Ketulusan Cinta Salwa

Ketulusan Cinta Salwa
Part 43


__ADS_3

Salwa baru saja selesai di periksa oleh dokter Rini.


"Keadaan mu bagus, sudah mulai setabil. Tapi kamu tetap harus di rawat sampai kamu benar benar pulih" jelas dokter Rini


"Terimakasih Dokter. Oh ya dokter Rini, apa aku boleh melihat bayiku?" tanya Salwa


Sudah dari kemarin Salwa ingin sekali melihat bayinya. Tapi Salwa takut Satya akan melarang nya melihat kondisi nya yang masih lemas.


"Boleh saja, tapi bayi mu masih di ingkubator Salwa. Jadi kamu hanya bisa melihat nya dari luar saja. Bayi mu akan bisa di bawa pulang mungkin seminggu lagi" jelas dokter Rini


"Baiklah dokter, terimakasih " Salwa tersenyum


"Kalau gitu saya ambilkan kursi roda dulu" Dokter Rini pun berlalu pergi


Satya berjalan mendekati Salwa, Dia mencium kening Salwa lalu duduk di kursi samping ranjang pasien.


"Kamu senang sayang?" kata Satya mencium tangan istrinya


"Iya Mas, aku udah gak sabar mau melihat anak ku" kata Salwa antusias


Dokter Rini pun datang membawa kursi roda untuk Salwa. Satya pun menerima kursi roda itu dan menyurih dokter Rini.


"Ayo sayang" kata Satya


Salwa pun mencoba untuk turun, tapi Salwa merasa punggung dan perut nya sakit mungkin karna jahitan bekas operasinya belum kering.


"Sayang kamu ngapain ? Biar aku gendong, kamu jangan banyak gerak dulu sayang" Satya mengomeli Salwa dengan nada lembut

__ADS_1


Satya pun menggendong Salwa dan mendudukan nya di kurai roda. Satya mendorong kursi roda Salwa menuju ruangan bayi. Di perjalanan Salwa tak henti henti nya tersenyum karna Dia akan segera menemui anak nya yang selama ini di perjuangkan oleh Salwa.


Sesampainya di ruangan bayi Satya segera mendorong kursi roda Salwa menuju tempat bayi mereka. Salwa menatap bayi mungil yang berada di dalam ingkubator dengan mata berkaca kaca. Salwa meletakkan tangan nya di kaca ingkubator.


"Sayang nya Bunda, akhirnya Bunda masih bisa melihat mu. Allah sangat baik sama Bunda hingga Bunda masih bisa melihat dan merawat mu Sayang" setetes air mata meluncur mengenai pipi nya


"Terimakasih karna telah memberi Bunda kekuatan selama ini. Bunda bisa bertahan di rasa sakit yang luar biasa, itu semua karna kamu Nak" Salwa menghapus air matanya


Satya yang mendengar itu semua merasa hatinya tersayat. Satya merasa sangat menyesal karna telah memperlakukan Salwa dengan buruk dulu. Sekarang Satya tidak akan melakukan hal yang sama lagi. Satya sudah jatuh cinta pada Salwa dan Dia akan membahagia kan Salwa mulai saat ini.


"Sayang udah ya, Riza harus istirahat kamu juga harus istirahat. Sekarang kita kembali ke ruangan kamu ya" ajak Satya mencium puncak kepala Salwa yang tertutup hijab.


Salwa hanya mengangaguk dan Satya pun segera membalikan kursi roda Salwa dan mendorong nya keluar dari ruangan bayi.


Sesampainya di ruangan Salwa, Satya segera menggendong Salwa dan menidurkan nya di ranjang pasien.


Salwa menatap Satya dengan tatapan tidak percaya. Banyak pertanyaan di benak Salwa tentang Satya.


"Kenapa kau menatap ku seperti itu?" tanya Satya menyadari tatapan Salwa


"Apakah ini benar Mas Satya suamiku?" tanya Salwa dengan wajah polos


Satyamengerutkan keningnya mendengar pertanyaan Salwa sampai akhirnya Dia mengangguk.


"Iya aku suami mu. Kenapa bertanya seperti itu?" Satya balik bertanya


"Aku seperti sedang bermimpi saat ini. Aku tak pernah menyangka kamu bisa berubah seperti ini padaku" matanya sudah berkaca kaca

__ADS_1


"Sayang" Satya memeluk Salwa dan tangis Salwa pun pecah


"Aku tahu aku dulu sangatlah keterlaluan padamu. Tapi sekarang aku benar benar menyesal, aku mohon jangan pernah tinggalkan aku. Sekarang aku sadar kalau aku tidak bisa hidup tanpa kamu. Aku sudah jatuh cinta pada mu Sayang" setetes air mata meluncur di pipi Satya dan segera di hapus nya.


"Maafkan aku Mas.. Hiks...Hiks aku sudah meragukan mu" kata Salwa menangis terisak


"Hey Sayang jangan menangis, tuhkan sampai sesenggukan gitu. Nanti kamu sakit, keadaan mu belum pulih. Jangan nangis lagi ya sayang"Satya melepas pelukan nya dan menghapus air mata Salwa


"Mulai sekarang kita bisa mulai dari awal. Kita tidak bisa menghilangkan masa lalu yang telah terjadi. Tapi setidak nya kita bisa berdamai dengan masa lalu" kata Satya lagi, padahal Dia pun belum tentu bisa berdamai dengan masa lalunya.


Salwa pun mengangguk dan kembali memeluk suaminya dengan erat. Satya tersenyum dan membalas pelukan Salwa.


"Sekarang kamu istirahat ya" kata Satya mengelus kepala Salwa


"Terimakasih Mas" ucap Salwa sambil melepas pelukan nya


"Terimakasih untuk apa sayang?" tanya Satya bingung


"Terimakasih karna kamu mau menerima ku sebagai istrimu dan terimakasih sudah mau mengakui Riza" kata Salwa


"Harus nya aku yang berterima kasih karna kamu mau memberiku kesempatan untuk bisa membuat kalian bahagia" Satya menggenggam tangan Salwa


"Kita mulai semuanya dari awal Mas" Salwa tersenyum pada Satya


"Iya Sayang" Satya mencium tangan Salwa


Tidak ada kebahagiaan yang lebih membahagia kan selain bisa berkumpul dan bersatu kembali dengan keluarga kita. Itulah yang Salwa dan Satya rasakan saat ini.

__ADS_1


Jangan lupa Vote yang banyak 🤗🤗


__ADS_2