
Faiha dan Seno sudah berada di rumah sakit. Mereka sekarang sedang menunggu di loby. Menunggu dokter Lisa yang menelpon Faiha tadi. Tak lama kemudian datanglah seorang dokter cantik menghampiri mereka.
"Dengan mbak Faiha?" tanya Dokter Lisa
"Iya, apa anda dokter Lisa?" tanya Faiha
Lisa mengangguk "Mari ikut saya"
Faiha dan Seno pun mengikuti langkah kaki Lisa. Mereka berhenti di depan ruangan VIP. Dokter Lisa membukakan pintu ruangan itu dan mempersilahkan Faiha dan Seno untuk masuk.
"Tunggu dulu Dok? Sebenarnya siapa yang ada di dalam?" Faiha menahan tangan dokter Lisa sebelum mereka masuk
"Yang sekarang berada di dalam adalah keluarga Husen. Kebetulan saya adalah dokter pribadi dari keluarga Husen menggantikan Papa saya" jelas Lisa malah membuat Faiha makin bingung
"Keluarga Husen? Saya tidak kenal mereka mbak?" kata Faiha
Deg
'Keluarga Husen? Mungkinkah keluarga Husen pemilik perusahaan Fernan.Corp' Seno
Lisa hanya tersenyum "Sebaiknya mbak Faiha masuk dulu dan tanyakan apa yang mereka inginkan dari mbak"
Faiha malah semakin bingung, Seno yang tahu kalau istrinya sedang kebingungan pun langsung merangkul bahu Faiha.
"Sudah sayang, kita lihat dulu siapa yang ada di dalam" kata Seno mencoba menenangkan istrinya
Akhirnya Faiha dan Seno pun masuk ke ruangan tersebut bersama dokter Lisa. Terlihat di sana seorang pria yang sedang terbaring lemah dengan segala alat medis terpasang di bagian tubuhnya. Di sebelahnya duduk seorang wanita yang sudah tidak muda lagi namun masih terlihat cantik.
"Silahkan mbak" kata Lisa
Dengan ragu Faiha pun berjalan menghampiri tempat tidur pria itu. Terlihat pria itu tersnyum tipis.
"Faiha putriku" gumamnya terdengar seperti bisikan tapi karna ruangan ini sepi dan tidak ada yang berbicara menjadi suaranya sangat terdengar jelas.
__ADS_1
Faiha terbelalak kaget mendengar ucapan pria itu. Bahkan bukan hanya Faiha tapi Seno pun terlihat kaget. Seno semakin erat menggenggam tangan istrinya mencoba menguatkan istrinya ini.
Tiba tiba wanita tua yang duduk di samping tempat tidur itu berdiri dan memeluk Faiha. Dia menangis sejadi jadinya di pelukan Faiha.
"Maafkan Oma Fa, karna keegoisan Oma kamu jadi menderita"
Faiha diam mematung, tapi matanya sudah berkaca kaca. Dia mulai bisa mencerna apa yang sebenarnya terjadi.
Wanita itu melepaskan pelukan nya dan memegang wajah Faiha "Maafkan Oma, karna sudah egois dan membuat mu menderita"
"Apa mak..sud ibu?" tanya Faiha terbata
"Duduklah Nak, biar Oma ceritakan semuanya. Mungkin kamu bingung dengan keadaan ini"
Faiha dan Seno hanya menurut, mereka pun duduk di samping ranjang pasien. Wanita itu terlihat menghela nafas panjang.
"Pria yang terbaring disini adalah ayah kandungmu. Dia adalah Fernan Husen anak Oma dan almarhum Opa kamu. Sebelum nya kamu pasti belum tahu siapa bama Oma. Nama Oma Mirna dan almarhum suami Oma yaitu Opa kamu adalah Ahmad Husen" Oma Mirna mulai menjelaskan
"Dulu Ayahmu dan Ibumu saling mencintai. Tapi sayang karna keegoisan Oma Opa mu mereka tidak bisa menjalin hubungan sebagaimana layaknya sepasang kekasih. Sampai Ayahmu bertekad menikahi Ibumu secara diam diam. Hingga lahir lah kamu dan adikmu" Mirna kembali menghembuskan nafas berat
"Saat umur mu baru satu tahun dan adikmu masih dalam kandungan ibumu. Kami menemukan kebaradaan Ayahmu yang membawa ibumu ke pinggiran kota. Dengan tidak punya perasaan nya kami memaksa Ayahmu untuk pulang ke rumah dan meninggalkan ibumu yang sedang mengandung dan kamu yang basih kecil" Setetes air mata meluncur begitu saja di pipi keriput itu
"Ayah mu sudah tidak bisa menolak lagi untuk kami jodohkan dengan anak rekan bisnis kami. Karna kami mengancam akan melenyapkan kalian.. Hiks Hik... Maafkan Oma Fa, Oma benar benar menyesal " tangisan Mirna mulai pecah
Faiha pun tak bisa membendung air matanya. Mengingat bagaimana ibunya berjuang sendiri membesarkan nya dan adiknya. Fernan pun sudah terisak dalam diam nya. Mengingat kembali bagaimana penderitaan yang di alami wanita yang di cintanya sampai saat ini.
