Istriku Pengawalku (Menikahi Bodyguardku 2)

Istriku Pengawalku (Menikahi Bodyguardku 2)
HARI PERTAMA MENJADI PENGAWAL ARKANA


__ADS_3

Bianca benar-benar bahagia kali ini, namun ia tak ingin mengungkapkan kebahagiaaannya didepan Arkana.


Ia tetap berusaha memasang wajah tegas agar tetap terlihat bijaksana.


" Baiklah kalau kau setuju. Mama akan memanggil Aulia dan Seroja kemari. " Biancapun pergi sebentar, ia meminta kedua gadis tersebut untuk ikut bersamanya ke ruang keluarga.


Arkana melirik kedatangan Seroja dan Aulia. Kedua gadis itu bingung, untuk apa Mama Bianca memanggilnya.


" Aulia, untuk besok dan seterusnya Mama terpaksa harus menyuruhmu kembali berangkat sendiri. Seroja akan berangkat bersama Arkana, Mama akan meminta supaya jadwal kuliah mereka disamakan." jelas Bianca pada putrinya.


Aulia seakan tak percaya dengan apa yang didengarnya. Iapun secara spontan mengutarakan pertanyaan yang ada di otaknya saat ini.


" Apa Kak Arkana dan Seroja jadi menikah, Ma?" pertanyaan tersebut sontak membuat Seroja kaget.


" Tidak, Nyonya. Saya mohon, saya belum ingin menikah. Saya masih ingin menuntut ilmu dan mendapatkan karier yang bagus. " Seroja merasa cemas.


Tadinya ia memang berniat untuk kuliah dan mencari pekerjaan yang mapan, setelah itu ia akan pergi meninggalkan keluarga Pramudya setelah membayar semua kebaikan mereka.


Bianca tersenyum menanggapi pertanyaan yang dilontarkan putrinya dan penolakan yang dilakukan Seroja.


" Mama tidak akan menjodohkan mereka. Akan tetapi, mulai besok Seroja akan menjadi pengawal pribadinya." jelas Bianca pada putrinya.


Aulia tersenyum senang, dalam hati ia tahu bahwa Mamanya ingin mendekatkan keduanya. Iapun berharap mereka bisa saling menyukai satu sama lain, dan dirinya memiliki kesempatan untuk mendekati Ardi. Ia tak mungkin menikung dari belakang jika seandainya Seroja masih menyukai pria tersebut.


Serojapun bernafas lega, akhirnya ia terbebas dari perjodohan tersebut. Meskipun dirinya harus sering bersama pria itu, setidaknya ia tidak harus menikahinya.


" Baiklah, Ma. Aulia mengerti, kami masih bisa bersama setelah di kampus. " ungkap Aulia senang. Biancapun meminta putrinya untuk kembali ke kamar terlebih dahulu sebab ia masih ada urusan dengan Seroja dan Arkana.


Kedua insan itu tertunduk sambil sesekali melirik dengan penuh kekesalan pada rivalnya. Bianca dan Alvin hanya mampu geleng-geleng kepala menyadari keduanya yang sudah seperti kucing dan tikus.


" Seroja, mulai besok kau kutugaskan untuk mengawasi putraku dan melaporkan semua yang dilakukannya dikampus. Laporkan saja padaku jika dirinya masih senang memainkan wanita apalagi berbuat kurang sopan. Aku akan membayarmu tiap bulan dengan gaji 10 juta perbulan. " perintah Bianca pada gadis tersebut.


Seroja mendelik saat mendengar nominal yang akan diberikan oleh Bianca padanya. Ia rasa jumlah tersebut terlalu besar baginya setelah apa yang dilakukan keluarga itu padanya.

__ADS_1


" Nyonya, aku tidak akan mau menerima gaji sebesar itu. Kalian telah begitu baik pada keluarga kami. Aku lebih ikhlas walaupun tidak dibayar, anggap saja ini sebagai balasan karena kalian telah membiayai pendidikanku dan adikku serta biaya pengobatan ibu." tolak Seroja halus.


Bianca merasa bangga pada gadis tersebut, ia semakin yakin bahwa Seroja adalah gadis yang baik.


" Baiklah kalau itu maumu. Aku akan tetap membayarmu seperti pelayan yang lain. Untuk kebutuhan keluargamu, itu semua adalah tanggung jawabku, kau tak perlu memikirkannya.


" Terima kasih, Nyonya. " ungkap Seroja lega.


Arkana menatap gadis itu dengan perasaan kesal, entah kenapa rasanya semakin hari ia semakin membenci Seroja. Ia yakin bahwa gadis itu hanya ingin mencari muka didepan Mamanya dengan berpura-pura baik.


