarang yang menjadi penyesalan terbesar dalam hidupnya, menelantarkan anak dan istrinya. Bodohnya lagi, penyesalan itu datangnya baru sekarang. Disaat putrinya rela mengorbankan diri menjadi istri seorang bandot tua sebagai pelunasan hutang.


" Bapak tidak bisa membiarkanmu menikah dengan lelaki kejam itu, Nak. Kau tak perlu menanggung semua dosa-dosaku. Bapak minta maaf karena selama ini tidak pernah memberikan kasih sayang pada kalian. " dada Pak Anwar sesak meratapi penyesalannya.


Ia menatap dalam pada putrinya.


" Sekarang kau cepat pergilah darisini. Bapak akan mengalihkan perhatian para penjaga diluar." bisiknya pada putri sulungnya.


Seroja tertegun dengan apa yang disampaikan Bapaknya barusan. Ia membawa pria tersebut masuk kedalam terlebih dahulu sambil memperhatikan barangkali ada yang menguping pembicaraannya.


Setelah memastikan semua aman, iapun melanjutkan pembicaraannya.

__ADS_1


" Tidak, Pak. Kita sama-sama pergi dari sini. Kalau sampai Juragan Jarot tahu aku kabur, pasti dia akan marah besar. Aku tidak ingin lelaki itu menyakiti Bapak." ajak Seroja.


Pak Anwar menggelengkan kepala, ia yakin hal itu pasti tidak akan berhasil.


" Tidak, Nak. Itu terlalu beresiko. Kondisi Bapak sedang lemah, tidak mungkin aku bisa berjalan jauh. Anak buah Juragan Jarot pasti bisa menangkap kita dengan mudah. Kau pergilah sendiri, jangan khawatirkan Bapak. Bapak ikhlas jika harus berkorban untukmu, sebagai penebus dosa-dosa Bapak selama ini." tutur pria itu tulus.


Seroja menatap nanar sang ayah, iapun tak ingin kehilangan sosok ayah yang baru bisa ia rasakan sekarang ini.


" Tidak, aku tidak mau. Aku tidak akan pergi kecuali jika Bapak mau ikut pergi denganku. " paksa gadis keras kepala tersebut.


Keduanya saling beradu pendapat, tapi Seroja tetap pada pendiriannya. Dengan terpaksa Pak Anwar menuruti kemauan gadis tersebut. Seroja mengurungkan niatnya untuk keluar melalui jendela ventilasi lantaran ayahnya tidak mampu melakukannya.


Ia meminta Pak Anwar keluar kamar terlebih dahulu dan mengajak ngobrol para penjaga didepan. Saat perhatian mereka teralihkan, Seroja memukul keduanya hingga pingsan.


Rencana mereka berhasil, keduanya kompak berlari menyusuri lorong yang cukup gelap disana. Seroja sedikit merasa aneh, tumben sekali juragan jarot tidak memperketat penjagaannya.


Ia berlari sambil menuntun sang ayah, tapi tiba-tiba langkahnya terhenti saat beberapa orang muncul dari arah depan.


" Kau mau lari kemana, sayang? "


Suara itu tak asing bagi Seroja, ternyata Juragan Jarot sudah mengetahui rencananya. Keduanya berbalik, ternyata merekapun dikepung dari arah belakang.


Seroja memasang sikap waspada, yang terpenting saat ini baginya adalah keselamatan sang ayah. Ia melindungi lelaki itu dari balik punggungnya.


Tanpa ia sadari juragan Jarot telah memberi kode pada anak buahnya yang berada di belakang Seroja untuk menangkap Anwar. Ia sengaja mengalihkan perhatian Seroja padanya.


Seroja tersentak saat menyadari sang ayah telah berhasil ditangkap kembali oleh anak buah juragan Jarot. Ia hendak berlari mengejarnya, namun suara peluru menghentikan langkahnya.


Dor...Dor ...Dor...


" Kuperingatkan sekali lagi. Berhenti atau aku bisa saja meledakkan isi kepala Bapakmu dengan peluru ini. " ancam bandot tua itu tegas. Pria itu menyeringai lantaran gadis itu mulai menurut padanya.


