
Rachel, Riza dan Revina baru saja sampai di rumah. Kini mereka sudah berada di ruang tamu. Revina masih asyik di kamarnya bersama tante Hanum. Revina sangat bahagia karna bisa kembali ke kamarnya yang sudah lama di tinggalkan.
Semenetara itu di ruang tamu Rachel sedang tiduran di sofa dengan paha Riza sebagai bantalan. Riza sedang fokus pada ponselnya sementara Rachel sedang membaca majalah.
"Dear kamu baca apa? Sampai senyum senyum sendiri?" tanya Riza tapi matanya masih fokus pada ponselnya
"Gak ko, cuma lagi baca baca aja" jawab Rachel santai
"Oh ya" Rachel bangun dan membenarkan posisi duduknya
"Kenapa tadi Seno pergi lagi ke rumah Faiha?" tanya Rachel penasaran
"Gak tau, tapi kayanya Seno suka deh sama Faiha" kata Riza santai
"Ishhh kan Seno playboy pasti suka sama setiap cewe lah"kata Rachel
"Tapi kayanya kali ini serius deh Dear, soalnya Dia sampe segitu nya sama Faiha. Seno perhatian banget tahu sama Faiha" kata Riza
"Serius?" kata Rachel tidak percaya
"Iya, bahkan aku baru kali ini denger Seno bilang suka sama cewe. Biasanya Dia ya kalau suka ya suka aja langsung ajak kencan gak kaya sama Faiha sekarang" kata Riza
"Apa mungkin Seno insyaf ya" ksta Rachel
Riza hanya mengangkat kedua bahunya acuh tak acuh. Rachel pun kembali merebahkan tubuhnya dan menjadikan paha Riza sebagai bantalan.
"Kalau Seno beneran berubah dan tobat jadi playboy, kayanya mereka cocok deh. Iya gak Yank?" tanya Rachel menatap Riza yang masih fokus pada ponselnya
Riza melempar ponselnya ke sofa dan menatap Rachel "Tadi kamu panggil aku apa?"
'Hah? Aku emang tadi panggil apa ya'
"Yank? Hmmm panggilan baru nih ceritanya. Aku suka" Riza mencium kening Rachel
__ADS_1
"Eh.. itu ya.. Ah.. iya itu panggilan baru" kata Rachel gelagapan pasalnya Dia gak sengaja aja panggil Riza dengan sebutan 'Yank' kata itu refleks keluar begitu saja dari mulutnya.
"Jadi gimana? Mereka cocok kan?" Rachel mengulangi ucapan nya
"Apa? Siapa yang cocok?" kata Riza
"Ck gak jadi " kata Rachel kesal
'Dari tadi ngomong yang di tangkepnya cuma kata 'Yank' nya doang' Rachel
"Ya udah kalo gitu aku pulang ya, Bunda pasti udah nungguin aku kalau pulang nya kesorean" kata Riza lembut
"Ya udah hati hati ya, salam buat Bunda" kata Rachel
"Iya, aku gak pamit sama tante dan Revi ya. Kayanya mereka lagi asyik dikamar jadi aku gak mau ganggu" kata Riza
Rachel mengangguk, Riza pun mencium kening Rachel.
"Assalamualaikum " pamit Riza
......................
Di tempai lain Seno masih di rumah Faiha. Dia sedang menunggu Faiha untuk siap siap karna Seno akan mengajak Faiha makan di luar.
"Sudah siap" kata Seno saat melihat Fiha sudah keluar dari kamarnya
Faiha hanya mengangguk, Seno pun segera menggandeng tangan Faiha dan mereka pun berjalan keluar dari rumah Faiha.
Kini mereka sudah berada di dalam mobil Seno. Mobil pun melaju dengan kecepatan sedang menuju salah satu restoran.
"Sayang ayo" Seno membuka kan pintu mobil saat mereka sudah sampai di depan restoran
Faiha hanya tersenyum malu dan mengangguk lalu Dia pun keluar dari mobil dengan di bantu oleh Seno.
__ADS_1
Saat mereka memasuki restoran itu, semua mata menatap pada mereka dengan pandangan berbeda beda.
"Tuh cowo keren ya, cewe nya buta tapi Dia masih setia'
'Iya, bener bener cowo idaman udah gitu tampan lagi'
Beberapa orang memandang kagum pada mereka. Tapi banyak juga yang menatap mengejek pada Faiha.
'Ko mau si tuh cowo sama cewe buta kaya gitu'
'Iya, pake pelet apaan tuh cewe sampe bisa buat cowo setampan Dia mau sama cewe buta kaya Dia. Bener bener gak selefel'
'Tuh cewek jual dirinya kali biar tuh cowo mau sama Dia. Dasar cewe murahan'
Seno dan Faiha bukan nya tidak mendengar semua bisik bisik orang orang yang ada disana. Tapi mereka mencoba untuk tidak menghiraukan nya. Sebenarnya ingin sekali Seno melakban mulut mulut yang suka nyinyir itu.
Tapi Dia melihat raut sedih dari Faiha membuat nya mengurungkan niatnya. Sekarang yang paling penting Seno haru menghibur kekasihnya itu.
"Ayo duduk sayang"
Seno membantu Faiha untuk duduk lalu Dia segera memesan makanan setelah semuanya selesai Seno pun segera kembali ke meja mereka.
Faiha masih diam dengan fikiran masih melayang pada orang orang yang membicarakan nya tadi. Sudah biasa Faiha mendapat hinaan seperti itu, tapi untuk saat ini Seno juga ikut di hina karna bersama nya.
Seno meraih tangan Faiha yang di letakan di atas meja "Sayang, kamu jangan dengerin mereka ya. Kamu harus percaya diri kalau kamu adalah yang paling pantas untuk aku"
Faiha mencoba tersenyum "Aku udah biasa ko mendengar hinaan kaya gitu"
Seno menatap mata Fiaha yang selalu menatap kosong. Meskipun tahu jika mata itu tidak pernah lagi melihat sebuah cahaya. Tapi Seno bisa melihat kesedihan dan luka yang Faiha rasakan lewat sorot mata itu.
"Mulai saat ini aku akan selalu membuatmu bahagia. Aku juga akan mengembalikan cahaya hidupmu" kata Seno
"Aku sudah bahagia ko bisa sama kamu, aku merasa punya teman dan merasa ada yang melindungi" kata Faiha
__ADS_1
"Aku akan selalu membuat mu bahagia sayang" kata Seno mencium tangan Faiha