Ketulusan Cinta Salwa

Ketulusan Cinta Salwa
Season 2 (Part 16)


__ADS_3

"Karna gue suka sama lo"


Kata itu keluar begitu saja dari mulut Riza. Rachel sampai ternganga mendengar kata yang di ucapkan oleh Riza.


"Apa maksud lo?" tanya Rachel setelah bisa menguasai dirinya


Riza menghentikan mobil nya di pinggir jalan dan menoleh ke arah Rachel. Untuk beberapa saat mereka hanya saling menatap.


"Gue suka sama lo, gue juga gak tau sejak kapan perasaan ini tumbuh di hati gue. Tapi gue gak bisa bohongin perasaan gue lagi."


Riza menarik nafas "Gue gak bisa lihat lo jalan sama cowo lain dan itu sungguh membuat gue tersiksa banget. Gue mencintai lo Rachel, apa lo mau jadi pacar gue?"


Rachel terdiam mendengar semua pengakuan cinta dari seorang Riza yang terkenal populer di kampusnya. Tidak bisa di pungkiri kalau Dia juga merasakan hal sama dengan Riza.


Rachel mengangguk "Ya gue mau Za, gue juga udah lama suka sama lo"


Riza tersenyum senang dan langsung memeluk Rachel karna terlalu bahagia.


"Terimakasih Hel" bisik Riza di telinga Rachel


Rachel hanya mengangguk dan mengusap punggung Riza yang memeluknya.


Riza pun melajukan kembali mobil nya. Sebuah pengakuan cinta membuat keduanya tenang. Kini mereka tidak perlu menutupi perasaan nya lagi. Semuanya telah terungkap, mereka saling mencintai dan menyayangi.


Riza dan Rachel sudah sampai ditempat tujuan. Sebenarnya Riza sedikit tidak rela jika wanitanya harus bertemu dengan pria lain. Tapi mau bagaimana lagi, Rachel sudah terlanjur janji.


"Udah lama Dit?" Rachel brdiri di depan Radit yang sudah menunggunya.


"Gak ko Hel, baru aja. Oh ya lo kesini sama siapa?" tanya Radit yang memang Riza masih di parkiran dan belum ikut bergabung dengan mereka


"Hmmm, gue kesini sama..."


"Dia dateng sama gue" kata Riza dingin setelah berada di belakang mereka


Rachel dan Radit menoleh kaget pada Riza yang tiba tiba datang.


"Loh ko bisa sih, lo dateng sama Dia Hel?" bisik Radit karna takut di dengar oleh Riza

__ADS_1


Rachel menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal. Bingung harus bilang apa.


"Kita mau kemana nih? Masa disini aja" Rachel sengaja mengalihkan pembicaraan


"Oh iya ya, kita nonton gimana Hel? Ada film horor terbaru" kata Radit


"Hmmm boleh, ayo" kata Rachel semangat


Niat hati ingin berduaan bersama Rachel tapi semuanya malah gagal gara gara Riza. Kini Riza sengaja menyuruh Rachel duduk di pojok dekat dinding dan Dia berada di tengah. Rachel hanya tersenyum karna tahu maksud Riza agar Dia tidak duduk berdekatan dengan Radit.


Riza menggenggam tangan Rachel yang ada di samping nya. Sesekali mereka saling melempar senyuman tanpa sepengetahuan Radit karna lampu di dalam bioskop yang redup.


Rachel dan Riza sama sekali tidak fokus pada film yang sedang di tonton nya. Mereka malah asyik dengan fikiran masing masing. Riza malah sibuk mengelus ngelus punggung tangan Rachel yang sedang di genggamnya.


Sampai film selesai pun mereka sama sekali tidak tahu alur ceritanya. Radit hanya bisa menghela nafas saat lagi lagi Riza menghalangi nya yang akan jalan di samping Rachel.


"Kita langsung pulang aja ya" ajak Rachel


"Gak mau makan dulu Hel? Lagian gue mau ngomong sesuatu sama lo penting" kata Radit


"Udah ayo kita makan dulu aja" Radit tiba tiba menarik paksa tangan Rachel hingga mau tidak mau Rachel harus mengikutinya


Riza yang akan berteriak dan mengejar Rachel langkah nya langsung terhenti saat ponsel nya berdering.


"Hallo Assalamualaikum "


"Waalaikumsalam "


"Dimana lo? Bunda hawatir banget sama lo"


"Gue baik baik aja ko, lo bilangin sama Bunda kalau gue baik disini. Sorry udah buat kalian hawatir, tapi saat ini gue mau sendiri dulu"


"Oke gue ngerti ko, kalau lo udah bisa tenangin fikiran lo cepetan pulang"


"Iya, kalo gitu gue tutup dulu ya telpon nya. Assalamualaikum "


"Waalaikumsalam "

__ADS_1


Riza tersenyum sambil memandang ponselnya. Perasaan nya lega sekarang karna Seno sudah menghubungi nya dan Dia baik baik saja.


Di sisi lain Rachel dan Radit sudah berada di meja untuk menunggu pesanan makanan mereka datang.


Rachel terlihat gelisah, Dia beberapa kali menengok ke belakang berharap seseorang akan muncul disana. Tapi orang yang di harapkan pun tidak kunjung datang membuat Rachel semakin gelisah.


"Hel, sebenarnya gue mau ngomong sesuatu sama lo" kata Radit serius


"Apa?" kata Rachel santai


Radit menghembuskan nafas " Sebenarnya gue itu suk....."


"Makanan nya mbak mas, silahkan dinikmati" seorang pelayan datang membawa pesanan


"Terimakasih mbak" kata Rachel ramah


"Jadi gini Hel, sebenarnya gue suka sama lo" kata Radit


Ukhuk Ukhuk


Rachel langsung tersedak minuman yang sedang di minumnya. Rachel menatap Radit dengan tatapan bingung. Bingung harus menjawab apa?


'Rachel lo emang hebat bisa di tembak dua cowo dalam satu hari. Hahaha' Rachel tertawa dalam hati


"Gimana Hel?" tanya Radit


Rachel menghela nafas berat "Maaf Dit, aku gak bisa. Kita sudah menjadi teman selama ini dan aku gak mau pertemanan kita hancur hanya gara gara perasaan ini"


Radit hanya terdiam mendengar ucapan Rachel. Hati nya terasa sakit saat cintanya di tolak oleh Rachel. Tapi Radit juga tidak mau egois dan memaksakan kehendak nya.


"Baiklah Hel, kalau itu yang kamu mau. Tapi kita masih bisa berteman kan?" tanya Radit tersenyum


"Tentu saja" Rachel tersenyum tulus pada Radit


Jauh disana sepasang mata tersenyum puas melihat ke arah mereka.


'Kau memang wanitaku' Riza

__ADS_1


__ADS_2