
Satya sedang bersiap siap untuk pergi ke rumah keluarga Husen. Salwa pun telah siap. Malam ini mereka sekeluarga akan pergi silahturahmi ke rumah ayahnya Faiha.
"Sudah siap sayang" Satya memeluk istrinya dari belakang
"Iya Mas, ayo berangkat sekarang" Salwa berbalik menghadap Satya
"Anak anak langsung berangkat dari rumah mereka. Jadi kita langsung berangkat saja"Satya mencium kening istrinya
"Iya Mas, ayo kita berangkat" kata Salwa sambil mengambil tas selempangnya
Satya pun menggandeng tangan sang istri dengan mesra.
......................
"Ayah juga mengundang keluarga sahabat Ayah Fa, Ayah baru tahu kalau Dia ada di Indosesia. Dulu kami kuliah di luar negri" kata Fernan
"Iya Yah, undang aja" kata Faiha tersenyum manis
"Kau cantik Nak, persis seperti almarhum ibumu" Fernan mencium kening Faiha
Faiha hanya tersenyum dan memeluk Ayah nya. Pelukan yang selama ini Dia rindukan. Dari kejauhan Seno dan Oma Mirna menatap haru pada mereka. Senyum bahagia terus mengembang di bibir mereka.
"Alhamdulillah ya Sen, akhirnya kita menjadi satu keluarga " kata Oma Mirna dengan senyum bahagianya
"Iya Oma, semoga selamanya kita akan seperti ini" kata Seno
"Assalamualaikum "
"Waalaikumsalam "
"Loh Papi ko kalian disini?" tanya Faiha dan Seno bersamaan
"Lah kalian ngapain disini? Papi sama Mami di undang makan malam sama sahabat Papi" kata Gio merasa heran
"Hai Bro, apa kabar? Makin ganteng aja makin tua" Fernan memeluk Gio
"Hahaha. Dasar kau ini" Gio juga membalas pelukan sahabatnya
__ADS_1
Faiha dan Seno hanya melongo melihat adegan di depan nya. Gio dan Fernan pun melepaskan pelukan nya dan menatap ke arah mereka.
"Kalian mengenal sama Gio?"tanya Fernan
"Ya ampun Yah, dunia memang sempit ya. Mami Syaida ini adalah adik kandung Bunda Salwa. Dan Papi Gio juga temennya Ayah Satya" jelas Seno sambil tertawa kecil
"Hahaha. Dunia memang sempit" kata Fernan
"Bentar Fer, ko Seno manggil kau Ayah?" tanya Gio bingung
"Jadi Faiha ini adalah putriku" Fernan merangkul bahu Faiha yang hanya tersenyum
"Hah? Bukan nya Faiha ini..." Gio makin bingung aja
Fernan pun menceritakan semuanya pada Gio dan keluarga. Gio pun faham sekarang. Tak lupa Dia juga memberi selamat pada Fernan. Gio juga memperkenalkan istri, anak beserta calon menantunya.
"Assalamualaikum " keluarga Satya pun datang di rumah keluarga Husen
"Waalaikumsalam "
"Hai Tuan Satya, apa kabar?" Fernan mengulurkan tangan dan tersenyum
"Alhamdulillah. Saya dan keluarga baik? Bagaimana dengan anda Tuan Fernan?" Satya pun menjabat tangan Fernan
"Saya dan keluarga juga baik, terimakasih atas kedatangan keluarga anda Tuan" kata Fernan tulus
"Sama sama Tuan, saya sekeluarga juga merasa snagat senang bisa di undang di keluarga Husen" kata Satya
"Hai Bang" Gio menepuk pundak Satya
"Loh Gi, kau ada disini juga rupanya" kata Satya
"Iya Bang, Fernan ini sahabat ku yang pernah aku ceritakan padamu" kata Gio
Satya mengangguk "Pantes saja aku merasa pernah mendengar nama Fernan"
"Dunia memang sempit ya Tuan" kata Fernan menimpali
__ADS_1
"Iya, kalau bisa jangan seformal inilah. Kita kan sudah menjadi keluarga" kata Satya
"Baiklah, lagian kita juga tidak sedang di kantor" kata Fernan tersenyum
Setelah berkenalan satu sama lain, mereka pun makan malam bersama. Acara selanjutnya adalah syukuran empat bulanan kandungan Faiha dan juga syukuran atas kesembuhan Fernan.
Semua tamu undangan telah datang, acara pengajian pun berlangsung dengan khidmat dan sangat lancar. Setelah semuanya selesai kini tinggal lah keluarga Gio,Satya dan tuan rumah tentunya.
"Jadi kapan kau akan menikahkan putramu ini Gi?"tanya Fernan
"Bulan depan insya Allah, mereka baru saja melaksanakan acara lamaran minggu ke marin" jelas Gio
"Okelah, kalau cucu kita nanti sepasang kita jodohkan Gi. Dulu kan kita pernah berniat menjodohkan anak kita. Tapi ternyata anak kita gak jodoh jadi cucu kita saja" kata Fernan
"Boleh juga, kalau mereka setuju nantinya" kata Gio
"Ohh ayolah kalian para bapak bapak, anak belum lahir juga sudah main jodohkan jodohkan" kata Satya
"Hehe. Gak papa kali Bang mengikat kekeluargaan biar makin kompak kita" jawab Gio
"Terserah kalian lah" kata Satya lalu mereka pun tertawa
"Tapi Faiha gak mau maksa anak Faiha ya kalau nanti mereka gak mau" kata Faiha
"Iya sayang, makanya kita harus mengenalkan mereka dari mereka kecil biar mereka merasa cocok" kata Fernan yang di angguki Gio
"Ya ampun Pi, lihat dong Devan aja belum nikah masa udah merencanakan perjodohan aneh kalian" kata Seno sambil menggeleng gelengkan kepalanya
"Kan siapa tau aja anak mereka perempuan. Kalau anak kalian Ayah yakin pasti laki laki" kata Fernan
"Iya betul sekali" jawab Gio semangat
Mereka yang ada disana hanya bisa menggelengkan kepala melihat kelakuan bapak bapak ini.
......................
Hehe, awal mula kisah rumit yang akan di jalani anaknya Seno dan anaknya Devan ya readers... ☺☺
__ADS_1