
Pagi ini Satya sudah berada di rumah sakit untuk menunggu seseorang. Tak lama kemudian orang yang di tunggu pun datang.
"Gimana?" tanya Gio
"Udah ketemu dan sekarang Dia akan datang kesini" jelas Satya
Syaida hanya diam mendengar ucapan Satya. Berarti sebentar lagi Syaida akan bertemu dengan ayah nya? Apa yang harus Syaida lakukan setelah sekian lama tidak bertemu dengan ayahnya? fikiran Syaida melayang kemana mana. Gio menyadari perubahan raut wajah istrinya, Dia pun segera menggenggam tangan Syaida mencoba menenangkan istrinya.
"Kamu tidak usah takut sayang" bisik Gio di telinga Syaida
Tak lama kemudian Jhoni datang dengan seseorang paruh baya yang terlihat masih gagah. Wajah nya terlihat sangar dan penuh tato di tangan nya. Syaida langsung terdiam kaku melihat sosok yang selama ini selalu dirindukan namun juga di takuti nya.
"Heh Syaida apa kamu tidak mau menyalami Bapak mu ini" kata ayah nya Syaida kasar dan membuat semua nya kaget
"Assalamualaikum Ba..Bapak" Syaida menyalami ayahnya dengan tangan gemetar
"Dimana kaka mu yang kurang ajar itu?" tanya ayah nya lagi
Satya menggeram kesal mendengar ucapan ayah nya Salwa. Bagaimana bisa Dia menanyakan itu? Bukan kah Dia sudah tahu kalau Salwa sedang sakit.
"Kaka sedang sakit Pak" Syaida menunduk takut
__ADS_1
"Hahaha. Ya aku tahu, lalu apa yang kalian butuhkan dari ku?" tanya ayah Syaida lagi
"Kaka butuh donor tulang sumsum belakang Pak dan punya ku tidak cocok dengan kaka. Bapak maukan membantu kaka? Adhe mohon kak" kata Syaida memohon
Sebenarnya ayahnya Salwa itu sudah tahu tentang apa alasan Dia harus datang ke sana. Tapi Dia hanya ingin berbasa basi dulu sebelum benar benar meminta imbalan yang pas untuk nya.
"Hahaha. Apa kamu mau lihat Bapak mu mati demi kaka mu yang tidak tahu diri itu?" tanya Ayah nya Syaida emosi
Satya sudah tidak bisa diam saja melihat kelakuan ayah nya Salwa yang sangat keterlaluan mengatai istrinya. Satya sadar dulu Dia juga sering berkata seperti itu pada Salwa. Tapi Dia sudah menyesali semuanya dan Satya tidak rela jika ada orang lain yang mengatai istrinya itu.
"Silahkan anda minta apapun dari saya asalkan anda mau mendonorkan tulang sum sum belakang untuk Salwa" kata Satya dingin
Satya bukan nya tidak ingat siapa orang yang di depan nya ini. Tentu Satya sangat ingat bahwa orang inilah yang dulu Dia kira selingkuhan Salwa. Tapi sayang nya Satya telah membakar semua foto foto itu setelah Salwa pergi dari apartemen nya. Satya tidak mau mengingat lagi tentang itu semua.
Satya pun menyuruh Jhoni untuk mengantarkan ayah nya Salwa ke ruangan pemeriksaan. Sementara Satya dan yang lain nya masih menunggu di depan ruangan Salwa. Syaida terlihat sudah menangis mendengar ayahnya yang meminta imbalan hanya untuk membantu anak nya sendiri.
"Sayang sudah ya jangan menangis lagi. Kamu percaya kan semuanya pada Bang Sat. Semuanya akan baik baik saja" Gio mencoba menghibur istrinya
Gio juga tidak menyangka kalau ayah nya Syaida yang berarti mertua nya dan mertua Satya kelakuan nya seperti itu.
"Iya Mas. Semoga saja Bapak bisa menjadi pendonor untuk kaka" Syaida menghapus air matanya mencoba menenangkan perasaan nya
__ADS_1
Dokter Rini, Jhoni dan ayah nya Salwa sudah kembali ke tampat Satya.
"Bagaimana hasilnya?" tanya Satya datar
"Alhamdulillah Bapak ini cocok untuk jadi pendonor untuk Salwa. Kita bisa melakukan operasi nanti malam" jelas Dokter Rini tersenyum
Satya bernafas lega mendengar ucapan dokter Rini begitu pun dengan Gio dan Syaida. Mereka sangat bahagia mendengar Salwa akan segera di operasi.
"Alhamdulillah " Syaida memeluk suaminya
"Lakukan yang terbaik untuk istri saya dokter " kata Satya
"Saya akan berusaha semaksimal mungkin Tuan. Saya sudah terlanjur sayang pada Salwa. Dia benar benar wanita yang baik dan penyabar. Anda sangat beruntung bisa mendapatkan istri seperti Dia Tuan" kata Dokter Rini jujur
Satya hanya tersenyum pahit mendengar ucapan dokter Rini. Satya kembali merutuki kebodohan nya karna tidak menyadari ketulusan dan kesabaran Salwa selama ini.
"Saya akan membantu operasi nya Salwa dokter Rini" ucap Gio mencairkan suasana
"Baiklah dokter Gio. Semoga kita akan berhasil menjalankan operasi nanti malam" dokter Rini tersenyum senang
"Harus Berhasil" Gio mengulurkan tangan nya
__ADS_1
"Pasti Berhasil" Dokter Rini pun menjabat tangan Gio
Satya dan Syaida bernafas lega saat Gio juga akan turun tangan untuk operasi Salwa. Gio sudah terkenal dengan dokter bedah terbaik dan tidak pernah melakukan kesalahan. Maka Satya sangat percaya kalau istrinya akan selamat setelah dioperasi.