
"Ka...Kamu" Rachel menatap tidak percaya
"Ka Rachel" Revina berlari dan memeluk Rachel dengan erat
Rachel masih diam mematung, masih belum percaya dengan semuanya.
"Ka..kamu Revina" kata Rachel
"Iya Ka, aku Revina adik kaka" kata Revina dengan tangis yang sudah pecah
Semua yang ada disana terkejut mendengar penuturan Revina barusan.
' Tuhkan kecurigaan gue terbukti sekarang' Seno
"Ini beneran kamu Re" Rachel melepas pelukan nya dan menatap wajah Revina dengan tatapan tidak percaya
Revina mengangguk "Iya Ka, ini aku"
"Ya Allah dhe, kamu masih hidup" Rachel kembali memeluk Revina dengan tangis yang sudah tidak dapat di tahan nya lagi.
Faiha hanya bisa mendengarkan apa yang mereka katakan. Dia tersenyum karna akhirnya adik nya bisa bertemu kembali dengan keluarganya.
"Apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Riza yang sedari tadi hanya diam
Rachel melepas pelukan nya dan menghapus air mata Revina begitupun sebaliknya Revina menghapus air mata Rachel.
"Bisa kita bicarakan di rumah saja" kata Rachel yang di jawab anggukan semuanya
Kini semuanya telah berada di rumah Satya. Semuanya berkumpul di ruang keluarga. Revina pun sudah siap menceritakan semuanya.
__ADS_1
FlashBack ON
Faiha mengayuh sepedanya dengan membonceng adiknya. Mereka harus segera mencari pertolongan untuk Ibu mereka yang sedang sakit parah. Dimana Ayah mereka? Entahlah Faiha pun tidak pernah melihat siapa sebenarnya Ayahnya dan Ibunya juga tidak pernah menceritakan tentang Ayah mereka.
Tin tin tin
Sebuah mobil yang melaju kencang, sepertinya mobil itu remnya blong sehingga sulit di kendalikan.
"Ka awassss" teriak adik Faiha memegang pinggang kakanya dengan erat
Brakkk
Kecelakaan pun tak bisa terhindar lagi. Mobil itu sampai mengeluarkan asap dari bagian depan nya karna setelah menabrak sepeda Faiha mobil itu menabrak pohon bersar di pinggir jalan.
Faiha mencoba bangun dan ingin menyelamatkan adiknya yang terpental mendekati mobil itu. Saat Faiha sudah sampai disana, Dia mencoba menolong adiknya yang terjepit di kolong mobil. Entah bagaimana adiknya bisa berada di kolong mobil itu.
Faiha melirik pada tangan itu dan Dia segera membuka kan pintu mobil dan membantu gadis yang umurnya tidak jauh dari adiknya.
"Ayo" kata Revina sambil tertatih menarik Faiha yang mau menolong adiknya
"Aku harus menolong adikku" kata Faiha
"Tidak mungkin, lihat sebentar lagi mobilnya akan meledak" teriak Revina
Bukan nya Revina tidak peduli pada kedua oran tuanya dan adiknya Faiha. Tapi bagaimana lagi keadaan nya tidak memungkin kan untuk mereka bisa menolongnya.
Duarrr
Benar saja mobil langsung meledak dan Faiha yang akan berlari menolong adkinya pun tubuhnya langsung terpental ke belakang. Matanya terasa sangat sakit karna terkena serpihan kaca mobil yang meledak itu.
__ADS_1
FlashBack OF
"Kenapa kamu tidak pulang ke rumah Re?" tanya Rachel dengan air mata yang sudah mengalir deras
"Aku tidak mungkin pergi gitu aja tinggali Ka Faiha yang sudah kehilangan segalanya Ka. Dan waktu itu aku juga masih kecil dan belum berani pergi sendiri untuk menemui Kaka" jelas Revina
Faiha hanya bisa meneteskan air mata saat Revina menceritakan kembali kecelakaan itu. Bayanga nya kembali ke masa lalu dimana hidupnya benar benar hancur dan tidak punya siapa siapa lagi.
"Di sini yang lebih menderita adalah Ka Faiha. Dia kehilangan ibunya, adiknya dan juga cahaya hidupnya karna kecelakaan itu. Aku merasa bersalah Ka, karna kelalaian kita yang tidak memeriksa dulu keadaan mobil kita saat akan pergi dan akhirnya hal ini harus terjadi" jelas Revina menatap iba pada Faiha yang duduk di depan nya
Rachel melihat ke arah Faiha, Dia pun berdiri dan menghampiri Faiha lalau Rachel langsung memeluk Faiha dengan erat.
"Terimakasih karna sudah menolong adik ku" kata Rachel sambil menangis
"Iya sama sama, saya tidak pernah menyalahkan almarhum kedua orang tua kalian. Saya sadar kalau ini sudah takdir yang Allah berikan pada saya. Dan saya tidak bisa mengubah apa yang sudah Allah takdirkan untuk saya" kata Faiha
Salwa sampai meneteskan air mata karna kata kata itu pernah Dia ucapkan saat Dia benar benar hanya bisa berpura pura tegar saat itu.
"Sayang, Dia sepertimu" bisik Satya dan mengusap air mata istrinya
Seno semakin kagum dengan kelembutan dan kedewasaan Faiha dalam menyikapi semuanya.
"Sudah, sekarang kan sudah jelas semuanya dan kamu Rahcel, kamu juga sudah bisa berkumpul kembali dengan adik mu yang selama ini kau anggap sudah meninggal dan untuk Faiha kamu jangan pernah merasa sendiri lagi. Sekarang kamu adalah bagian dari keluarga kita" kata Satya yang di jawab anggukan oleh Riza, Salwa dan Seno
"Terimakasih banyak Om telah mau. menerima gadis buta seperti saya" kata Faiha
"Sayang, jangan bicara seperti itu. Kau sekarang adalah keluarga kita" kata Salwa berjalan ke arah Faiha dan memeluknya
' Aku janji akan mengembalikan cahaya hidup mu Fa' Seno
__ADS_1