Ketulusan Cinta Salwa

Ketulusan Cinta Salwa
Part 64


__ADS_3

Waktu berjalan dengan cepat tidak terasa Riza sudah berumur 7 bulan dan Dia sudah mulai bisa merangkak. Syaida pun baru melahirkan bayi laki laki nya satu minggu yang lalu. Bayi Syaida dan Gio di beri nama Devano Marquez. Salwa pun sangat bahagia karna keponakan nya lahir dengan sempurna dan selamat.


Salwa dan Satya sedang berada di rumah Syaida dan Gio. Salwa menggendong baby Devan sementara Satya menggendong Riza yang semakin aktif. Mereka bercerita banyak hal, apalagi kebahagiaan mereka bertambah saat kehadiran Devan dan Riza.


"Gue pokonya gak mau di panggil paman ya" kata Satya pada Gio yang terkekeh dari tadi Gio terus menggoda Satya dengan panggilan paman untuk baby nya nanti.


"Anak nya Reno sama Vano aja manggil gue Om, masa anak lo manggil gue paman si" kesal Satya.


"Gini aja gimana kalau kita bedain dari yang lain." kata Syaida menengahi perdebatan mereka


"Apa?" tanya Gio dan Satya serempak


"Gimana kalau Devan manggil Ka Satya sama Ka Salwa Ayah Bunda sama kaya Riza dan Riza pun manggil kita Mami Papi. Setuju gak?" usul Syaida


Semuanya saling pandang lalu tersenyum dan mengangguk.


"Oke gue setuju" kata Satya


"Kalau gitu mulai sekarang Devan panggil aku Ayah" kata Satya lagi yang di angguki semuanya.


......................


Satya dan Salwa baru saja sampai di halaman rumah mereka. Riza yang tertidur di pangku oleh Satya karna mereka sengaja tidak mengjak Ela. Salwa berjalan berdampingan dengan suaminya yang sedang menggendong Riza. Tiba tiba langkah mereka terhenti saat mendengar suara tangisan bayi yang sangat kencang.

__ADS_1


"Mas kamu dengar? Itu bukan Riza kan?" tanya Salwa sambil memandang suaminya


"Iya Sayang jelas bukan Riza, Dia kan tidur tuh" Satya menatap anaknya yang berada di gendongan nya


"Terus itu suara bayi siapa?" tanya Salwa


Satya menggeleng


"Tapi suaranya terdengar sangat dekat loh Mas. Lagian tetangga kita gak ada yang punya bayi kan?" tanya Salwa makin penasaran


"Aku gak tau sayang" kata Satya ikutan bingung


"Kayanya suaranya dari arah taman deh Mas" kata Salwa


Mereka pun berjalan ke arah taman dengan perasaan was was. Satya menggenggam tangan istrinya erat sambil mengikuti langkah Salwa.


"Sayang aku ko jadi takut ya" kata Satya


"Mas, jangan mikir macem macem" Salwa terus berjalan


Salwa dan Satya berjalan ke arah suara bayi yang berasal dari balik pohon mangga yang ada di taman itu. Salwa dan Satya berhenti melangkah dengan mata terbelalak kaget.


"Mas ada bayi" Salwa berjalan mendekati keranjang bayi yang terbuat dari rotan itu

__ADS_1


"Bayi siapa ini ya Mas?" tanya Salwa yang di jawab gelengan kepala oleh Satya


Salwa menggendong bayi itu lalu menimang nya agar berhenti menangis. Salwa pun melihat ke sekeliling mencoba mencari siapa yang membuang bayi laki laki ini.


"Sayang kita bawa ke dalam saja, ini sudah malam" kata Satya


Salwa mengangguk dan menidurkan kembali bayi itu di keranjang bayi lalu Salwa membawanya ke dalam rumah.


Satya segera membawa Riza ke kamarnya dan menyuruh Ela tidur menemani Riza. Satya kembali pada istrinya yang masih di ruang tamu sedang menyusui bayi laki laki tadi karna bayi itu terus menangis.


"Sayang apa Dia tidur?" tanya Satya


"Iya Mas, Dia haus pengen mimi makanya aku kasih Dia mimi" jelas Salwa


"Kalau udah tidur kamu tidurin aja dikamar Riza sayang. Biar Ela yang jaga mereka. Besok baru kita jelaskan sama Ela dan aku akan lapor polisi besok" kata Satya


Salwa pun mengangguk dan segera menuju kamar Riza dan menidurkan bayi laki laki itu. Ela sempat bertanya pada Salwa tentang bayi itu. Tapi Salwa bilang besok Dia akan jelaskan.


Selesai menidurkan bayi itu, Salwa pun pergi ke dapur untuk memompa asinya takut nanti kalau Riza atau bayi itu terbangun karna haus. Salwa memompa asi nya cukup banyak untuk malam ini karna untuk dua bayi sekaligus.


Salwa dan Satya pun kembali ke kamar mereka. Mereka sudah berbaring di tempat tidur dan seperti biasa Satya memeluk Salwa dan mulai memejamkan matanya.


Salwa kembali membuka matanya karna Dia tidak bisa tidur. Salwa terus kefikiran tentang bayi itu.

__ADS_1


'Siapa yang telah tega membuang bayi itu di tengah malam kaya gini?' Salwa bertanya tanya dalam hati.


__ADS_2