"Setelah menikah ternyata Ayahmu masih suka memantau kalian dengan anak buah suruhan nya. Ayahmu tahu apa yang kalian lewati sampai kecelakaan yang menimpamu dan pernikahan mu juga Ayah mu tahu" jelas Mirna lagi
"Hiks..Hiks.... Terus kenapa Ayah tidak menemui ku? Di saat aku benar tidak punya siapa siapa lagi" kata Faiha menangis terisak
"Tenang sayang, kasihan baby kita" Seno memeluk istrinya dan menciumi kepala istrinya berkali kali
"Maafkan Ayah Nak, ayah tidak bisa menemui mu karna waktu itu Ayah juga tidak mau membahayakan keselamatan mu. Kau tahu Ayah sangat tersiksa selama ini. Ayah sangat menyayangi kalian semua" kata Fernan
__ADS_1
"Ini semua salah Oma, maafkan Oma Fa. Seandinya kami tidak memaksa Ayahmu untuk menikahi wanita ular itu mungkin semuanya tidak akan seperti ini. Kami mengetahui siasat buruk wanita itu setelah ibumu meninggal dunia. Dan dengan licik nya wanita itu mengancam akan membunuhmu jika kita menemuimu dan kita tahu bagaimana Dia tidak akan pernah bercanda dengan ucapan nya" jelas Mirna penuh dengan penyesalan
Faiha semakin menangis tersedu sedu mendengar cerita Mirna. Sungguh hatinya sakit saat mengingat kalau ibunya selama ini sangatlah menderita. Seno sebisa mungkin menenangkan sang istri.
"Maafkan Oma Fa, maafkan Oma" Mirna benar benar menyesal dengan apa yang telah Dia lakukan selama ini.
"Terus apa yang terjadi pada Ayah? Sampai Ayah sekarang seperti ini?" tanya Faiha mencoba menghentikan tangisnya
Oma Mirna kembali menghela nafas "Ini semua adalah ulah istri Ayah kamu. Wanita itu sengaja membuat mobil Ayahmu remnya blong dan Ayahmu kecelakaan hingga kondisi nya seperti ini"
"Keberuntungan masih berpihak pada kita, sebelum wanita ular itu berhasil menguasai harta keluarga Husen. Dia malah kecelakaan dan meninggal di tempat. Allah memang adil tepat di hari dimana Ayahmu kecelakaan Dia juga kecelakaan bahkan kecelakaan nya lebih parah sampai Dia meninggal di tempat " jelas Oma Mirna lagi
"Innalillahi Wainnalillahi Razi'un" ucap Faiha dan Seno
"Maafkan Ayah Fa" lirih terdengar suara Fernan yang dari tadi hanya diam
Faiha menoleh ke arah Fernan dan langsung memeluknya. Tangisa keduanya pun seketika pecah begitu saja. Rasa rindu yang selama ini di pendam telah bisa tersalurkan dengan pelukan yang sangat hangat.
"Maafkan Ayah Fa, Ayah sangat sayang sama Faiha. Sayangilah Oma mu ini, maafkanlah segala kesalahan nya. Anggaplah ini adalah takdir yang harus keluarga kita jalani" kata Fernan sambil mengelus kepala Faiha yang berada di dadanya
"Iya Yah, Faiha akan memaafkan Oma" kata Faiha
Titttttttt
Seketika semua orang yang ada di sana terkejut dan menatap ke arah monitor yang ada di samping ranjang pasien. Faiha mendongakan wajahnya dan melihat Fernan sudah muali memejamkan matanya dengan senyuman yang tak pernah lepas dari bibir pucatnya itu.
"Ayahhhh" teriak Faiha sambil menggoyangkan tubuh Fernan yang sudah tidak bernyawa
"Gak..nggak mungkin, Ayah kan baru ketemu sama Faiha kenapa sekarang ninggalin Faiha lagi. Ayahhh bangun" teriak Faiha histeris
"Sayang tenangkan dirimu" Seno langsung memeluk tubuh Faiha yang bergetar hebat
"Fernan" Oma Mirna sudah tidak bisa menahan tangisnya lagi
__ADS_1