Ketulusan Cinta Salwa

Ketulusan Cinta Salwa
Part 79


__ADS_3

Satya sudah sampai di dapur, tapi belum ada yang di lakukan nya. Dia masih bingung harus mulai dari untuk membuat rujak yang di minta istrinya. Jika urusan bisnis Satya memanglah sangat pintar dan faham. Tapi kalo di suruh ke dapur Satya tentu saja ngeblank masalah dapur. Satya terus mengutak ngatik ponsel mencari tahu cara membuat rujak yang mudah dan simpel.


"Arghhh kenapa semuanya sama saja kenapa buat bumbu nya harus di ulek si. Mana bisa gue ngulek kaya gutu Hahh" Satya mulai frustasi


"Lo kenapa Bang?" tanya Gio yang sudah berada di belakang Satya


"Bikin kaget aja lo, gue lagi puyeng ni" kata Satya


Gio mengerutkan keningnya " Puyeng? kenapa emang?"


"Gue di suruh bikin rujak sama bini gue" kata Satya frustasi


"Hahahahha " tawa Gio menggelegar memenuhi langit langit dapur


"Yang bener aja seorang Satya Kaisar Bramarta di suruh bikin rujak. Hahaha. Ada ada aja emang bini lo" kata Gio masih dengan tawanya


"Sialan lo kampret" kesal Satya


"Hahaha tenang aja Bang, gue selalu punya solusi buat masalah lo ini" kata Gio sombong


"Apa??" kata Satya cepat


"Ini" Gio menyodorkan ponsel nya ke arah Satya yang mengerutkan keningnya tidak mengerti


"Ck masa lo gak ngerti si Bang Sat, kita kan bisa pesen online" kata Gio kesal karna Satya terlihat diam tidak mengerti maksudnya


Satya menepuk keningnya " Ck kenapa gue gak kefikiran si kalau gitu udah dari tadi rujak nya datang"


"Cepetan lo pesenin 2 porsi sekalian " kata Satya dengan nada memerintah


"Kenapa gue? Lo aja kali Bang" kata Gio protes toh yang mau rujak juga istri Dia bukan istrinya


"Udah cepetan lo pesenin gak usah banyak protes kalo lo mau pesen aja nanti gue yang bayar" kata Satya berlalu pergi


"Dasar Bang Sat seenaknya aja memerintah orang" gerutu Gio kesal tapi Gio menuruti permintaan Satya untuk memesan rujak lewat online

__ADS_1


Tak lama kemudian rujak pesanan Gio pun telah datang. Satya dan Gio pun membawa rujak yang sudah di tuangkan ke piring ke ruang keluarga karna Salwa dan Syaida sedang menonton TV di sana.


"Sayang ini rujak nya " Satya menyimpan piring berisi rujak di atas meja depan Salwa


"Kaka pesan rujak?" tanya Syaida


"Iya dhe, gak tahu kenapa kaka pengen makan rujak yang pedes" kata Salwa


'Apa mungkin kaka... tapi ya sudahlah' Syaida


"Kamu juga mau sayang" kata Gio yang menyodorkan piring berisi rujak


Salwa mengerutkan keningnya saat Gio juga membawa rujak yang banyak nya sama kaya punya Satya.


"Mas ini rujak dari mana?" Salwa menatap tajam pada suaminya


Satya menelan ludahnya dengan susah payah melihat tatapan Salwa. Entah kenapa akhir akhir ini Salwa terlihat sangat menyeramkan kalau sedang marah.


"Aku... Tadi a..aku" Satya gugup dan gelisah


"Salah lagi gue" gumam Satya yang langsung berlari menyusul istrinya


Sementara Syaida menatap bingung pada kaka dan kaka iparnya. Dan Gio hanya bisa menahan tawa melihat Satya yang mati kutu saat istrinya kesal.


"Mereka kenapa si? Ribut mulu dari tadi" kata Syaida


"Kayanya kita beneran baka punya ponakan lagi deh sayang " kata Gio


"Maksud kamu kaka hamil lagi gitu" kata Syaida


"Mungkin, tapi aku gak tahu juga. Kita tunggu aja kabar baik dari mereka" jelas Gio


Syaida mengangguk " Kita doakan saja yang terbaik untuk mereka"


Gio pun mengangguk sambil tersenyum pada istrinya.

__ADS_1


Sementara itu Satya kembali di diamkan oleh Salwa. Satya sudah kehabisan akal untuk membujuk istrinya itu. Bahkan malam hari pun Salwa memilih tidur di kamar anak anak nya di banding tidur bersama Satya.


......................


Doni dan Gisel baru saja keluar dari restaurant karna mereka tadi memutuskan untuk makan di luar dari pada makan di rumah Salwa.


"Kau maukan mulai saat ini menjadi temanku... Ahh bukan, bukan teman tapi sahabat ku. Aku merasa cocok dengan mu" kata Doni yang masih fokus menyetir


'Hanya sahabat? tak bisa lebihkah?' Gisel


Gisel tersenyum di paksakan " Tentu saja aku mau"


"Oke, terimakasih ya Gisel. Jadi mulai saat ini kita adalah sahabat" kata Doni antusias


"Iya kita sahabat " jawab Gisel mencoba tersenyum


'Sahabat? Ya hanya sebatas sahabat ' Gisel


"Oke karna kita sahabat aku boleh dong curhat padamu" kata Doni


"Tentu saja memang kau mau curhat tentang apa?" tanya Gisel


"Tentang hati, tapi tidak sekarang nanti saja kalau ada waktu karna sekarang sudah malam" kata Gio tersenyum


Deg


'Jadi Doni sudah punya pacar.. Ahh bagaimana ini. Kau harus mengubur perasaan mu Gisel' Gisel


Vote


Like


Komen


🤗🤗🤗😍😍

__ADS_1


__ADS_2