Ketulusan Cinta Salwa

Ketulusan Cinta Salwa
Season 2 (Part 52)


__ADS_3

Hari ini Tania kembali pulang ke rumah orang tuanya. Kaka dan kaka iparnya pun sudah menunggu kepulangan adik kesayangan mereka. Satya dan Salwa terlihat snagat tidak sabar. Baru saja di tinggal beberapa hari tapi mereka sudah sangat merindukan kehadiran Tania.


"Assalamualaikum " Tania dan Arman masuk dan menghampiri keluarganya yang sedang menunggu di ruang tamu.


"Waalaikumsalam "


"Akhirnya yang di tunggu pun datang juga "kata Seno


"Ayah, Bunda gimana kabarnya sehat?" Arman menyalami kedua mertuanya


"Ayah, Bunda Tania kangen" Tania memeluk Satya dan Salwa


"Kamu ini sudah punya suami, tapi masih saja manja" kata Satya mencium kening putrinya


"Ayahhhh" Tania malah semakin memeluk ayahnya


"Kan Tania tetep anak kesayangan Ayah "kata Tania manja


"Iya kamu memang anak kesayangan Ayah dan Bunda" kata Satya


"Abang nya gak dapet peluk nih?" kata Riza


"Hehehe, kangen abang abangku juga" Tania memeluk Riza dan Seno


"Kamu baik baik aja kan Dhe?" kata Seno yang selalu over pada adiknya itu melebihi Riza kaka kandung nya sendiri


"Gak papa lah Bang, adhe baik baik aja" kata Tania tersenyum


Mereka mengobrol banyak hal, sampai waktu makan malam tiba mereka pun makan malam bersama lalu kembali berkumpul di ruang keluarga.


"Oh Arman, ada yang mau Ayah bicarakan denganmu" kata Satya serius


"Ada apa Yah?" tanya Arman

__ADS_1


Yang lain nya pun ikut serius dan menatap pada Satya.


"Ayah minta kamu tinggal saja disini. Karna Riza dan Seno sudah punya rumah sendiri dan Ayah dan Bunda juga tidak ingin jauh dari anak bungsu kami" jelas Satya


Arman tersenyum dan melirik ke arah Tania "Kalau saya terserah Tania nya saja. Walau awalnya saya ingin membawa Tania ke rumah saya. Tapi saya juga tidak mau memaksakan Tania, jadi saya serahkan pada Tania keputusan nya"


"Bagaiman dhe?" tanya Salwa


Tania menatap ke arah suaminya meminta persetujuan. Arman pun mengangguk dan tersenyum pada sang istri.


"Iya Bun, Tania gak papa ko kalau tinggal disini. Tinggal di mana pun sama saja" kata Tania


Salwa dan Satya tersenyum mendengar jawaban Tania. Sungguh mereka sangat bahagia karna mereka tidak akan kesepian jika Tania tetap tinggal bersama mereka.


"Alhamdulillah, Nak Arman setujukan? Tidak papa kan kalau kalian tinggal disini?" tanya Salwa, takut kalau menantunya merasa tidak nyaman


Arman tersenyum "Iya Bunda, saya tinggal dimana saja tidak papa asal bersama istri saya"


"Cieeee ada yang mulai bucin nih" teriak Rachel membuat suasana yang tadi nya serius menjadi mencair seketika


Tania hanya tersenyum melihat mereka yang selalu seperti tom and jerry.


"Iye tahu dah yang udah punya istri. Sumringah gitu mukanya" kata Rachel


"Hel berapa usia kandungan lo?" tanya Arman


Rachel mengerutkan keningnya "Kenapa emang? Kandungan gue udah mau 3 bulan"


Arman hanya menggeleng dengan ekspresi wajah yang sulit di artikan.


"Gue kasihan sama anak lo nanti, kenapa coba harus punya emak kaya lo Hel. Ck ck ck" Arman menggelengkan kepalanya lagi


Bugh

__ADS_1


Bantal sofa sudah mengenai wajah tampan Arman dan membuat yang ada disana tertawa melihat tingkah mereka.


"Enak aja, pasti anak gue bangga lah punya emak kaya gue" kata Rachel percaya diri


Riza hanya menggelengkan kepala melihat tingkah istri dan adik iparnya.


Selesai berdebat mereka pun masuk ke kamar masing masing. Di kamar Tania masih gelisah dengan permintaan sang ayah. Takut kalau suaminya merasa terpaksa atau tidak nyaman karna harus tinggal disini.


"Kenapa Honey?" tanya Arman yang melihat istrinya dari tadi sangat gelisah


Tania berbalik dan memeluk suaminya. Menyandarkan kepalanya di dada sang suami.


"Yank gak papa kan kalau kita tinggal disini?" tanya Tania


Arman mencium puncak kepala Tania dan mengelusnya "Jadi dari tadi kamu mikirin itu?"


Tania hanya mengangguk mengiyakan pertanyaan Arman.


"Sayang, aku gak papa tinggal dimana pun. Lagian disini tempat nya juga nyaman ko. Kan kamu tahu aku tinggal di Indonesia hanya sendiri. Orang tuaku semuanya di Singapore. Jadi aku seneng tinggal disini" jelas Arman


"Terimakasih sayang" Tania semakin mengeratkan pelukan nya


Arman mendorong pelan bahu Tania dan melepaskan tangan Tania yang melingkar di perutnya. Arman mengukung Tania yang sudah tahu apa yang di inginkan suaminya.


"Sekarang kita harus buat hadiah untuk Ayah dan Bunda " kata Arman tersenyum jahil


"Hadiah?" Tania mengerutkan keningnya tidak mengerti


"Iya, kit harus kasih mereka hadiah disini" Arman mengelus perut Tania


Tania hanya tersenyum setelah mengerti apa yang di maksud suaminya itu.


Malam yang panjang pun baru di mulai di kamar pengantin baru ini.

__ADS_1


Di kamar lain juga terdengar erangan dan desahan. Satya baru saja menyelesaikan aktifitas malam nya.


"Terimakasih Sayang " bisik nya di telinga Salwa lalu memeluknya dan mereka pun terlelap.


__ADS_2