Istriku Pengawalku (Menikahi Bodyguardku 2)

Istriku Pengawalku (Menikahi Bodyguardku 2)
CEMBURU PADA TUAN YAMADA


__ADS_3

" Arkana? Ingat kau harus menjaga istrimu dan calon cucu Mama. Hati-hati dan jaga diri kalian baik-baik disana. Selamat berbulan madu, Mama pasti merindukan kalian berdua. Bukan, bukan, bertiga maksud Mama. " Bianca meralat ucapannya.


Bianca memeluk anak dan menantu kesayangannya saat mengantar mereka ke bandara. Tak lupa ia mengelus perut Seroja, rasanya ia sudah tak sabar menunggu kelahiran cucu pertamanya. Alvinpun melakukan hal yang sama, ia senang mendung yang menyelimuti keluarganya kini telah kembali bersinar dengan kehadiran Seroja.


Auliapun kini berganti mendekat dan menyalami keduanya.


" Usahakan kalian pulang sebelum aku wisuda. Kalian juga wajib datang saat wisudaku nanti. Dan satu lagi, jangan lupa oleh-olehnya untukku." ia mengingatkan kedua sejoli itu.


Yah, dua minggu lagi dirinya akan lulus kuliah. Kakaknya berkata bahwa mereka disana kemungkinan hanya seminggu. Akan tetapi itu hanya kemungkinan, kenyataannya sang kakak suka lupa waktu dan segalanya saat bersama istrinya.


Arkana tertawa lepas mendengar penuturan adiknya.


" Baiklah, tapi aku tidak janji. Aku usahakan bisa pulang saat wisudamu nanti."


Aulia memberengkut mendengar jawaban tak pasti dari sang kakak. Ia kesal, harusnya pria itu peduli dengan hari penting dalam hidupnya. Seroja yang menyadari hal itu segera menengahi keduanya.


" Sudah, sudah. Aku pastikan kami pulang tepat waktu. Jika tidak,, aku sendiri yang akan menyeretnya pulang untukmu. Ohhh,, harusnya aku juga lulus tahun ini. " Seroja memasang wajah kecewa, namun seketika wajahnya kembali berbinar setelah ia meneruskan kalimatnya.


" Tapi, tidak apa-apa. Setidaknya aku lulus menjadi istri dan ibu yang baik untuk suamiku." lanjutnya berkelakar sambil bergelayut di lengan suaminya dan diiringi gelak tawa keluarga lainnya.


" Oh ya, dimana Arzel? Biasanya selalu ada Arzel jika ada Aulia. Tolong sampaikan salam kami nanti." ujar Arkana saat menyadari ketidakhadiran pria itu ditengah-tengah mereka.


" Arzel sedang menyiapkan acara penyambutan untuk orang tuanya. Mereka akan datang dari Amerika sore ini untuk menghadiri wisuda putranya nanti. Kau tenang saja, Papa pasti akan menyampaikan salammu untuknya. " Alvin menepuk bahu Arkana dan memeluknya sesaat sebelum kepergian putra dan menantunya.


Akhirnya pasangan itu masuk ke dalam pesawat pribadi keluarganya setelah berpamitan dengan semuanya.


Pasangan itu duduk berdampingan, sesekali Arkana tampak memperhatikan istrinya,


" Bagaimana, apa kau suka dengan semua ini? " tanya Arkana saat melihat wajah sang istri yang begitu bersemangat menikmati pemandangan dari atas pesawat.


" Heeumm,, aku suka sekali. Makasih sayang. " ia mencium sekilas pipi Arkana, lalu kembali fokus melihat yang ada dibawah sana.


Pria itu tersenyum, dalam hati ia senang melihat kebahagiaaan yang terpancar di wajah sang istri.


...----------------...

__ADS_1


Sore hari mereka tiba di Tokyo. Seperti janji Arkana dulu, ia akan memperkenalkan Seroja pada rekan bisnisnya disana, Tuan Yamada. Beliau juga yang telah menyiapkan hotel kelas VVIP untuk pasangan tersebut. Keduanya dijemput oleh supir pribadi Tuan Yamada yang diperintahkan untuk mengantar keduanya menuju hotel.


Sepanjang perjalanan senyum tak henti-hentinya terukir di wajah cantik Seroja. Dirinya begitu takjub melihat pemandangan yang ada disana. Ternyata Jepang lebih indah didunia nyata daripada apa yang sering dilihatnya di internet. Disepanjang jalan terdapat bunga Sakura yang sedang bermekaran hingga menambah kecantikan kota tersebut.


" Wah, kota ini benar-benar sangat cantik. Lihat-lihatlah bunga sakura itu, indah bukan?" wanita itu menarik-narik jas suaminya sambil menunjuk apa yang baru saja dilihatnya.


Arkana membuang nafas kasar,


" Kau ini seperti anak kecil, melihat yang begitu saja sudah heran. " ejeknya pada sang istri.


Seroja melirik pria itu dengan tatapan sinis,


" Memangnya kenapa, tidak boleh ? Ini pengalaman pertamaku di negara ini, wajar saja kalau aku mengaguminya. " sanggahnya pada sang suami.


Arkana terkekeh sambil mengelus puncak kepala istrinya, wanita itu benar-benar menggemaskan jika sedang ngambek sepertu itu.


" Baiklah, baiklah tidak apa-apa. Yang penting istriku ini senang, akupun ikut senang. " iapun mendaratkan sebuah ciuman dipuncak kepala istrinya.


