Ketulusan Cinta Salwa

Ketulusan Cinta Salwa
Season 2 (Part 13)


__ADS_3

Seno masih diam mematung dengan segala pertanyaan di dalam fikiran nya.


"Kau harus ikut Papa Seno" kata Sandi dengan tidak tahu malunya


"Kau benar benar tidak tahu malu ya. Dulu kau kemana saat Seno di telantarkan oleh Ibunya sendiri" kata Satya sinis


"Ayah Bunda bisa kalian jelaskan semuanya"kata Seno lirih


"Baikan, mungkin ini saatnya kamu tahu semuanya Seno. Tapi Ayah mohon apapun kenyataan nanti kamu jangan membenci Ayah apalagi Bunda" kata Satya


"Ayah aku tidak mungkin membenci kalian apalagi Bunda" Seno memeluk Salwa yang sudah terisak dari tadi


"Oke marilah kita duduk dulu dan kau cepat duduk dan jangan menyela ucapan ku sebelum aku selesai" kata Satya menunjuk pada Sandi


Setelah semuanya duduk tenang di sofa, Satya pun mulai menceritakan semuanya. Mulai dari hubungan nya dengan Bella dan penghiatan Bella hingga Bella hamil oleh Sandi dan sampai Seno di temukan di taman samping rumah nya di malam hari.


"Jadi Seno bukan anak kandung kalian" kata Seno parau


Salwa langsung memeluk anaknya "Maafin Bunda sayang, tapi Bunda juga tidak tahu harus menceritakan dari mana sama kamu. Percayalah Bunda dan Ayah sangat menyayangi mu"


"Bunda tidak salah, Seno bersyukur bisa di besarkan oleh Ayah dan Bunda yang sangat baik pada Seno" Seno membalas pelukan sang Bunda


"Terimakasih Sayang" Satya pun ikut memeluk Seno


"Tapi kau harus tahu Seno kalau Ayah yang kamu banggakan ini sudah sering membuat Bunda kalian terluka " kata Sandi


Satya menatap tajam pada Sandi, karna memang Dia tidak menceritakan tentang kebodohan nya dulu pada anak anak nya.


"Apa maksudmu?" tanya Riza dingin


"Hahaha" Sandi malah tertawa membuat semua orang menatap nya bingung


"Kau tidak tahu bagaimana dulu Bunda mu di siksa oleh Ayahmu" kata Sandi lagi


"Sudah, sekarang kamu pulang dan jangan kesini lagi" kata Salwa

__ADS_1


"Hahaha aku akan kesini lagi karna aku juga harus membawa anak ku pergi dari sini" kata Sandi


"Tidak aku tidak mau" kata Seno tagas


"Fikirkan lah dulu Seno, biar nanti aku akan menjemputmu kembali" kata Sandi berdiri dan berjalan ke luar rumah Satya


"Tania ajaklah Rachel tidur, maaf ya Rachel kamu jadi harus melihat adegan seperti ini" kata Salwa lembut


Rachel tersenyum " Tidak papa Bun"


Tania dan Rachel pun pergi ke kamar. Kini tinggalah Seno,Riza, Satya dan Salwa yang masih duduk diam di ruang keluarga.


"Bunda Seno gak mau kalau harus ikut dengan orang tadi" kata Seno lirih


"Seno sayang, kamu tidak akan pergi dengan nya. Sampai kapan pun kamu tetaplah anak Bunda dan Ayah" kata Salwa lembut


"Dan sampai kapan pun lo tetap saudara gue" kata Riza


"Terimakasih Za, makasih buat semuanya. Kalian sudah menyayangi Seno selama ini" kata Seno terharu


......................


Sandi masuk ke dalam rumah nya dengan langkah gontai. Dia menjatuhkan tubuhnya di sofa dengan tangan memijat pelipisnya yang terasa sangat pusing.


"Maafkan Papa Seno, Papa terpaksa melakukan ini"


"Kalau saja dulu Ibu mu tidak membohongi Papa. Mungkin sekarang kamu akan hidup bersama Papa dan tidak akan membenci Papa"


Sandi menghela nafas berat "Papa hanya ingin kau menerima Papa sebagai ayah kandung mu seperti kau menyayangi Satya"


"Kaulah yang Papa punya saat ini Seno. Maafkan Papa"


Flashback ON


Setelah Bella meletakan keranjang bayi nya di taman rumah Satya. Dia kembali ke apartemen nya. Bella membuka pintu apartemen nya, Bella terkejut saat melihat Sandi sudah duduk di sofa.

__ADS_1


Beberapa bulan lalu Sandi pergi keluar negri untuk mengurusi perusahaan keluarganya. Sandi sudah cape jika harus terus terusan lari dari keluarga nya yang memintanya menikah dengan wanita pilihan orang tuanya.


Sandi terlalu mencintai Bella hingga akhirnya Dia menerima saran Bella untuk memoroti Satya supaya Dia tidak perlu kembali ke keluarganya yang terus terusan memaksanya menikah.


Tapi setelah lama di luar negri Sandi tetap memantau pergerakan Bella apalagi Bella sedang mengandung anaknya. Tapi laporan dari anak buahnya mengatakan kalau Bella sudah beberapa kali mencoba menggugurkan kandungan nya.


Sampai Sandi harus pulang ke Indonesia dan sekarang Dia sudah berada di apartemen miliknya yang di tinggali oleh Bella.


"Sayang kau sudah pulang" kata Bella manja


Sandi hanya tersenyum tipis, lalu matanya menatap pada perut Bella yang terlihat rata.


"Bella apa kamu sudah melahirkan?" tanya Sandi masih menatap perut Bella.


Bella gelagapan saat Sandi menanyakan anak nya.


"Bella" kata Sandi tidak sabar sudah merasakan sesuatu telah terjadi


"Itu.. A..anak kita sudah meninggal Sandi. Dia meninggal saat di lahirkan" kata Bella gugup


"Apa?" teriak Sandi


"Kau telah membunuh anak kita Bella. Sekarang juga kau keluar dari apartemen ku dan jangan harap kau bisa kembali padaku" kata Sandi emosi


"Apa maksudmu Sandi? Aku tidak membunuh anak kita" kata Bella


"Hahaha, kau fikir aku tidak tahu apa yang sudah kau lakukan selama aku pergi Bella. Kau telah mencoba menggugurkan kandungan mu dan sekarang kamu lihat anak ku mati Bella" teriak Sandi emosi


Bella terdiam saat mendengar semia ucapan Sandi. Dia tidak tahu kalau Sandi mengetahui semuanya. Tapi Dia salah karna anak nya masih hidup, tapi Bella tidak mau memberitahukan semuanya karna Bella ingin Seno di sayang oleh Satya dan Dia berharap akan memudahkan nya untuk mengambil kembali hati Satya.


Setelah hari itu Sandi pun kembali ke luar negri dan mengurus perusahaan keluarganya. Sebenarnya Dia masih suka memantau pergerakan Bella. Hingga sudah saat ini Sandi mengetahui hal yang sangat mengejutkan dari anak buahnya.


Sandi mengetahui tentang anak nya yang masih hidup dan di rawat dengan baik oleh keluarga yang pernah ingin Dia hancurkan.


FlashBack OF

__ADS_1


__ADS_2