Istriku Pengawalku (Menikahi Bodyguardku 2)

Istriku Pengawalku (Menikahi Bodyguardku 2)
FAKTA DAN KEBENARAN MULAI TERUNGKAP


__ADS_3

Kedua insan yang baru saja melepas kerinduan itu segera mandi dan membersihkan diri mereka. Sambil berendam didalam bath up keduanya saling bercerita tentang apa yang sebenarnya terjadi selama ini. Seroja menggosok punggung sang suami dan memberikan pijatan-pijatan kecil disana.


" Katakan apa yang terjadi setelah kepergianku ke Jepang? Aku benar-benar shock saat mendengar berita tentang meninggalnya dirimu. Akupun langsung pulang ke tanah air untuk memastikan kebenarannya. " tanya Arkana penasaran. Dirinya ingat betul betapa remuk redam hatinya saat mendengar berita tersebut.


" Waktu itu aku benar-benar terkejut, saat aku pulang ke mansion, tiba-tiba Mama begitu marah padaku sambil melemparkan surat kontrak nikah kita dan beberapa foto padaku. Aku tidak tahu siapa orang yang telah menghasut Mama waktu itu. " Seroja mengenang kejadian pahit yang terjadi beberapa bulan yang lalu.


Arkana segera memalingkan sedikit wajahnya, lantaran penasaran dengan cerita sang istri.


" Lalu? Kenapa kau tidak menghubungiku dan menceritakan semuanya. Aku pasti akan menjelaskan semuanya pada Mama. Harusnya kau tidak pergi dan menghilang begitu saja. " keluhnya seketika.


Seroja menghembuskan nafas kasar, iapun melanjutkan ceritanya kembali.


" Waktu itu Mama benar-benar marah padaku, beliau mengusirku dari mansion. Akupun terpaksa pergi dan berniat kembali setelah kau pulang dan keadaan sedikit tenang. Tapi, mantan kekasihmu itu mengirimkan beberapa foto kalian yang sedang berciuman dan berpelukan saat di Jepang. Aku cemburu, namun tetap berusaha untuk percaya padamu. Hanya saja, aku belum bisa bercerita padamu. " ungkapnya kembali.


Arkana terkesiap,


" Wanita itu benar-benar keterlaluan. Aku tak menyangka dia bisa berbuat sejauh itu. " ia mengepalkan tangan dan memukulkannya pada air mandinya karena kesal.


" Tapi? Bagaimana bisa kau mengalami kecelakaan bahkan dikira telah meninggal? Dan sekarang, kau kembali padaku. Itupun dengan cara menyamar. Aku benar-benar menderita, hidupku seolah tak berguna lagi sejak kepergianmu dan calon buah hati kita. "


Seroja memeluk punggung polos sang suami dan menyandarkan kepalanya disana.


" Maafkan aku. Aku terpaksa melakukan semua ini demi mengungkap pelaku penculikanku yang sesungguhnya."


Lagi-lagi Arkana terperanjat mendengar kenyataan bahwa istrinya mengalami penculikan dan pembunuhan. Ia mematung dan membiarkan sang istri melanjutkan ceritanya.


" Waktu itu seorang wanita menghampiri dan membiusku dijalan. Dia memasukkanku kedalam mobilnya, mungkin dia juga yang mengambil cincinku saat aku pingsan. Yang jelas cincin itu tidak ada lagi dijemari tanganku. Namun, untung saja aku tersadar sebelum dia berniat membunuh dan membuangku kejurang. Kami berebut stir, mobil kehilangan kendali saat truk datang dari arah berlawanan. Untung saja aku berhasil melompat keluar sebelumnya. Wanita itu sungguh naas, seseorang menembak mobil itu hingga meledak dan hangus ditempat." ungkapnya mengingat kejadian itu.


" Untung ada Nyonya Almira yang berbaik hati menolongku saat itu dan merawatku ketika aku koma. Beliau yang membantuku menyelidiki siapa dalang dibalik semua ini. Tadinya ia menyuruhku bersembunyi hingga orang tersebut tertangkap lantaran khawatir dengan kondisiku yang sedang hamil. Tapi, aku sudah tidak tahan, aku sangat merindukanmu. Aku terpaksa menyamar supaya orang-orang tidak mengenaliku demi keselamatan putra kita." ia bercerita panjang lebar.


Arkana membalikkan badan dan menatap penuh penyesalan pada sang istri.


" Maaf karena aku tidak ada disampingmu disaat sulit seperti itu. Aku berjanji akan meringkus orang itu secepatnya."

__ADS_1


Seroja tersenyum tipis,


" Terimakasih. Bersamamu seperti ini merupakan sebuah anugerah bagiku. Kami benar-benar membutuhkanmu."


Seroja memeluk erat tubuh sang suami, posisi ini terasa begitu nyaman baginya. Namun, dirinya tidak sadar sesuatu dibawah sana menjadi tegang karenanya.