...----------------...


Hari ini adalah kali pertama Seroja menjadi pengawal pribadi Arkana. Ia telah bersiap disamping mobil pria tersebut beberapa menit sebelum jam keberangkatan tiba.


Arkana segera berangkat setelah berpamitan dengan Mamanya. Ia heran dengan keberadaan Seroja disamping mobilnya.


" Apa yang kau lakukan disini? Apa kau ingin merusak mobilku kembali? " ia curiga gadis itu ingin membalas dendam padanya.


Seroja membuang nafas kasar, sebenarnya ia enggan meladeni pria dihadapannya. Namun, karena sekarang harus bekerja untuk Arkana, mau tidak mau ia harus berlaku sopan padanya.


Arkana tersenyum sinis, rasanya geli sekali bila dirinya harus memiliki pengawal seorang wanita.


" Memangnya kau bisa menyetir? Kau hanya gadis kampung, mana pernah mengendarai mobil. " ejeknya pada Seroja.


Gadis itu berusaha menahan kekesalan pada majikan barunya, ia berusaha tersenyum meskipun kata-kata pria itu membuat gatal telinganya.


" Tentu saja bisa, aku terbiasa mengendarai angkot selama ini. Kurasa sepertinya samasaja mengendarai keduanya. "


Arkana mendelik seketika saat mendengar ucapan gadis itu barusan.


" Kau pikir, mobil sport mewahku ini sama seperti angkot murahan. Kau benar-benar gila."


Seroja enggan menanggapinya kembali, dengan sopan ia meminta pria tersebut untuk membuka mobilnya.

__ADS_1


Bagian dalam mobil terpampang nyata didepannya, ia begitu kagum melihat interior didalam mobil tersebut. Arkana tertawa sinis saat melihat gadis yang menurutnya kampungan itu terpukau oleh mobilnya.


Ia melemparkan kunci mobil ke arah Seroja, gadis yang sedang asyik melihat interior mobil itu gelagapan, namun ia berhasil menangkap kunci itu dan mulai duduk hendak menjalankan kemudi.


Arkana duduk dibelakang, namun dirinya merasa ragu gadis itu mampu mengendarai mobilnya.


" Tunggu, aku lebih baik duduk didepan. Aku takut kau malah membuatku celaka." pintanya saat gadis itu mulai menghidupkan starter.


" Terserah kau saja." Seroja tampak tak peduli pria itu hendak duduk dimana.


Seroja sedikit kebingungan, memang sepertinya mobil itu berbeda dengan angkot.


Arkana ingin tertawa melihat gadis yang sepertinya sedang kebingungan itu.


" Benarkan dugaanku, gadis kampung sepertimu tidak akan mengerti cara mengendarai mobil mewah. " ejeknya kembali.


Seroja mulai tak mampu menahan emosinya, ia mulai terpancing oleh sindiran pria tersebut. Dengan sengaja ia menginjak pedal gas hingga membuat keduanya kaget.


" Hei, kau mau membunuhku ya! " jantung Arkana seakan mau lepas apalagi dirinya belum memakai sabuk pengaman. Tanpa sengaja ia menyikut salah satu gunung kembar Seroja saat hendak mengajarinya.


Seroja terkejut, ia kesal dengan apa yang barusaja pria itu lakukan. Iapun menghentikan laju mobilnya.


" Hei, kau sengaja ingin melecehkanku ya! Dasar pria mesum! " bentaknya sambil menutupi kedua gunung kembarnya.


Arkana mendengus kesal, ia memang tak sengaja melakukannya.


" Kau pikir aku tertarik padamu. Berkacalah terlebih dahulu, manamungkin aku tertarik pada gadis sepertimu. Bahkan aku bisa mendapatkan yang lebih berisi daripada milikmu." bantahnya kesal.


Seroja menurunkan kedua tangannya, untuk kali ini dirinya memang merasa minder pada Arkana. Ia memang tak secantik dan seseksi gadis-gadis yang tergila-gila pada pria tersebut.


Dirinyapun terdiam, ia kembali melajukan mobil Arkana menuju kampus. Sesekali Arkana memandunya, ia sedikit tak enak hati melihat perubahan gadis itu yang lebih pendiam daripada biasanya. Mungkin ucapannya barusan sedikit kasar pada Seroja.


Keduanya terdiam tanpa ada pembicaraan yang berarti, hanya rasa canggung yang menyelimuti keduanya saat ini.

__ADS_1


Bersambung....


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini.Kasih like koment rate lima dan vote seikhlasnya buat karya keduaku. Dukungan kalian semangat buat author untuk terus berkarya. Makasih sebelumnya...


__ADS_2