
Hari ini Arkana dan Seroja masuk kuliah kembali. Semalam polisi telah menghubungi Arkana dan menyatakan bahwa mereka akan melakukan penangkapan terhadap Helena. Dari hasil penyelidikan polisi serta bukti-bukti yang didapat, Helena terbukti bersalah dalam kasus ini.
Arkana sengaja meminta mereka untuk datang ke kampus, agar seluruh mahasiswa tahu siapa dalang dibalik foto vulgar palsu itu sebenarnya. Mereka ingin mempermalukan gadis itu seperti ia telah mempermalukan keduanya.
Keduanya datang berbarengan, Arkana tidak ingin peristiwa seperti kemarin terulang lagi. Tanpa sengaja mereka berpapasan dengan Helena. Gadis itu tersenyum sinis pada Seroja.
" Ternyata gadis murahan ini masih berani menginjakkan kakinya dikampus rupanya. Memang dasar tak tahu malu,, muka tembok! " ejek Helena pada Seroja.
Seroja hampir terpancing emosinya, rasanya ia ingin sekali menonjok gadis itu. Namun, dirinya mengurungkan niatnya lantaran Arkana menahannya.
Pria itu justru yang datang menghampirinya. Pria itupun tersenyum sinis guna membalas Helena.
" Setidaknya kau lebih rendah darinya. Aku bahkan menolakmu meskipun kau sudah mengemis cinta padaku. Sedangkan gadis itu, dengan kepolosannya dia sudah mampu merebut hatiku. " sindir Arkana padanya.
Pria itu menghampiri Seroja kembali dan menggandengnya menuju ruangannya. Keduanya seolah menunjukkan kemesraan di depan Helena untuk memanas-manasinya.
Benar saja, Helena begitu kesal mendengar hinaan Arkana. Ia menghentak-hentakan kakinya lantaran kesal pada keduanya. Rasa sakit hatinya itu memang masih ada sampai saat ini. Padahal ia rela berbuat apapun demi Arkana, tapi pria itu sama sekali tak meliriknya.
Seroja dan Arkana bersembunyi di balik lorong tikungan menuju ruangannya. Keduanya melakukan tos sambil tertawa puas melihat ekspresi Helena yang begitu kesal.
" Akhirnya kita berhasil mengerjainya. Sebentar lagi diapun akan mendapat kejutan yang lebih menyakitkan dari pada barusan. " ungkap Seroja merasa puas.
" Kau benar. Kita lihat saja apa dia masih bisa tertawa saat polisi menjemputnya nanti. " tambah Arkana. Keduanyapun segera masuk keruangan masing-masing.
...----------------...
Dosen telah selesai menyampaikan materinya. Seroja dengan begitu bersemangat segera membereskan buku-bukunya berniat untuk segera keluar dari ruangannya.
" Hei, kau mau kemana? Kenapa terburu-buru sekali? " Aulia penasaran dengan tingkah Seroja. Sebab gadis itu terlihat senang dan begitu bersemangat.
__ADS_1
" Kau tunggulah saja di dekat lapangan. Nanti kau akan tahu apa yang akan terjadi . Aku pergi dulu. " Seroja pergi begitu saja, Aulia hanya mampu geleng-geleng kepala melihat tingkah sahabatnya itu.
Sirine mobil polisi mengalihkan perhatian seluruh mahasiswa dikampus.Mereka terkejut, tidak biasanya ada polisi yang datang kesana kecuali ada kepentingan khusus. Banyak yang bergunjing, mereka berpikir kasus Seroja dan Arkana waktu itulah yang membuat polisi sampai datang kesana.
Teman satu geng Helena menyampaikan hal tersebut padanya. Gadis itu menyeringai senang, ia berpikir kali ini Seroja dan Arkana pasti akan ditangkap karena kasus kemarin.
" Aku ingin melihat reaksi mereka saat polisi menyeretnya kekantor polisi. Ayo, kita datangi mereka. Aku akan sangat puas bila melihat mereka ditangkap dengan mata kepalaku sendiri. " ajaknya pada teman satu gengnya. Sedangkan dengan Sisil, iapun kembali memusuhi gadis itu karena telah berani merebut mantan kekasihnya.
Saat hendak beranjak tiba-tiba salah satu mahasiswa berlari masuk ruangan dengan berteriak.
" Helena, polisi mencarimu. " ucapnya terburu-buru.
