Ketulusan Cinta Salwa

Ketulusan Cinta Salwa
Part 35


__ADS_3

Syaida mengerjapkan matanya dan melihat sekeliling nya. Kepala nya terasa pusing, Syaida ingat pada waktu Dia pingsan.


"Kaka" Syaida tersentak kaget dan langsung terduduk


"Sayang" Gio langsung berdiri dari duduk nya dan segera menghampiri istrinya itu


"Mas gimana keadaan kaka?" tanya Syaida sudah dengan mata berkaca kaca


"Kamu tenang ya sayang. Kaka kamu pasti baik baik saja" Gio mencoba menenangkan istrinya


"Aku mau lihat kaka" kata Syaida memelas


"Iya ayo. Tapi kamu pake kursi roda ya kamu masih lemah sayang" Gio mencium kening istrinya


Syaida mengangguk dan Gio pun segera membawa kursi roda dan menggendong Syaida lalu diduduk kan di kursi roda.


Gio mendorong kursi roda Syaida ke ruangan Salwa. Disana sudah terlihat Satya yang sedang bicara dengan dokter Rini.


"Ada apa Bang?" tanya Gio setelah menghampiri Satya


"Salwa harus mendapat donor tulang sumsum belakang secepat nya, tapi punya gue gak cocok untuk Dia." jawab Satya lesu


"Biar aku aja kak" Syaida berkata sambil mengacung kan jari nya


"Saya bersedia ko dokter" kata Syaida pada dokter Rini


"Baiklah, ayo kita cek dulu" Dokter Rini pun mendorong kursi roda Syaida untuk mengecek apakah tulang sumsum belakang punya Syaida cocok atau tidak.

__ADS_1


Satya dan Gio masih menunggu di depan ruangan Salwa. Gio baru kali ini melihat Satya begitu terpuruk, bahkan saat dulu Bella meninggalkan nya Satya tak semenyedihkan ini.


"Lo harus kuat Bang demi anak lo" Gio mengelus punggung Satya


"Gue nyesel Gi...Gue nyesel. Lo taukan apa yang udah gue lakukan sama Salwa" ucap Satya terlihat jelas penyesalan di wajah nya


"Bahkan Salwa rela mempertaruhkan nyawanya demi bisa melahirkan anak gue. Tapi apa yang gue lakukan pada Dia? Bahkan gue gak mengakui anak ini. Gue emang berengsek, tapi gue gak sanggup jika Salwa menghukum gue dengan Dia pergi ninggalin gue. Gue gak akan sanggup Gi"


Satya mengeluarkan semua keluh kesah nya pada Gio. Air mata sudah tidak bisa di tahan nya lagi.


Gio hanya diam mendengar kan ucapan Satya. Gio tahu betul kalo sekarang sahabat nya ini sedang terpukul dengan kenyataan yang menimpanya.


Tak lama kemudian Syaida datang dengan dokter Rini. Syaida sudah tidak pakai kursi roda karna memang Dia sudah tidak lemas dan pusing lagi.


"Gimana hasil nya?" tanya Satya menatap Syaida dan dokter Rini


"Kenapa gak cocok? Syaida dan Salwa kan saudara?" tanya Satya menatap tajam pada dokter Rini


"Karna kecocokan itu tidak selalu pada saudara Tuan. Kadang orang yang tidak ada hubungan darah dengan kita tapi bisa mendonorkan nya" jelas dokter Rini


Satya langsung terduduk lesu, Dia mengusap wajah frustasi. Bagaimana sekarang? Dia harus mencari pendonor kemana?


Satya mengeluarkan ponsel nya dan menelpon seseorang.


"Hallo Jhoni" setelah telepon tersambung


"Carikan orang yang mau mendonorkan tulang sumsum belakang nya untuk istri saya. Saya akan memberinya imbalan yang besar jika memang orang itu cocok. Secepatnya" Satya langsung menutp telpon nya tanpa membiarkan Jhoni bertanya

__ADS_1


Jhoni adalah orang kepercayaan Satya setelah Reno. Jhoni di tugaskan oleh Satya mengurusi usaha kuliner nya. Tapi Jhoni selalu siap jika Satya membutuhkan bantuan nya secara mendesak seperti saat ini.


Satya mondar mandir di depan ruangan Salwa dengan sesekali melirik ponsel nya menunggu ada telepon dari seseorang. Ponsel Satya pun berdering dan langsung di angkat oleh Satya.


"Hallo Tuan" sapa Jhoni


"Katakan" kata Satya dingin dan datar


"Saya sudah menyebar informasi tentang yang mau mendonorkan tulang sum sum belakang untuk istri Tuan itu"


"Saya juga sudah mencantumkan nomor ponsel Tuan agar bisa langsung menghubungi Tuan" kata Jhoni menjelaskan


"Bagus" Satya menutup telpon nya


Tak lama kemudian ponsel nya kembali berdering dengan nomor yang tak di kenal.


"Hallo" kata Satya dingin


"Aku akan mendonorkan tulang sum sum belakang ku untuk Salwa. Tapi kau harus memberi bayaran yang pas untuk ku" kata Seseorang di sebrang sana


"Katakan apa bayaran nya jika memang tulang sumsum belakang mu cocok untuk istri saya" kata Satya


"Syarat nya nanti ketika aku sudah pasti cocok untuk mendonor tulang sumsum belakang ku pada Salwa. Bisakah kita bertemu malam ini di restauran mu" kata nya lagi


"Baiklah semua demi istriku" kata Satya langsung memutuskan telepon nya


Satya pun kembali masuk ke ruangan Salwa dan duduk di kursi samping ranjang pasien.

__ADS_1


"Sayang aku pergi dulu. Semoga Dia bisa mendonorkan tulang sumsum nya untuk kamu dan kamu akan kembali sembuh. Bertahanlah Sayang, aku yakin kamu pasti kuat." Satya mencium kening dan bibir istrinya lalu Dia pergi dari ruangan istrinya.


__ADS_2