
Seorang gadis baru saja keluar dari pesawatnya. Dia berjalan dengan angkuhnya dengan tangan menarik koper. Gadis dengan penampilan elegan dan tentunya dari kalangan orang berada.
Brukkk
"Aduhhh, kalau jalan tuh pakai mata" Dia berdiri lalu merapikan dres yang dipakai nya
"Sorry" ucap seoarng pria
"Sorry sorry, gak tau ap..." gadis itu melongo saat melihat laki laki tampan di depan nya
'OMG ganteng banget' batin nya sambil terus menatap pada pria di depan nya
"Oh ya gak papa ko, salah aku juga yang gak fokus jalan" katanya meralat ucapan nya tadi
"Oke, kalau gitu aku pergi dulu. Soalnya lagi buru buru mau jemput kaka. Bye" pria itu langsung pergi tak lupa Dia melambaikan tangan nya pada gadis yang di tabrak nya tadi.
'Kenapa gue gak tanya nama nya si? Dasar bodoh' menggerutu kesal dalam hatinya
......................
Ting tong
Syaida bangkit dari duduk nya dan berjalan ke arah pintu saat mendengar bel rumah nya berbunyi.
Cekelek
Pintu terbuka dan Syaida langsung terdiam saat tamunya itu langsung memeluknya dengan sangat erat. Untuk beberapa saat Syaida hanya diam mematung tanpa bisa berkata apapun sampai Syaida tersadar oleh isak tangis orang yang memeluknya itu.
"Kamu kenapa Gisel?" tanya Syaida mengelus punggung Gisel
__ADS_1
"Ma...maafkan aku Syaida. Hiks hiks... Aku benar benar menyesal telah menyakiti mu.. Hiks.. Sekarang aku tahu kalau kita berdua hanya lah korban dari Tio yang suka memainkan banyak wanita. Sekarang aku tahu Sya, maafkan lah aku" kata Gisel menangis sesenggukan
Syaida tersenyum haru tanpa terasa Dia juga ikut meneteskan air mata haru bercampur kebahagiaan.
"Aku sudah memaafkan mu jauh sebelum kau minta Gisel" kata Syaida membuat tangis Gisel makin menjadi karna terlalu menyesal telah salah menilai Syaida.
"Sekarang apa kita bisa berteman Gisel?" tanya Syaida
Gisel melepas pelukan nya dan segera menghapus air matanya lalu Dia tersenyum manis pada Syaida.
"Kita bukan hanya teman, tapi kita juga saudara sekarang" Gisel mengacungkan jaru kelingking nya
Syaida tersenyum lalu Dia mengaitkan jari kelingking nya dengan jari kelingking Gisel lalu mereka pun tertawa bersama.
Sepasang mata menatap haru pada mereka berdua. Senyuman bahagia terpancar di wajahnya. Gio pun segera menghampiri kedua wanita yang sangat dicintai nya.
"Kaka aku kangen" Gisel segera menghambur ke pelukan kakanya
"Kau ini sudah besar masih saja manja" Gio mengelus kepala Gisel
"Biarin aja, Syaida aja tidak marah saat aku memeluk kaka" kata Gisel
"Siapa bilang aku tidak marah? Dia itu suamiku kenapa kau peluk peluk" kata Syaida pura pura marah
"Ish kau ini, Dia kan juga kaka ku" jawab Gisel mencebikan bibirnya
"Sudah cukup, aku tahu aku tampan jadi kalian tidak perlu merebutkan aku" kata Gio narsis
"PeDe" Syaida dan Gisel langsung pergi ke dalam rumah meninggalkan Gio yang tertawa melihat tingkah kedua wanita yang dicintai nya.
__ADS_1
......................
"Syukurlah dhe, kaka ikut senang mendengar nya kalau Gisel sudah berubah"
"Iya Ka, kalau gitu udah dulu ya mau makan malam dulu udah di tungguin. Assalamualaikum "
"Waalaikumsalam "
Salwa menutup telpon nya dengan senyum bahagia di wajahnya saat mendengar cerita Syaida tentang Gisel. Salwa bersyukur semua masalah dan cobaan yang menghampiri keluarga nya kini sudah terselesaikan dengan baik.
"Sayang" Satya memeluk Salwa dari belakang
"Kenapa kamu bahagia sekali hmm?" Satya meletakkan dagunya di bahu Salwa
Salwa tersenyum dan mengelus tangan Satya yang melingkar di perutnya.
"Tadi Syaida telpon aku dan Dia bilang kalau Gisel sudah berubah lebih baik lagi" Salwa tersenyum
"Dan aku sangat bahagia karna satu persatu masalah dalam keluarga kita dan keluarga Syaida bisa kita selesaikan" kata Salwa lagi
Satya tersenyum dan membalikan tubuh Salwa agar menghadapinya. Satya menatap intens pada wajah cantik istrinya itu. Senyuaman tak pernah lepas dari wajahnya, Satya mengelus pipi Salwa lalu Dia mengusap lembut bibir ranum yang selalu membuat nya candu.
"Inilah buah dari ketulusan cinta kamu sayang. Kesabaran dan ketulusan mu selama ini banyak membuat orang orang berubah menjadi lebih baik termasuk aku. Terimakasih karna sudah mau bertahan di sisi ku selama ini sayang. I Love You My Wife" kata Satya tulus
Salwa tersenyum haru dengan mata yang sudah berkaca kaca. Satya benar inilah buah dari semua kesabaran dan ketulusan cinta nya selami ini.
"Love You too" Salwa memeluk erat suaminya
Vote nya jangan lupa hehe 😁😁
__ADS_1