
"Bunda Rachel pulang dulu ya" pamit Rachel
Kini mereka tengah berkumpul di ruang keluarga. Karna sudah malam maka Rachel memutuskan untuk pulang.
"Kenapa gak nginap aja Hel" kata Salwa
"Kasihan tante sendirian di rumah" kata Rachel tersenyum
"Kalau begitu biar Seno yang anterin" kata Satya melirik pada Riza yang terlihat kecewa
Seno tahu maksud dari ayahnya "Siap Yah, biar Seno yang anterin Rachel"
"Ekhem" Riza berdehem mencoba menetralkan perasaan nya
'Kenapa gue ngerasa gak rela ya kalau Rachel di anterin Seno' Riza
"Ya udah ayo Hel" Seno melirik pada Riza sambil berdiri dari duduknya
Rachel mengangguk dan berjalan menghampiri Satya dan Salwa untuk menyalami mereka. Rachel pun memeluk Tania dan saat Dia menghampiri Riza. Dia bingung harus pamit atau tidak.
"Gue pulang dulu" kata Rachel pelan
Riza menatap Rachel dengan tatapan yang sulit di artikan.
"Biar gue aja yang anter" kata Riza datar
Cih
Riza mendengar Seno dan ayahnya berdecih saat Dia mengatakan itu.
"Gak bisa gitu dong Za, kan udah gue yang di suruh Ayah buat anterin Rachel" kata Seno
Riza menatap tajam pada Seno "Biar gue aja yang anterin"
Seno menahan senyumnya begitupun dengan yang lainnya.
"Gak bisa gitu dong, biasanya juga lo nolak kalo di suruh anterin Rachel" kata Seno makin menyudutkan Riza
Riza mendelik kesal pada Seno dan membuat Seno dan yang lainnya tertawa bahagia kecuali Rachel yang hanya tersenyum.
"Ya udah kalo lo emang maksa buat anterin Rachel gue ngalah deh. Lo anterin sana" kata Seno tersenyum mengejek
"Siapa yang maksa? Gue gak maksa ko, ngapain juga maksa buat anterin cewe bar bar kaya dia" kata Riza mengelak
Gak mungkin dong seorang Riza mengakui kalau Dia memang berharap bisa mengantar Rachel wanita yang selama ini selalu membuat masalah dengan nya.
__ADS_1
"Heh lo bilang apa?" bentak Rachel emosi
"Gue bilang lo cewe bar bar mau apa lo?" kata Riza nyolot
Rachel berjalan ke arah Riza dan menginjak kaki Riza dengan keras.
"Akhhhh.. Lo gila ya" Riza memegang kaki nya yang di injak Rachel
"Apa lo? Gue emang bar bar dan ini supaya gue bisa lindungi diri dari cowo gila kaya lo" kata Rachel berkacak pinggang di depan Riza
"Dasar cewe gila, nyesel gue udah mikirin lo tadi" kata Riza tanpa sadar
Semuanya terbelalak mendengar ucapan Riza yang di ucapkan tanpa sadar itu. Untuk beberapa detik mereka diam dan langsung tertawa membuat Riza menatap nya bingung.
"Ada apa? Kenapa ketawa?" tanya Riza bingung
"Hahaha. Jadi lo suka mikirin gue? Emang apa yang lo fikirin tentang gue? Atau jangan jangan...."
Rachel menutup mulutnya seolah kaget dan mengedip ngedipkan matanya menggoda Riza
"Apa lo bilang? Siapa juga yang mikirin lo" Riza mengelak tapi wajahnya sudah salah tingkah
"Tadi lo yang bilang semuanya dengar kan" kata Rachel semakin menyudutkan Riza
Rachel mendekatkan wajahnya pada Riza dan tersenyum jahil. Riza menatap mata Rachel dengan jantung yang sudah berdbar debar.
"Atau jangan jangan lo suka lagi sama gue? Lo jatuh cinta ya sama gue" kata Rachel menatap mata Riza
Deg Deg Deg
Jantung keduanya berdetak kencang, meskipun Rachel mencoba menjahili Riza dengan ucapan nya barusan tapi Dia juga tidak bisa mengendalikan perasaan nya. Apalagi Riza yang sudah sangat salah tingkah.
"A...Apa maksud lo?" tanya Riza gugup
"Hahahaha" tawa Rachel pun pecah karna sudah puas mengerjai Riza
Satya dan yang lain nya pun ikut tertawa melihat tingkah Rachel. Salwa sampai menggelengkan kepalanya melihat tingkah Rachel.
"Sini lo" Riza menarik tangan Rachel dan menarik nya keluar rumah
"Riza kamu mau nagapain Rachel" teriak sang Bunda khawatir kalo anak nya akan berbuat yang tidak tidak pada Rachel
Satya merangkul pinggang istrinya "Sudahlah sayang, aku yakin Riza tidak akan ngapain ngapain Rachel"
"Iya Bun, paling Riza bakal anterin Rachel pulang sambil ngomel. Hahaha" kata Seno tertawa
__ADS_1
"Bener Bun" tambah Tania
Sementara itu Rachel sudah berada di dalam mobil Riza. Tadi Riza memaksa Rachel untuk masuk ke dalam mobilnya dan sekarang Riza sudah melajukan mobilnya menuju rumah Rachel.
Sepanjang perjalanan hanya ada keheningan di antara mereka. Rachel mulai merasakan aura mengancam dari Riza.
'Aduhh kayanya Dia marah banget deh sama gue. Gimana ni ?' Rachel
Sesampainya di rumah Rachel, Riza langsung menghentikan mobilnya.
"Makasih udah anterin " kata Rachel hendak membuka pintu mobil tapi tidak bisa
"Ko gak bisa di buka?" tanya Rachel menoleh pada Riza
Riza mendekatkan wajahnya pada Rachel membuat jantung keduanya berdetak kencang. Rachel sampai memejamkan mata saat hembusan nafas Riza terasa pada wajahanya.
"Kalo emang gue jatuh cinta sama lo gimana?" tanya Riza menatap Rachel
'Apa? Gue gak salah dengarkan? Gak mungkin.. Gak mungkin' Rachel
"Lo gak salah denger, gue beneran jatuh cinta sama lo" kata Riza
Rachel terbelalak mendengar ucapan Riza. Bagaimana Dia bisa membaca fikiran nya?
"Lo ja...jangan bercanda" kata Rachel gugup
"Gue gak bercanda, gue serius" kata Riza tersenyum penuh arti
"Ta...tapi kan..." Rachel bingung harus bicara apa
Cupp
Riza mengecup singkat bibir Rachel membuat Rachel terbelaka dan untuk beberapa saat Dia hanya diam mematung.
"Sana keluar mau sampai kapan lo di sini?" kata Riza menyadarkan Rachel dari keterkejutan nya
Rachel pun membuka pintu mobil dan berjalan ke arah rumah nya masih dengan fikiran kosong karna kelakuan Riza tadi membuat nya masih syok hingga tidak bisa berfikiran jernih.
Riza melajukan mobilnya dengan tersenyum bahagia. Sesekali Riza menyentuh bibirnya yang masih terasa bekas bibir Rachel.
Rachel masuk ke dalam kamarnya dan merebahkan tubuhnya di tempat tidur masih dengan perasaan syok nya.
'Sial gue bener bener di kerjain sama Dia. Aduh kenapa gue merasa bahagia gini saat Riza mencium gue. Gak gak boleh Rachel, lo gak boleh baper kaya gini' Rahcel
Vote nya mana dong guys.. 😁😁
__ADS_1