Ia kembali mendekati Seroja yang dian ditempatnya. Pria itu mencengkeram dagu Seroja,


" Bagus anak manis, menurutlah seperti ini. Seharusnya kau merasa beruntung, aku masih menghormatimu sebagai calon istriku. Kalau tidak, aku pasti tidak segan-segan mencabik tubuhmu ini di depan seluruh anak buahku." tampang pria itu begitu bengis, Seroja tak menyangka pria itu lebih kejam dari yang ia pikirkan.

__ADS_1


Kalau saja nyawa ayahnya tidak sedang terancam pasti sudah ia tendang lelaki yang hampir bau tanah menurutnya. Namun, dirinya bukan orang yang mudah mengontrol diri, tanpa aba-aba gadis itu langsung menendang Juragan Jarot hingga terjengkang ke lantai.


Bruuughhh...


Pria itu terjatuh, amarahnya sudah sampai ke ubun-ubun sekarang.


" Dasar gadis tidak tahu diuntung! Kau masih berani melawan. Kalian! Beri pelajaran pada Anwar didepan putrinya.


Anak buah juragan Jarot langsung memukuli Pak Anwar yang lemah tak berdaya, pria itu tak punya tenaga untuk melawan anak buah Juragan Jarot yang begitu banyak.


" Jangan! Jangan sakiti Bapak. " teriak Seroja. Ia hendak menolong ayahnya, tapi anak buah juragan jarot yang lain menghalangi jalannya.


Dengan terpaksa gadis itu menghampiri juragan jarot untuk memohon pertolongan padanya.


" Aku mohon hentikan semua ini. Tolong lepaskan Bapak. Aku berjanji tidak akan melawan atau kabur darimu lagi. " mohonnya dengan berderai airmata.


Juragan Jarot menyeringai senang,


" Kali ini aku memberimu kesempatan kedua. Lebih baik kau menyiapkan dirimu untuk pernikahan kita besok. Aku sudah tidak sabar menikmati tubuhmu. " ucapnya penuh nafsu.


" Kalian bawa Anwar dan ikat dia sampai acara ijab kabul dimulai. Aku tidak mau kalau sampai mereka mencoba kabur kembali. "perintahnya pada anak buahnya.


Merekapun meninggalkan Seroja seorang diri ditengah gelapnya lorong tersebut. Ia menjatuhkan dirinya kelantai, rasanya sungguh tak berguna segala daya upaya yang telah ia lakukan untuk mencegah pernikahan itu. Air matanya menganak pinak meratapi nasib buruk yang menimpanya.


" Ya Alloh, kenapa nasibku seburuk ini. Apakah sudah takdirku menikah dengan lelaki tua dan kejam seperti itu? Tidak adakah setitik harapan agar aku bisa terlepas dari jeratan ini? " rasanya ia sudah mulai berputus asa.


...----------------...


Sementara itu, Arkana telah menghubungi Papanya. Ia meminta pertolongan agar Papanya mengirimkan beberapa bodyguard untuk membantunya. Dirinya menceritakan tentang apa yang sedang menimpa Seroja dan Bapaknya sekarang ini.


Alvin menyayangkan, dirinya sedang berada diluar kota saat ini untuk menyelesaikan tender besar miliknya. Kalau tidak dirinya sendiri pasti akan ikut turun tangan menyelesaikan masalah ini. Tapi, ia telah menyuruh banyak bodyguard untuk menolong putranya.


Arkana mengamati kediaman juragan jarot dari jauh. Dirinya tidak bisa bertindk sendiri sebab memang penjagaan disana sangat ketat dan anak buah lelaki itu cukup banyak.


" Semoga aku tidak terlambat menolongnya. "

__ADS_1


Bersambung....


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini. Kasih like, koment, rate lima dan vote seikhlasnya untuk karya keduaku. Dukungan kalian semangat author untik terus berkarya. Makasih sebelumnya...


__ADS_2