Arkana tak menyia-nyiakan kesempatan, tubuh sang istri sungguh menjadi candu terbaik baginya hingga ia ingin menikmatinya lagi dan lagi.


Pria itu mencondongkan sedikit tubuh istrinya, mencium dan melahap apa saja yang nampak disana.


" Kita sudah melakukannya berkali-kali tadi. Masihkah kau akan melanjutkannya disini?" tanya wanita itu seraya menggigit bibir bawahnya karena malu.


Tidak perlu ditanya lagi, kini pria itu sudah berkabut gairah kembali.


" Aku tidak akan pernah bosan melakukannya denganmu, Sayang." bisiknya perlahan.


Yah, acara mandi itupun berubah menjadi acara basah-basahan. Arkana memang tidak ada kenyang-kenyangnya untuk melahap tubuh istrinya.( Kali ini bayangin sendiri ya, author nggak mau disalahin Wkwkwk).


...----------------...


Pria itu tersenyum tanpa rasa berdosa, ia memeluk pinggang istrinya dari belakang sambil menatap seluit mereka dibalik cermin.


" Baiklah. Aku hanya mengajarkan calon bayi kita untuk berolahraga. Dia harus kuat, bahkan lebih kuat dari Papa dan Mamanya. " jawabnya sambil mengelus perut istrinya yang sudah sedikit membuncit.


Ting...Tong...


Suara bel apartemen mengalihkan perhatian keduanya. Mereka sepakat keluar bersama untuk memastikan siapa yang datang. Arkana membuka pintu, dirinya merasa asing dengan wanita yang ada dihadapannya saat ini.


" Ini Nyonya Almira, beliau orang yang telah menolongku waktu itu." Seroja menjawab pertanyaan yang tersimpan dibenak sang suami.


Mereka mempersilahkan Nyonya Almira dan sang asisten masuk ke dalam apartemen. Seroja mengenalkan sang suami pada tamunya hari ini.


" Terimakasih karena telah menyelamatkan istri saya waktu itu. Kami sangat berhutang budi pada anda. " ungkap Arkana tulus.

__ADS_1


Nyonya Almira tersenyum ramah, ia dapat melihat bahwa pria itu begitu menyayangi istrinya.


" Tidak perlu sungkan. Saya sudah menganggap Seroja seperti cucuku sendiri. Maaf karena telah memintanya menyamar dan bersembunyi dari anda. " sesal Nyonya Almira lantaran memisahkan sementara keduanya. Ia senang melihat Seroja begitu bersemangat dan bahagia bersama suaminya saat ini.


Nyonya Almira menyampaikan maksud dan tujuan kedatangannya. Anak buahnya telah berhasil mengorek informasi kembali tentang Glenn.


Arkana terkejut, ternyata lelaki yang menjadi dalang dibalik semuanya adalah lelaki yang sama menjadi dalang penculikan istrinya. Apalagi saat dirinya dihadapkan kenyataan baru bahwa ternyata Aluna telah bersekutu dengan pria tersebut.


" Kurang ajar! Mereka berdua harus mendapatkan balasan setimpal atas perbuatannya. Aku yakin pria itu memang punya dendam pribadi dengan keluargaku. " ungkap Arkana kesal.


" Sekarang lebih baik anda tenangkan diri terlebih dahulu. Aku telah berhasil mengumpulkan bukti-bukti kejahatan pria tersebut. Dia merupakan seorang mafia yang memiliki usaha gelap dibidang penjualan obat-obatan terlarang. Disaat waktunya tepat kita tinggal meringkus dan menjebloskan mereka ke dalam penjara.


Arkana sepakat dengan apa yang disampaikan oleh asisten Nyonya Almira barusan. Kedua akan bekerja sama untuk dapat meringkus Glenn beserta Aluna.


Dert...Dert...


Sebuah panggilan masuk kedalam ponselnya, dirinya segera mengangkat saat tahu nama Aulia tertera disana.


" Kakak, cepatlah pulang. Mama masuk rumah sakit. "


Deg....


Jantung Arkana seakan berhenti berdetak, pria itu mematung. Ia merasa bersalah lantaran mengacuhkan sang Mama akhir-akhir ini.


" Apa yang terjadi? Siapa yang menelpon? Kenapa wajahmu pucat seperti itu? " Seroja ikut penasaran dengan siapa yang baru saja menghubungi suaminya.


" Kita harus pulang, Aulia mengatakan jika Mama kini tengah dirawat di rumah sakit. " jawabnya spontan.


Seroja ikut terperanjat mendengar hal itu, merekapun segera menuju rumah sakit untuk menengok sang Mama.


" Semoga tidak terjadi sesuatu dengan beliau. "


Bersambung...

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini. Kasih like koment rate lima dan vote seikhlasnya buat karya keduaku. Dukungan kalian semangat author untuk terus berkarya. Makasih sebelumnya...


__ADS_2