
Rachel dan yang lainnya masih menunggu di ruang keluarga. Mereka bercerita banyak hal tapi tidak dengan Faiha. Dia hanya menanggapi jika ada yang mengajaknya berbicara.
"Ayah, Bunda ngapain sih Bang? Ko lama banget" kata Tania kesal
"Gak tau dhe, kamu kaya yang tidak tahu Ayah Bunda saja. Mereka kalau sudah berdua pasti lupa waktu" kata Seno
"Dan juga lupa umur. Hahaha" kata Riza di ikuti tawa yang lainnya
"Mereka emang sangat harmonis ya" kata Rachel
"Iya Dear, makanya nanti juga kita harus seperti itu" kata Riza tanpa malu
"Wowww, sumpah demi apa? Kaka gue yang jutek nya minta ampun bisa jatuh cinta juga" kata Revina heboh
Rachel menoyor kepala adiknya "Dasar adhe durjanah lo. Gak pernah berubah dari dulu suka banget ledekin gue"
Faiha hanya terdiam mendengar Revina yang berkata seperti itu. Karna selama bersama nya selalu bersikap lemah lembut tidak bar bar seperti sekarang.
"Hahaha, Ka Faiha syok ya pas denger aku ngomong kaya gitu" kata Revina menyadari perubahan wajah Faiha
"Ehh, nggak ko Re" jawab Faiha gelagapan
"Jangan tertipu sama nih bocah Fa, Dia itu akan berbicara sesuai orang yang di ajak nya bicara. Ya kalau sama aku ya kaya gini"jelas Rachel yang di jawab anggukan oleh Faiha
"Hahahaha. Bener apa yang dikatakan Ka Rachel" kata Revina tertawa
Tanpa di sadari sepasang mata menatap kagum pada sosok Revina yang sedang tertawa itu.
"Lo kenapa bengong Van?" tanya Seno menepuk bahu Devan yang duduk di sampingnya
"Ehh, gak gue gak papa" kata Devan gelagapan
Seno dan Riza saling melempar pandangan. Merasa aneh dengan sikap Devan kali ini. Tapi mereka tak memperdulikan nya dan tidak mau ambil pusing.
__ADS_1
Tak lama kemudian Salwa dan Satya pun keluar kamar setelah 1 jam berada di dalam kamar. Salwa sedikit cemberut karna kelakuan suaminya yang masih sempat sempatnya memakan nya di saat anak anak nya menunggu di luar.
"Nah ini Dia Tuan dan Nyonya rumah ini baru keluar" kata Seno
Plak
Satya memukul bahu Seno "Kau ini selalu saja pacicilan"
"Hehe, kita kan udah sangat lapar Ayah. Tapi kalian malah asyik asyikan di dalam kamar" kata Seno
"Ya sudah, ayo kita makan sekarang" ajak Salwa
Mereka pun menuju meja makan karna memang sudah waktunya makan siang. Mereka pun makan siang dengan tenang tanpa ada yang bicara satupun sesuat peraturan rumah ini.
Selesai makan mereka pun berkumpul di taman belakang. Salwa menggelar tikar untuk mereka duduk. Sungguh suasana yang sangat menyenangkan berkumpul bersama keluarga dengan canda tawa yang meramaikan suasana saat ini.
"Oh ya Sen, tadi Ayah mendapat telpon dari orang suruhan Ayah katanya mereka sudah menemukan donor mata untuk Faiha" kata Satya
"Beneran Yah" kata Seno antusias
Satya mengangguk "Iya, tapi kita juga harus cek dulu cocok atau tidak dengan Faiha"
"Baiklah Yah, lagian tadi Papa juga telpon katanya Dia juga udah dapat donor mata tapi belum tahu cocok atau tidak nya" jelas Seno
'Papa? Maksudnya Seno punya dua Ayah? Aduhh ko aku makin bingung ya mikirin kehidupan Seno' Faiha
Satya mengangguk "Ya sudah besok kau bawa Faiha ke rumah sakit untuk melakukan tes"
Seno mengangguk dan menggenggam tangan Faiha.
"Tunggu dulu" Faiha akhirnya mengeluarkan suara nya setelah sekian lama Dia diam dengan fikiran nya
"Ada apa Sayang?" tanya Seno
__ADS_1
Ukhuk ukhuk
Devan langsung tersedak air liurnya sendiri dan Revina pun langsung memberi minum pada Devan karna hanya Dia yang duduk paling dekat dengan Devan.
"Minum dulu Ka"
Devan pun menerima dan segera meminum minuman yang di berikan Revina padanya.
"Lo kenapa Van?" tanya Riza heran dengan sikap Devan, Seno pun ikut memandangi Devan.
"Za gue gak lagi mimpi kan? Coba lo pukul gue Za" kata Devan
Bugh
"Awww. Lo gila ya Za" Devan meringis sambil mengusap ngusap tangan nya yang di pukul oleh Riza
"Hah? Tadikan lo bilang minta di pukul" kata Riza santai
"Berarti gue gak mimpi dong Za" kata Devan membuat semua orang makin bingung
"Apa maksud lo si Van? Bingung gue" kata Seno yang di angguki Riza
"Gue berasa dunia mau kiamat tau gak? Masa iya Seno si playboy cap teri itu bisa selembut dan semanis itu bicara sama Faiha. Yang lebih lagi Seno panggil Dia sayang. Wahhh beneran dunia mau kiamat ini" jelas Devan
Semuanya saling pandang lalu mereka pun tertawa. Tapi tidak dengan Seno dan Faiha. Seno yang merasa malu karna aib nya telah di bongkar di depan calon istrinya dan Faiha yang masih belum mengerti semuanya.
"Sumpah lo sampai mau mati tersedak cuma gara gara Seno manggil Faiha Sayang. Hahaha" Riza masih tertawa sambil memegangi perutnya
"Ya kan gue baru kali ini denger Seno manggil sayang sama cewenya. Biasanya juga cewenya yang tergila gila Dia dan panggil sayang. Ini ko malah kebalikan nya" kata Devan masih belum percaya dengan perubahan sahabatnya
"Lo gak tahu ya kalo si playboy cap teri ini udah insyaf" kata Riza yang mendapat lirikan tajam dari Seno
"Hahaha. Beneran lo. Hahaha" disaat semua sudah berhenti tertawa kini Devan baru tertawa
__ADS_1