Ketulusan Cinta Salwa

Ketulusan Cinta Salwa
Part 74


__ADS_3

Bella dan Briyan berontak saat polisi memborgol tangan mereka dan menyeret nya untuk masuk ke dalam mobil. Satya sudah menelpon polisi saat Dia melihat Bella dan Salwa ada di tempat yang sama. Satya tentu sudah merencanakan semuanya hingga polisi datang di waktu yang tepat. Bela dan Briyan tidak bisa menghondar lagi kali ini. Satya benar benar murka dan tidak akan mau memaafkan Bella lagi.


Rumah Satya dan Salwa kini di penuhi oleh orang orang yang melayat. Banyak rekan bisnis Satya yang datang hanya untuk berbela sungkawa.


Syaida sudah di beri tahu oleh Satya Dia sangat syok dan sedih saat tahu ayahnya sudah meninggal. Meskipun kelakuan ayahnya pada mereka berdua tidak bisa di sebut baik. Tapi mau bagaimana pun mereka tidak akan lahir ke dunia ini jika tidak ada seorang ayah.


Acara pemakaman pun selesai, kini anggota keluarga kembali ke rumah Satya. Salwa dari tadi hanya diam dengan tatapan kosong. Semenatara Syaida terlihat lebih tegar di banding kakanya. Kini mereka sedang duduk di ruang tamu.


"Ka, kaka gak papa kan?" tanya Syaida yang dari tadi melihat kakanya hanya diam tanpa bicara apapun


Salwa menggeleng tanpa mau berbicara, tatapan nya kosong.


"Ka kita harus ikhlasin Bapak" kata Syaida lagi


Salwa menarik nafas dalam lalu menghembuskan nya dengan berat. Salwa memejamkan matanya sehingga satu tetes air mata lolos membasahi pipi nya.


"Kaka sudah mengikhlaskan Bapak dhe, kamu tenang aja. Sekarang kaka capek kaka mau istirahat" Salwa berdiri dan berjalan menuju kamarnya


"Kalian menginaplah disini. Aku akan menyusul Salwa dulu" kata Satya yang langsunh menyusul Salwa ke kamar nya


Ceklek


Satya membuka pintu kamar dan melihat Salwa masih duduk termenung di tempat tidur. Satya pun menghampiri nya dan naik ke tempat tidur dan duduk di samping istrinya.


"Sayang, sudah dong jangan sedih terus" kata Satya


"Mas apa kamu tahu siapa orang tua Seno?" tanya Salwa tanpa menoleh ke arah suaminya

__ADS_1


"Nggak sayang, emang kamu tahu?" tanya Satya


Salwa mengangguk


"Siapa?" tanya Satya tidak sabar


"Mbak Bella" kata Salwa


"Apa??" Satya tersentak kaget


"Kamu yakin sayang? Jangan bercanda kamu" kata Satya tidak percaya


Salwa pun mengangguk dan menceritakan tentang apa yang Bella katakan tadi padanya. Satya pun kini mengerti kenapa Bella membuang bayinya disini. Bella sama sekali tidak mengharapkan bayi itu.


"Jadi ini yang membuat mu kefikiran sayang?" tanya Satya


"Jika kamu memang tidak nyaman dengan keadaan ini maka kita bisa mencari ayah Seno dan menyerahkan nya pada ayah kandung nya" kata Satya


"Tidak Mas, aku sudah menyayangi Seno. Lagian ayahnya saja sama tidak pedulinya sama Seno. Jadi lebih baik kita urus Seno dan besarkan Dia bersama sama" kata Salwa lembut


"Aku heran sebenarnya terbuat dari apa hati kamu ini sayang? Kau begitu baik tapi sayang nya kebaikan mu suka di manfaatkan oleh orang lain termasuk aku dulu" kata Satya


"Sudah lah Mas, jangan bahas masa lalu. Sekarang kita sudah hidup bahagia bersama keluarga kecil kita. Mbak Bella juga sudah dipenjara jadi tidak ada lagi yang akan menganggu kita" jelas Salwa


Satya langsung memeluk istrinya dan mendaratkan beberapa ciuman di kepala istrinya.


......................

__ADS_1


Dua minggu telah berlalu sejak kejadian itu. Keluarga Salwa kini hidup dengan tentram tanpa ada orang yang mengganggu nya lagi. Satya semakin manja terhadap istrinya, kadang Dia suka cemburu saat Salwa lebih banyak menghabiskan waktu untuk anak anak nya.


"Sayang" Satya mulai merajuk saat Salwa masih di kamar Riza dan Seno untuk menidurkan mereka


"Sebentar sayang" Salwa tersenyum manis


Satya hanya mendengus kesal dan langsung kembali ke kamarnya. Salwa hanya terkekeh melihat kelakuan suaminya itu. Setelah selesai menidurkan anak anak nya. Salwa pun bergegas ke kamar nya untuk menidurkan bayi gede nya.


Ceklek


Salwa membuka pintu dan melihat Satya masih duduk di tempat tidur dengan wajah kesal nya. Salwa berjalan ke kamar mandi untuk bersih bersih. Selesai bersih bersih Salwa pun berjalan ke arah suaminya yang masih merajuk dari tadi.


"Kamu lama banget si di kamar anak anak" kata Satya kesal


"Maaf Sayang, aku kan harus membuat mereka tidur dengan nyenyak dulu" kata Salwa mengelus pipi suaminya


Satya mendengus kesal " Baiklah, sekarang ayo kita buat adik untuk mereka"


Satya langsung membaringkan tubuh Salwa dan mengukungnya. Satya mencium bibir istrinya dengan sangat lembut dan penuh nafsu.


"Mas geli" Salwa menahan kepala suaminya karna Satya terus saja menciumi lehernya


"Diamlah sayang" kata Satya yang masih tetus melakukan aktifitasnya.


Malam yang panjang pun baru di mulai.


Maafkan jika cerita nya sedikit berbelit. Maklumi lah saya hanya penulis baru yang amatiran. Jadi mohon di maafkan. 🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2