
Waktu berlalu begitu cepat, tidak terasa kini Riza dan Seno sudah berumur 3 tahun. Riza, Seno dan Devan tumbuh menjadi anak yang pintar. Karna umur mereka hanya berbeda beberapa bulan saja maka mereka pun seperti anak kembar.
Gisel pun telah keluar dari penjara 5 bulan yang lalu dan Gio langsung menyuruh Gisel untuk kembali ke luar negri bersama orang tuanya.
Salwa dan Satya pun sampai sekarang tidak tahu siapa orang tua Seno. Tapi mereka tidak mempermasalah kan nya karna mereka sudah terlanjur menyayangi Seno seperti anak kandung mereka sendiri.
Bahkan di kartu keluarga dan akta kelahiran pun tanggal lahir Seno di samakan dengan Riza selain mereka tidak tahu tanggal lagir Seno, mereka juga ingin mereka percaya kalau mereka memang saudara kembar.
Hari ini adalah hari Weekend dan keluarga Syaida pun datang ke rumah Satya. Membuat suasana dirumah ini semakin ramai apalagi dengan tiga jagoan yang semakin membuat suasana ramai dan penuh tawa melihat tingkah mereka.
"Riza aku akan ulang tahun minggu depan" kata Devan dengan lucunya
"Wahh apa kita di undang?" tanya Seno antusias sementara Riza hanya diam dengan minannya.
Riza memang sangat menuruni sifat ayahnya yang datar, dingin dan irit bicara.
"Pasti dong. Iya kana Mami?" tanya Seno pada Syaida
"Iya Sayang, Seno dan Riza pasti di undang dong" Syaida mengelus kepala Devan
"Bunda kalau gitu ayo kita ke mall " kata Seno menghampiri Salwa
"Mau apa ke mall sayang?" tanya Salwa bingung
"Kan beli kado buat Devan" kata Seno dengan bicaranya yang masih belopotan dan belum fasih menyebut R
Salwa dan Syaida hanya tersenyum mendengar Seno yang sangat antusias. Seno memang lebih banyak bicara dan suka heboh beda sekali dengan Riza. Ya memang mereka beda ayah dan ibu pantas saja sifat mereka berbeda.
"Kamu ajak ayah dulu sana" kata Salwa yang di jawab anggukan oleh Seno dan langsung pergi ke ruangbkerja ayahnya.
"Riza apa kamu juga mau ikut ke mall?" tanya Salwa
"Terserah Bunda aja, lagian ulang tahun Devan juga masih lama dasar Seno aja yang gak sabaran" kata Riza
__ADS_1
Salwa hanya menggelengkan kepalanya menedengar ucapan Riza. Anaknya ini benar benar seperti ayah nya.
"Bunda apa kita akan ke mall?" tanya Satya yang tiba tiba muncul bersama Seno di gendongan nya
"Terserah Ayah aja" kata Salwa tersenyum
"Ayolah ayah, kita harus beli kado buat Devan" Seno mulai merajuk
"Manja benget, ulang tahun nya juga masih lama" kata Riza berlalu ke kamarnya dengan membawa mobil mobilan yang sedang di mainkan nya.
"Hahaha. Anak lo Bang bener bener mirip banget sama lo" kata Gio tertawa renyah
"Diam lo" kata Satya menatap tajam pada Gio
Salwa dan Syaida hanya menggelengkan kepala melihat mereka yang masih suka bertengkar di depan anak anak.
"Emang kapan ulang tahun anak lo?" tanya Satya
Satya menghela nafas kasarnya dan ikut duduk di samping Salwa karna Seno dan Devan sudah kembali bermain.
"Seno memang suka tidak sabaran, padahal ulang tahun nya juga masih lama" gumam Satya
"Yah memang seperti itu sifat Seno Mas" kata Salwa mengusap lengan suaminya
"Apa lo ingat sesuatu Bang? Seno gak sabaran loh" kata Gio membuat bingung Salwa dan Syaida
'Tidak, itu tidak mungkin. Jangan sampai terjadi' Satya
"Gue rasa emang iya Bang" kata Gio lagi
"Diam lo" kata Satya
Salwa dan Syaida hanya diam dan saling pandang tidak mengerti dengan apa yang dua pria tampan ini bicarakan.
__ADS_1
"Oh iya Mas kapan Mbak Alisya pulang?" tanya Salwa
Alisya dan Vano memang sekarang menetap di Amerika untuk membantu bisnis Papi Hendarto. Reno pun sekarang tinggal di Singapore untuk mengelola bisnis papa mertuanya. Sehingga sekarang mereka jarang kumpul bersama.
"Gak tau sayang" jawab Satya
"Ka kita pulang dulu ya"pamit Syaida
"Sekarang? gak mau makan siang disini aja?" tanya Salwa
"Gak deh Ka, kapan kapan aja" jawab Syaida
Akhirnya Syaida, Gio dan Devan anaknya pun pamit pulang. Kini tinggal Salwa dan Satya yang sedang duduk di sofa ruang keluarga sambil memperhatikan anak anak nya yang sedang asyik bermaindi temani Ela sang pangasuh.
"Tidak terasa ya anak anak sudah besar sekarang " kata Satya mencium tangan Salwa yang di genggamnya
"Iya Mas" kata Salwa tersenyum
"Kita jadi mau ke mall sayang?" tanya Satya
"Terserah Ayah saja. Kalau ayah capek tidak usah sekarang" jawab Salwa
"Kita pergi sekarang saja, lagian Ayah sudah lama tidak jalan jalan sama Bunda dan anak anak" kata Satya
"Baiklah, Bunda mau siap siap dulu ya" Salwa berlalu ke kamarnya
"Riza, Seno ayo kita siap siap kita mau ke mall jalan jalan" teriak Satya
"Asyik jadi ke mall. Horeeee" Seno loncat loncat karna terlalu senang
"Berisik" Riza berlalu pergi ke kamarnya
Jangan lupa Votenya 😁😁
__ADS_1