Ketulusan Cinta Salwa

Ketulusan Cinta Salwa
Part 46


__ADS_3

Salwa dan Satya keluar dari kamar mereka setelah menghabiskan waktu berdua. Riza masih tidur nyenyak seperti nya Riza sangat betah tinggal di rumah baru nya ini.


Satya berjalan ke arah meja makan dengan tangan terus memapah Salwa. Seolah Salwa akan ambruk jika Dia tidak memapah nya.


"Mas aku masih bisa jalan sendiri" kata Salwa kesal


"Kamu masih lemah sayang. Jadi diam menurut saja" kata Satya dengan nada tegas nya yang sudah tidak bisa di bantah lagi


Salwa hanya mendengus kesal sambil duduk di kursi meja makan yang sudah di tarik oleh Satya dan Dia pun ikut duduk di samping istrinya.


Semua makan siang telah disiapkan oleh asisten rumah tangga mereka. Salwa menatap makanan yang sudah berada di depannya dengan mata berkaca kaca. Sungguh Dia tidak menyangka akan bisa makan semeja dengan suaminya. Memakana apa yang suaminya makan.


Satya melihat istrinya yang hanya diam tanpa berniat mengambil makan siang nya. Satya tentu tahu apa yang di fikirkan Salwa.


***Jangan makan disini. Aku tidak sudi makan semeja dengan wanita murahan seperti kamu


Ini untuk kau. Makan lah dan kau hanya boleh makan dan minum di piring dan gelas ini. Awas saja jika kau berani minum atau makan menggunakan barang yang lain selain ini


Dan kau bisa makan sama garam saja kan. Lagian kemarin kau sudah saya kasih uang sebanyak itu. Tidak mungkin habis sehari kan***


'*Bagaimana mungkin aku sekejam itu pada istriku. Ya Allah ampuni aku yang telah menyakiti istriku. Aku bahkan tega memberinya makan dengan garam padahal waktu itu Salwa sudah sakit parah dan Dia sama sekali tidak mengeluh'


'Sekarang aku menyesal telah mengatakan itu semua karna sekarang aku tahu uang yang Dia butuhkan adalah untuk operasi Syaida. Kau memang wanita sangat mulia Sayang*' batin Satya menyesali perbuatan nya dulu.

__ADS_1


Satya masih belum bisa berdamai dengan masa lalu nya. Dia sangat marah pada dirinya sendiri saat Dia mengingat bagaimana perlakuan nya dulu pada istrinya.


'Aku sudah memaafkan mu Mas. Tapi entah kenapa aku belum bisa melupakan semuanya. Entah kenapa bayangan itu selalu hadir di dalam fikiran ku' batin Salwa yang juga mengingat semua perlakuan Satya dulu.


Setetes air mata meluncur begitu saja di pipi Salwa. Entah kenapa Salwa sangat sulit menahan air matanya saat mengingat semua perlakuan suaminya pada Dia.


Salwa memang sangat rapuh, kehidupan yang di hadapinya terlalu keras. Dia di paksa dewasa di waktu yang belum semestinya. Salwa harus mengalami pahit nya hidup di usia masih sangat muda. Itulah yang membuat Salwa gampang terharu dalam kondisi apapun dan gampang sekali meneteskan air mata. Entah air mata bahagia atau air mata kesedihan.


Satya baru tersadar dari lamunan nya, Dia melirik Salwa yang berada di sampingnya. Satya kaget saat melihat Salwa menetes kan air mata, tapi tatapan nya kosong.


"Sayang" Satya mengusap air mata Salwa


Salwa tersadar dari lamunan nya, Dia menoleh ke arah Satya dan tersenyum. Salwa segera menghapus sisa air matanya.


"Gak papa ko Mas" Salwa tersenyum untuk meyakinkan suaminya kalau Dia memang tidak papa.


"Ya udah kita makan ya" Satya tersenyum karna Dia sudah tahu apa yang di fikirkan istrinya.


Satya mengambilkan nasi dan lauk pauk lalu menyimpan nya di depan Salwa.


"Jangan berfikiran apapun. Yakin lah aku akan selalu mencintai mu sayang" kata Satya sambil menyuapi Salwa


"Aku bisa makan sendiri Mas. Kamu juga harus makan" kata Salwa

__ADS_1


"Aku juga makan sayang. Tapi kita makan sepiring berdua" kata Satya menyuapi makanan ke mulutnya sendiri


Salwa hanya diam dan menuruti apa mau suaminya. Tidak akan menang jika harus berdebat dengan suaminya.


Tak terasa makanan yang ada di piring sudah habis di lahap mereka berdua. Satya pun mengajak istrinya untuk melihat taman di samping rumah nya itu dan Salwa sangat antusias dengan taman itu. Salwa sangat menyukai bunga makanya dulu Dia senang bisa bekerja di toko bunga milik Alisya.


"Kamu suka sayang?" Satya memeluk Salwa yang sedang berdiri menatap bunga bunga cantik di taman


"Sangat suka Mas. Terimakasih" Salwa menoleh ke samping dan tanpa sengaja bibirnya menempel di pipi suaminya yang memang sedang meletakan kepalanya di bahu Salwa.


"Cie udah berani cium cium. Mau lagi dong" kata Satya menggoda Salwa


"Apaan si Mas" Salwa memalingkan wajah nya yang memerah malu


"Kenapa malu sayang. Kamu boleh ko cium aku dimana pun kamu mau" Satya mencium pipi istrinya yang memerah


Salwa hanya diam karna terlalu malu pada suaminya itu. Mereka akhirnya diam dengan posisi yang sama. Memandang indah taman bunga bersama dengan seseorang yang kita cintai memang lah sangat membahagia kan.


**Boleh Baca karya tebaruku juga.


MY POSSESSIVE DOCTOR


Boleh langsung di baca ya**.

__ADS_1


__ADS_2