
Satya sudah terbangun dari subuh tadi dan Dia mengerjakan pekerjaan nya di ruang kerja. Sementara Salwa Satya menyuruhnya untuk kembali tidur setelah shalat subuh.
Satya tidak tega melihat Salwa yang terus terusan muntah di pagi hari. Makanya Satya tidak mengizinkan Salwa melakukan apapun di rumah ini.
Setelah selelsai memeriksa laporan yang di kirimkan sekertaris nya lewat email. Satya pun kembali ke kamar nya.
Ceklek
Satya membuka pintu kamarnya dan melihat Salwa telah bangun dan sedang memberesakan tempat tidur. Satya pun berjalan ke arah Salwa dan memeluk nya dari belakang.
"Sayang" Satya mencium bahu Salwa dan menghirup aroma tubuh istrinya
"Mas sekarang ke kanto gak?" tanya Salwa masih merapikan selimut
"Iya Sayang, emang kenapa?" tanya Satya masih betah memeluk istrinya
Salwa berbalik dan menatap wajah Satya dengan penuh kelembutan dan kasih sayang.
"Hmmmm.. Aku boleh ikut kamu ke kantor?" tanya Salwa ragu ragu
Satya mengerutkan keningnya " Kamu mau ikut ke kantor? Tapi mau apa?"
Wajah Salwa langsung berubah masam " Gak boleh ya. Ya udah kalo kamu gak mau aku ikut kamu ke kantor. Gak usah aku juga gak maksa"
Salwa langsung pergi ke kamar mandi dan menutup pintu kamar mandi dengan keras hingga menganggetkan Satya yang masih diam mematung.
Tok tok
"Sayang jangan marah dong" kata Satya masih mengetuk pintu kamar mandi
"Kamu keluar aja Mas, aku mau mandi dulu" teriak Salwa dari kamar mandi
Satya menghembuskan nafas lega saat mendengar suara Salwa. Berarti Salwa tidak marah padanya. Fikirnya
Satya pun akhirnya keluar dari kamar dan menemui anak anak nya yang sudah duduk manis di meja makan dengan seragam sekolah yang sudah menempel di tubuh keduanya.
"Assalamualaikum anak anak Ayah" kata Satya
Salwa sudah mengajarkan keduanya untuk mengucapkan salam untuk sapaan di pagi hari.
"Waalaikumsalam Ayah" jawab mereka serempak dengan ekspresi berberda. Seno dengan wajah cerianya sementara Riza dengan ekspresi datar dan cuek nya.
__ADS_1
"Kalian habiskan sarapannya" Satya mencium kepala keduanya
"Bunda mana Ayah?" tanya Riza yang memang lebih dekat dengan Bundanya
"Bunda masih mandi" jawab Satya lalau memakan sandwich nya
"Apa Bunda masih belum mau makan Ayah?" kali ini Seno yang bertanya
Satya menggeleng dan tersenyum melihat gurat ke khawatiran di wajah mungil anak anak nya terhadap Bunda mereka.
"Belum sayang, mungkin adik kalian maunya makan buah sama kue aja" Satya mencoba memberi pengertian pada kedua anaknya agar tidak terlalu khawatir
"Baiklah Ayah kalo gitu kita berangkat dulu" kata Riza dengan gaya cool nya
Satya tertawa kecil melihat sifat anaknya yang selalu terlihat cool meskipun masih usia 5 tahun, tapi Riza terlihat sangat mirip dengan nya.
"Baiklah kalian hati hati, dimana mbak Ela?" tanya Satya
"Mbak Ela sudah menunggunya di depan sama Pak supir" jawab Seno
Mereka berdua pun menyalami ayahnya dan mengucapkan salam lalu berangkat bersama Ela dan supir.
Satya yang sudah selesai sarapan pun langsung membuatkan susu ibu hamil dan buah segar yang sudah di potong poting kecil di dalam mangkuk. Sarapan untuk Salwa setiap pagi nya hanya ini, kalau tidak buah Salwa akan memakan kue saja.
Ceklek
Satya mengerutkan keningnya saat melihat Salwa malah tengkurap di tempat tidur dengan wajah di benamkan ke bantal. Satya menajam kan pendengaran nya dan terdengar suara isakan kecil di balik bantal.
"Sayang" Satya menghampiri istrinya yang ternyata sedang menangis
"Kamu kenapa nangis hmm?" Satya mengusap sayang kepala Salwa yang masih tengkurap
"Kamu jahat Mas" kata Salwa di balik bantal
"Jahat? Maksud kamu apa sayang?" tanya Satya bingung
Salwa pun membalikan badan nya lalu duduk dan menatap Satya dengan tatapan tidak suka.
"Kamu jahat, kamu gak biarin aku ikut kamu ke kantor" kata Salwa kembali menangis
"Aku kan cuma mau tahu kantor kamu" tambahnya lagi di sela tangisnya
__ADS_1
Satya menghela nafas beratnya, kini Dia mengerti kenapa Salwa sampai menangis. Satya lupa kalau hormon ibu hamil selalu sensitif jika keinginan nya tidak di penuhi.
"Sayang maafin aku. Aku gak larang kamu ikut ke kantor ko. Aku cuma kaget aja kenapa kamu tiba tiba mau ikut aku ke kantor" Satya mencoba menjelaskan
"Kalau memang kamu mau ikut ke kantor aku. Kamu sekarang siap siap ya" kata Satya lagi
Salwa mengusap air matanya " Gak usah, aku sudah tidak mau ke kantor mu lagi"
Satya mengerutkan keningnya " Loh bukan nya kamu mau ikut aku ke kantor?"
"Gak mau ! Aku udah gak mau ikut kamu lagi" kata Salwa ketus
"Sayang, jangan marah dong" Satya meraih kedua tangan Salwa dan menggenggam nya
"Abis kamu nyebelin tau gak?" kata Salwa kesal
"Iya aku minta maaf ya. Tapi pliss kamu jangan marah lagi sama aku ya" kata Satya lembut
"Iya" jawab Salwa singkat
"Sekarang kamu makan sarapan dan minum susunya " kata Satya lagi
"Gak mau minum susu, makan buahnya aja" kata Salwa
Satya menggeleng cepat " Kamu harus minum susunya sayang. Minum sedikit aja ya"
"Tapi aku gak suka bau susunya Mas" kata Salwa manja
"Sedikit saja sayang, kamu kan harus kasih nutrisi yang bergizi buat baby kita" Satya membujuk Salwa sambil mengelus perutnya
"Iya Mas aku mau minum susunya" Salwa pun meraih segelas susu yang di serahkan oleh suaminya itu
Salwa meminum susunya sambil mencapit hidung nya agar tidak mencium bau dari susu yang di minum nya. Salwa hanya bisa menghabiskan setengahnya.
"Sudah Mas, aku gak kuat lagi. Howek" Salwa sudah merasa mual tapi untung nya Satya segera memberinya air putih
"Kamu minum dulu sayang biar gak mual lagi" kata Satya lembut
"Sekarang kamu siap siap kita akan pergi ke kantor" Satya mencium kening istrinya itu
Vote
__ADS_1
Like
Komen