Ketulusan Cinta Salwa

Ketulusan Cinta Salwa
Part 73


__ADS_3

Brakk


"Bapakkk" Salwa berlari ke arah ayahnya yang sudah tergeletak bersimbah darah.


Motor yang menabrak ayahnya memang melaju sangat kencang sehingga tubuh ayah Salwa terpental cukup jauh dan kepalanya membentur pembatas jalan. Salwa terduduk lemas di samping tubuh ayah nya yang sudah tidak sadarkan diri. Hujan sudah berhenti tapi air mata Salwa semakin deras mengalir membasahi pipi.


Bella dan Briyan pun turun dari mobilnya saat melihat ayah Salwa yang tertabrak motor. Ada senyuman licik di bibir keduanya. Bella dan Briyan berjalan menghampiri Salwa.


"Mau apa lagi kalian?" tanya Salwa lirih dengan air mata yang tidak berhenti mengalir


"Aku ingin kau meninggalkan Satya" kata Bella tenang


"Dan kau bisa menikah dengan ku"ucap Briyan


Salwa menggeleng tanpa mendongakkan wajahnya.


"Aku tidak bisa, aku mencintai suamiku dan aku tidak mungkin mengorban kan anak anak ku jika aku harus berpisah dengan suamiku" kata Salwa


"Anak anak mu? Maksud mu Riza dan bayi yang kalian temukan malam itu" kata Bella santai


'Bagaimana mbak Bella bisa tahu tentang Seno? Atau jangan jangan...' Salwa


"Kenapa menatap ku seperti itu? Heran kenapa aku tahu tentang bayi itu?" kata Bella tersenyum puas


"Jelas lah aku tahu orang itu bayi aku" kata Bella lagi


Salwa tersentak kaget mendengar ucapan Bella. Jadi selama ini anak yang di rawatnya adalah anak dari mantan suaminya. Apa yang harus Salwa lakukan? Dia terlanjur menyayangi Seno.


Bella tersenyum licik melihat Salwa terkejut dan hanya diam mendengar ucapan nya.

__ADS_1


"Dan jika kau ingin memiliki Seno seutuhnya silahkan. Aku tidak perduli pada anak sialan itu. Gara gara Dia aku harus berpisah dengan Satya" kata Bella membuat Salwa terkejut


"Kenapa mbak melakukan itu pada anak kandung mu sendiri?" tanya Salwa tak percaya ada ibu setega Bella


"Karna aku tidak menginginkan keberadaan nya. Jadi kau bisa mengambil alih Dia tanpa harus memberi tahu nya tentang aku. Tapi kau harus memenuhi syarat dari ku" kata Bella


"Kau harus meninggalkan Satya atau kau akan kehilangan kedua anak mu itu jika kau tidak mau menuruti ku" lanjut Bella lagi


"Tidak! Aku tidak akan pernah meninggalkan keluarga ku. Jika memang kau ingin mengambil Seno silahkan. Aku tidak peduli" kata Salwa lantang


Mulut nya bisa saja bicara seperti itu, tapi hati nya sangat hancur saat mengatakan itu. Salwa sudah terlanjur sayang pada Seno. Tapi ini cara satu satunya untuk membuat Bella sedikit jera dan tidak menganggap nya terlalu lemah. Salwa tahu Bella hanya mengancam saja, karna Bella juga tidak mungkin mengambil anak yang jelas jelas sudah Dia terlantarkan.


"Kau berani padaku" kata Bella emosi


Tin Tin Tin


Di saat yang bersamaan mobil Satya datang dan berhenti di sana. Satya melihat Bella dan seorang laki laki dan yang menarik perhatian Satya adalah gadis berhijab yang sedang duduk di jalanan.


Bella dan Briyan terkejut melihat kedatangan Satya yang mereka sangka Satya tidak akan mengetahui keberadaan Salwa karna tempat nya saat ini sangat jauh dari kantor ataupun rumah Satya.


Salwa berdiri dengan susah payah lalu memeluk suaminya dengan erat dengan air mata yang tidak mau berhenti mengalir.


"Mas" Salwa memeluk erat suaminya


"Sayang kamu tidak papa hmm?" Satya mencium kepala istrinya


Salwa melepas pelukan nya dan menatap wjah suaminya yang terlihat sangat cemas itu. Satya menangkup wajah Salwa dengan kedua tangannya lalu Dia mencium kening istrinya.


"Aku tidak papa Mas, tapi Bapak" Salwa melirik ke arah ayahnya yang masih tergeletak di jalan

__ADS_1


Satya mengikuti arah pandang mata Salwa dan Dia baru menyadari dengan kondisi ayah mertuanya itu. Satya menatap tajam pada Bella dan Briyan. Satya berjalan menghampiri mereka.


Plakk


Satu tamparan keras mendarat di pipi Bella. Satya benar benar geram denga Bella apalagi saat Dia tahu dari Jhoni kalau nomor yang menerornya adalah atas nama Bella dan kini Satya tahu bahwa dalang di balik semua ini adalah Bella.


"Gue nyesel kenapa dulu gue bisa cinta mati sama perempuan gila kaya lo. Gue gak tahu racun apa yang udah lo berikan sampai gue tergila gila pada lo dulu."Satya menarik nafas


" Tapi sekarang gue sadar mana berlian dan mana sampah. Berlian meskipun di kelilingi banyak sampah tetaplah berlian tidak seperti sampah sekecil apapun tetaplah sampah" kata Satya


Bella terdiam dengan perasaan yang sudah sangat marah mendengar ucapan Satya. Tapi Bella juga tidak berani membalas ucapan Satya karna Bella melihat wajah Satya yang sudah merah padam menahan emosi.


Satya melirik Briyan dengan tajam lalu Dia berbalik dan berjalan ke arah istrinya yang masih duduk di samping ayah nya yang tergeletak.


"Sayang" Satya merengkuh pundak Salwa


"Mas Bapak" Salwa menangis terisak


Satya mengelus kepala Salwa lalu Dia mengecek keadaan ayah mertuanya. Satya mengecek denyut nadi dan detak jantung ayah mertuanya.


"Sayang kamu yang kuat ya, Bapak kamu sudah tidak ada" kata Satya lirih


"Innalillahi Wainnalillahi raji'un" tangis Salwa pun pecah, Dia segera memeluk tubuh ayahnya


"Maafkan semua kesalahan Salwa Pak. Semoga Allah mengampuni dosa Bapak" Salwa menangis terisak


Satya memeluk Salwa dan mencoba menenangkan nya. Salwa menangis di pelukan suaminya.


"Biarkan Bapak mu pergi dengan tenang sayang. Kamu harus kuat" kata Satya

__ADS_1


...****************...


Vote nya jangan lupa ya 😁😁🤗


__ADS_2