
"Kita makan malam dulu yu" Salwa yang baru sampai di kamar Tania
"Iya Bunda" kata Tania beranjak dari tempat tidur
"Kalau gitu aku pulang dulu aja " kata Rachel merasa tidak enak karna sudah malam tapi belum pulang
Sebenarnya tugas mereka sudah selesai dari tadi. Tapi Rachel dan Tania terlalu asyik mengobrol jadi mereka sampai lupa waktu.
"Nanti saja pulang nya sehabis makan malam" kata Salwa lembut
"Iya Hel, meningan makan dulu nanti baru pulang" kata Tania
"Baiklah, terima kasih ya tante" kata Rachel
"Jangan panggil tante dong Sayang, panggil Bunda aja" kata Salwa lembut
Rachel mengangguk " Iya Bunda terimakasih banyak karna sudah baik sama Rachel"
"Iya Rachel, temannya Tania sudah Bunda anggap seperti anak sendiri" kata Salwa
"Iya Bunda terimakasih " Rachel memeluk Salwa dan langsung di balas oleh Salwa
Mereka pun akhirnya pergi ke meja makan dan menata makanan dulu di meja makan. Tak lama kemudian para pria tampan pun datang dan langsung duduk di kursi masing masing. Tapi tidak dengan Riza, Dia berjalan ke arah Rachel yang masih menata makanan di meja makan tanpa melihat ke arah Riza.
"Heh cewe gila" kata Riza menoyor kepala Rachel membuat sang empunya kaget
Mata Rachel langsung terbelalak melihat siapa yang ada di depan nya. Sementara yang lain hanya menatap bingung pada mereka.
"Heh lo cowo sombong. Ngapain lo disini?" kata Rachel ikutan emosi
Riza kembali menoyor kepala Rachel "Harusnya gue yang nanya kaya gitu. Ngapain lo di rumah gue?"
"Hah ini rumah lo?" Rachel menatap tidak percaya pada Riza bergantian dengan seluruh anggota keluarga yang lain.
"Lo kaka nya Tania?" tanya Rachel
"Iya, mau apa lo" kata Riza nyolot
"Hah. Tania kenapa si lo punya kaka gila kaya Dia" Rachel menunjuk ke arah Riza
Tania dan yang lainnya hanya menahan tawa melihat Rachel yang dengan berani memarahi Riza di depan semua anggota keluarga nya.
__ADS_1
"Heh cewe gila, lo pergi sana dari rumah gue"teriak Riza emosi
"Riza gak boleh gitu Sayang, kamu gak boleh kasar sama perempuan" kata Salwa lembut
Riza langsung bungkam, hanya Bundanya lah yang bisa meredam emosi nya. Riza selalu menuruti apa perkataan sang Bunda.
"Maafin Riza Bun" Riza memeluk Bundanya
"Ya sudah sekarang kalian saling memaafkan. Ayo kamu minta maaf duluan Riza" perintah sang Bunda
"Tapi Bun..."
"Cepat Riza, kalian harus saling memaafkan. Jangan berlarut larut dalam kemarahan" Salwa memotong ucapan Riza
Riza berdecak kesal sambil berjalan menghampiri Rachel yang masih diam dengan wajah kesalnya.
Riza mengulurkan tangannya " Maafin gue"
Rachel menatap tangan Riza lalu dengan ragu ragu Dia menjabat tangan Riza.
"Iya, maafin gue juga" kata Rachel
Riza dan Rachel langsung terbelalak kaget mendengar ucapan Satya. Sementara Seno hanya terkekeh. Riza menatap tajam pada Seno yang berani menertawakan nya.
"Sudah sudah, sekarang kita makan" kata Salwa
Mereka pun makan bersama dengan tenang, setelah Satya memimpin doa. Selesai makan malam semuanya berkumpul di ruang keluarga kecuali Tania dan Rachel yang kemabali ke dalam kamar.
"Kamu sebenarnya ada masalah apa si Za sama Rachel?" tanya Salwa
"Iya Za, gue juga penasaran " Seno menimpali
Riza menghela nafas kasarnya, lalu Dia menceritakan awal pertemuan nya dengan Rachel tanpa ada yang terlewatkan. Semuanya mendengarkan dengan seksama cerita Riza.
"Hahahaha" Seno dan Satya tertawa terbahak bahak mendengar cerita Riza
"Emang gila tuh cewe. Berani benget memaki seorang Riza di depan banyak orang. Hahaha" Seno memegangi perutnya yang sakit karna tertawa
"Ko bisa ya Za, Dia kaya gitu sama kamu? Bukan nya kamu populer di kampus?" tanya Satya heran setelah berhenti tertawa
Riza mengangkat kedua bahunya " Gak tahu Yah. Mungkin Dia gak tau sama Riza. Dia kan anak baru sama kaya Tania"
__ADS_1
"Tapi kan Za, meskipun anak baru mereka selalu tahu tentang lo. Mungkin Dia memang cewe yang berbeda dari yang lain nya" kata Seno
Riza hanya mengangkat kedua bahunya tidak peduli dengan apa yang di ucapkan oleh Seno. Saat sedang asyik mengobrol, Tania dan Rachel pun datang menghampiri mereka. Rachel sudah siap dengan tas nya.
"Ayah Bunda, Rachel mau pulang dulu" kata Tania
"Loh kamu tidak menginap saja Hel" kata Salwa lembut
Rachel menggeleng " Tidak usah Bunda, kasihan tante di rumah sendirian"
Salwa mengangguk " Kalau begitu kamu di antar sama Riza "
Uhuk Uhuk
Riza yang sedang minum pun langsung tersedak saat mendengar ucapan sang Bunda.
"Riza sibuk Bun, Riza mau ngerjain tugas" Riza langsung menolak secara halus
"Kalau gitu biar Seno aja yang ngater Bun" kata Seno menawarkan diri
"Gak ada, bahaya kalau kamu yang anterin. Nanti Rachel di apa apain lagi" kata Satya tegas
"Tapi kan Yah, ini udah malam kasian kalau Rachel pulang sendiri. Lagian Riza juga gak bisa ngaterin Dia" kata Seno mencari alasan
Satya menggeleng " Lebih kasihan lagi kalau Rachel di antar sama kamu"
"Hahahaha" Riza dan Tania tertawa keras sementara Salwa dan Rachel hanya tersenyum
"Riza kamu antarkan Rachel cepat" kata Satya tegas
Riza langsung berhenti tertawa saat mendengar suara tegas dari sang Ayah. Mau tidak mau Dia pun harus mengantar Rachel.
"Iya Yah" kata Riza lemas
Salwa menahan tawan sambil menggelengkan kepalanya.
"Gak papa ko Bunda, aku bisa pulang naik taxi " kata Rachel melihat Riza tidak ikhlas mau mengantar nya
"Tidak papa Rachel, lagian malam malam begini cari taxi tuh susah." kata Salwa tersenyum
Rachel pun tak bisa menolak, setelah mereka berpamitan akhirnya mereka pun pergi. Riza masih memasang wajah datar dan dingin nya. Rachel pun hanya memasang wajah cuek sehingga di sepanjang perjalanan hanya ada keheningan diantara mereka.
__ADS_1