Sang sopir memperhatikan keduanya dari balik spion, ia merasa senang melihat kemesraan yang ditunjukkan oleh pasangan tersebut, mereka tampak begitu serasi.


Mobil tiba di hotel milik Tuan Yamada. Pasangan itu segera turun, Seroja merasakan hawa dingin menyeruak dari tubuhnya. Memang disana tengah musim dingin saat ini. Hanya saja ia tak begitu merasakannya tadi lantaran terlalu menikmati perjalanan. Ia menyilangkan kedua tangannya di dada untuk memberikan sedikit kehangatan pada tubuhnya.


Seroja mengerucutkan bibirnya,


" Bisa-bisanya kau menyamakan istrimu dengan Samson. Apa kau sengaja ingin kuhajar, heum?" canda sang istri seraya menaikkan sebelah alisnya.


" Tentu saja aku mau. Nanti kau boleh menghajarku habis-habisan setelah ini, tapi di atas ranjang. Tunjukanlah kekuatanmu yang paling super hingga membuatku lemas tak berdaya. " goda Arkana.


Seketika wanita itu mencubit pinggang suaminya,


" Tentu saja. Akupun akan mencuci otak mesummu itu supaya bersih mengkilap tanpa noda. Menyebalkan! " Seroja terkekeh melihat pria itu meringis akibat cubitannya.


Dari kejauhan nampak Tuan Yamada memperhatikan keduanya, ia sengaja ingin menyambut kedua tamu istimewanya. Pria itu membungkukkan badan saat keduanya tiba dihadapannya,


" Selamat datang kembali Tuan Arkana, Nona Seroja. Senang bertemu kalian. " ucapnya ramah.

__ADS_1


Arkana menarik sang istri agar membungkuk juga seperti yang dilakukan Tuan Yamada. Serojapun mengikuti apa yang dilakukan suaminya.


" Terimakasih , Tuan Yamada. Sayapun merasa senang bisa berjumpa dengan anda kembali. " balas Arkana seraya kembali menegakkan badannya. Merekapun berjabat tangan setelahnya.


Tuan Yamada memperhatikan Seroja dari atas ke bawah. Wanita itu memang sangat cantik natural dengan make up flawless yang menghiasi wajahnya. Berbeda sekali dengan Aluna waktu itu. Seroja kini memang telah pandai merias diri sejak tinggal bersama Nyonya Almira waktu itu.


Ehermm... Ehermm...


Arkana berdehem saat menyadari lelaki itu tak berkedip menatap istrinya. Apalagi Seroja justru menebar senyum pada lelaki tersebut. Dirinya tidak senang pria lain memandang secara berlebihan pada istrinya. Kalau pria itu bukan rekan bisnisnya, mungkin ia sudah memaki-maki dan menghajar pria itu karena kesal.


Tuan Yamada gelagapan seketika lantaran memperhatikan tatapan Arkana yang kurang bersahabat kepadanya.


" Oh, maaf Tuan. Saya sangat kagum, kalian benar-benar pasangan yang serasi. Istri anda terlihat sangat cantik dan kalian terlihat begitu mesra tadi. Apalagi, istri anda sedang hamil sekarang." ia memperhatikan perut Seroja yang sudah membesar.


" Tentu saja. Dia istriku dan aku sangat mencintainya. Rasanya kurang pantas jika kita melihat milik orang lain secara berlebihan. " sindirnya pada rekan bisnisnya.


" Sekali lagi saya minta maaf. Saya pastikan hal seperti ini tidak akan terulang kembali. Mari silahkan, biarkan salah satu pegawai mengantar anda ke kamar yang telah kami siapkan untuk kalian berdua. Selamat menikmati bulan madu. " pria itu merasa sungkan mendengar sindiran Arkana.


Arkana mengangguk pelan, ia segera menggandeng Seroja menuju kamar hotel. Wanita itu berbalik kebelakang sambil tersenyum dan melambaikan tangan kearah Tuan Yamada. Dengan segera Arkana menarik lengannya dan meminta wanita itu berjalan lurus kedepan.


" Kau itu kenapa? Aku kan hanya ingin menghormati Tuan Yamada karena telah baik pada kita." ucapnya sambil mengerucutkan bibirnya. Ia melihat wajah sang suami yang sedang tak bersahabat.


" Tidak perlu. Di Jepang seorang wanita tidak boleh menebarkan senyum kepada pria lain selain suaminya. Karena menebar senyum itu berarti kita menyukai pria itu. Apa kau tertarik dengan Tuan Yamada?" tanyanya penuh selidik.


" Tidak, Tidak. Tentu saja tidak. Tapi, aku baru mendengar yang seperti itu darimu." pikirnya heran.


" Kau belum tahu adat istiadat disini, jadi kau ikuti saja perintahku. Jangan menatap pria lain dan jangan menebar senyum pada orang lain selain suamimu sendiri. Mengerti? " tegas Arkana.


Seroja nampak berpikir, menurutnya itu terdengar aneh tapi mungkin saja karena setiap negara punya adat yang berbeda.


" Heeumm,, Baiklah aku mengerti Tuan. " ia tersenyum sambil memberi hormat pada suaminya.


Arkana terkekeh, ia mengelus puncak kepala istrinya karena gemas.


" Baguslah kalau begitu. "

__ADS_1


Bersambung....


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini. Kasih like koment rate lima dan vote seikhlasnya buat karya keduaku ya. Dukungan kalian semangat author untuk terus berkarya. Makasih sebelumnya....


__ADS_2