Helena bingung untuk apa polisi mencarinya. Ia seakan tak percaya, mungkin anak itu hanya salah dengar saja.
Namun dirinya terperanjat saat melihat pasukan berseragam abu-abu benar-benar masuk keruangannya.
Semua mata kini tertuju pada Helena, mahasiswa itupun menunjuk ke arahnya. Helena merasa ketakutan saat polisi itu mendekatinya.
" Maaf Nona, anda kami tahan atas tuduhan pencemaran nama baik. "
Helena berpura-pura tak mengerti, ia berusaha menutupi ketakutannya.
" Maksud Bapak apa? Saya benar-benar tak mengerti. " tegasnya.
" Keluarga Pramudya telah melaporkan anda atas tuduhan pencemaran nama baik yang anda lakukan pada Tuan Arkana dan Nona Seroja. Anda telah menyebarkan foto palsu untuk merusak nama baik mereka. " jelas polisi tersebut.
Seluruh mahasiswa ikut tercengang, mereka tak menyangka Helenalah dalang dibalik masalah tersebut.
Gadis itu berusaha mengelak saat polisi itu hendak membawanya.
__ADS_1
" Tidak, itu tidak benar. Kalian tidak bisa menangkapku tanpa bukti. Papaku pasti akan membuat kalian menyesal seumur hidup! " teriak gadis tersebut meronta ingin dilepaskan.
" Nona sebaiknya jangan melawan, semua bukti telah memberatkan anda. Lebih baik anda ikut kami ke kantor polisi." paksa mereka saat Helena terus saja melawan.
" Tidak ! Tidak! Aku tidak mau dipenjara. Papaku pasti akan membebaskanku. " gadis itu menangis sambil berusaha melepaskan diri. Polisi terpaksa menyeretnya sebab gadis tersebut terus saja melakukan perlawanan.
Semua mahasiswa yang melihat kejadian itu begitu miris melihat Helena diperlakukan seperti itu. Namun, merekapun kesal lantaran gadis itu begitu tega memfitnah orang lain. Harga dirinya kini telah jatuh, dirinya sangat malu dijadikan bahan tontonan seluruh mahasiswa.
Arkana dan Seroja menghampiri polisi tersebut dan melihat sendiri keadaan Helena saat ini. Gadis itu ingin meminta pada Arkana agar mau menolongnya. Ia menggigit lengan polisi tersebut lalu menghampiri pemuda itu dan bergelayut di lengannya.
" Arkana, aku mohon tolong lepaskan aku. Aku benar-benar menyesal telah melakukan semua ini padamu. Lihatlah aku sangat malu menjadi bahan tontonan mahasiswa dikampus. " mohonnya dengan berlinang air mata.
Arkana melirik tajam ke arahnya,
" Sekarang kau baru menyesali perbuatanmu?Apa kau pernah berpikir bagaimana perasaan Seroja saat seluruh mahasiswa memandang hina kepadanya! Apa kau pernah memikirkan bagaimana tersiksanya dia saat setiap lelaki menatapnya penuh hasrat karena mengira itu benar-benar tubuhnya? Kau hanya tertawa melihat penderitaannya. Dan sekarang, kaupun harus merasakan hal yang sama seperti apa yang ia rasakan !"
Seketika pemuda itu menghempaskan tubuh Helena, ia benar-benar muak melihat gadis tersebut.
Helena tersungkur ke tanah, ia tak menyangka Arkana bisa setega itu padanya. Hatinya terasa sesak, ia semakin sakit hati pada pemuda itu.
" Arkana Nuraz Aryasatya Pramudya ! Ingatlah, aku tidak akan lupa atas penghinaan ini. Aku pasti akan membuat hidupmu hancur, Papaku pasti akan membalas semua rasa sakit hatiku ini. " teriaknya berapi-api, tangisnya semakun pecah tak mampu menghadapi kenyataan ini.
Arkana sama sekali tak memperdulikannya, iapun segera meminta polisi membawa gadis tersebut.
Seroja begitu tersayat melihatnya, ia bergelayut di lengan Arkana karena tak mampu menahan air matanya. Dirinya tak tega melihat gadis itu menangis histeris. Namun, ini adalah buah dari kesalahannya sendiri. Apa yang kita tanam, itulah yang akan kita tuai nantinya.
Bersambung....
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini. Kasih like koment rate lima n vote seikhlasnya buat karya keduaku. Dukungan kalian semangat author untuk terus berkarya. Makasih sebelumnya...
__ADS_1