
Setelah mendapat telpon dari Satya yang memberi tahu kalau istrinya sedang berada di rumah sakit. Gio langsung bersiap siap untuk pergi ke rumah sakit miliknya. Gio memang sudah beberapa hari ini tidak pergi ke rumah sakit.
"Ka mau ke mana?" tanya Gisel saat melihat kakanya menuruni tangga dengan tergesa gesa
"Rumah sakit" jawab Gio datar dan langsung pergi tanpa menghiraukan adiknya
Semenjak Syaida pergi dari rumahnya, Gio menjadi lebih dingin pada adiknya. Karna Gio tak pernah mendapat jawaban yang bisa Dia mengerti dari Gisel saat Gio menanyakan tentang hubungan nya dengan Syaida istrinya. Tapi Gisel selalu bilang kalau Syaida yang merebut pacarnya, dan Gio tidak percaya itu.
"Awas aja lo gadis miskin, gue bakal bikin lo nyesel karna udah merubah kaka gue jadi dingin sama gue. Semua gara gara lo Syaida" Gisel menggeram kesal karna kaka nya terus bersikap dingin padanya dan Gisel berfikir kalau kakanya seperti itu gara gara Syaida.
...............
Gio telah sampai di rumah sakit dan langsung di sambut Satya yang sengaja menunggu Gio di luar rumah sakit.
Satya mengajak Gio pergi ke kantin rumah sakit. Sebenarnya Gio ingin segera menemui istrinya, tapi Gio juga tidak bisa menolak ajakan Satya karna Dia ingin membicarakan tentang Syaida dan Gisel adiknya.
Gio dan Satya telah duduk di meja yang berada di pojok di kantin itu. Posisi cukup aman untuk berbicara hal penting pada Gio karna jarak mereka dengan yang lainnya cukup jauh.
"Jadi apa yang sebenarnya terjadi Bang?" tanya Gio
"Syaida hamil dan kandungan nya sangat lemah" kata Satya tenang
__ADS_1
"Apa??" Gio hampir saja membuat minuman Satya jatuh karna Dia langsung berdiri dari duduk nya
"Biasa aja kali, minuman gue hampir aja jatuh ni" kata Satya
"Biarin aja nanti gue ganti minuman nya" Gio kembali duduk
"Ck" Satya berdecak kesal
"Dan lo juga harus tahu apa yang terjadi antara istri lo sama adik lo" kata Satya lagi
"Apa? Cepatlah ceritakan Bang" Gio sudah mulai tidak sabar
Jadi selama ini adiknya lah yang membuat Syaida koma berbulan bulan. Dan Gio tidak percaya kalau adiknya melakukan tindakan kriminal itu.
"Tapi kenapa polisi tidak menindak lanjuti kasus ini. Apa tidak ada yang mngetahuinya?" tanya Gio merasa heran
"Itu Dia masalahnya, gue udah selidiki ke pihak kampus Syaida dan ternyata saat kejadian tidak ada siapapun yang melihatnya. Mereka hanya melihat Syaida sudah terjatuh ke bawah dan semua CCTV di kampus itu mendadak eror" jelas Satya
"Kayanya adhe lo emang udah mengantisipasi semuanya" kata Satya lagi
Gio hanya diam dengan perasaan campur aduk. Di satu sisi Gio ingin pelaku yang mencelakai Syaida di hukum. Tapi disisi lain Gio juga tidak tega jika adiknya harus di penjara yang berarti itu akan menghancurkan masa depannya. Tapi apa yang di lakukan Gisel memang sangat keterlaluan.
__ADS_1
"Kita harus melaporkan Gisel ke polisi. Apa yang Dia lakukan adalah tindakan krimanal" kata Gio datar
Satya tersedak minuman nya saat mendengar ucapan Gio. Tidak menyangka Gio akan bertindak setegas ini pada adiknya. Padahal selama ini Gio selalu memanjakan Gisel. Apapun yang Gisel mau selalu Gio turuti dan mungkin itulah sebabnya kenapa Gisel bertingkah semaunya tanpa memikirkan akibatnya.
"Lo yakin Gi?" tanya Satya tidak percaya
"Gue yakin Bang, apa yang Gisel lakukan sudah merugikan orang lain. Gisel sudah cukup merasakan kebebasan setelah apa yang Dia lakukan pada Syaida. Semua butuh pertanggung jawaban nya Bang" kata Gio
"Gue salut sama lo Gi. Lo bisa sebijak ini menyikapi masalah ini" kata Satya memandang takjub pada Gio
"Ya udah nanti biar gue urus semuanya" kata Satya sambil berdiri dari duduknya
"Kita ke ruangan Syaida sekarang" ajak Satya yang di angguki Gio
Mereka berjalan menyusuri lorong rumah sakit menuju ruangan Syaida. Semua mata memandang takjub pada ciptaan Tuhan ini. Dua pria tampan yang berjalan melewati mereka yang menatap mereka tanpa berkedip.
Sesampainya di depan ruangan Syaida, Satya langsung akan membuka pintu ruangan itu. Tapi gerakan nya terhenti saat mendengar pembicaraan yang berhasil membuat Satya dan Gio diam mematung di depan pintu.
Syaida
__ADS_1