
Faiha dan Oma Mirna masih menangis sesenggukan sampai suara terdengar nyaring membuat mereka berhenti menangis dan menatap tak percaya ke arah monitor.
Tit tit tit
"Mas cepat panggilkan dokter" kata Faiha
Seno pun segera berlari ke luar ruangan untuk memanggil dokter. Tak lama kemudian Dokter Lisa dan perawat pun datang.
"Maaf silahkan keluar dulu" kata perawat
Tak mau mengganggu tugas dokter mereka pun memilih untuk menunggu di luar. Faiha duduk di kursi tunggu masih dalam pelukan suaminya. Oma Mirna pun ikut memeluk tubuh Faiha.
"Sabar sayang, Ayahmu pasti baik baik saja" kata Seno
Oma Mirna melihat ketulusan cinta yang di berikan oleh suami cucunya ini. Sungguh Oma Mirna merasakan snagat bahagia jika cucunya yang selama ini menderita karna nya ternyata mendapatkan suami yang mencintai dan menyayanginya dengan tulus.
Ceklek
Dokter Lisa dan perawat yang tadi keluar dari ruang rawat Fernan. Faiha dan yang lainnya langsung berdiri menghampiri Dokter Lisa.
"Bagaimana Dok?" tanya Faiha dan Oma Mirna bersamaan
Dokter Lisa tersenyum "Syukurlah, keadaan Tuan Fernan sekarang lebih baik. Dia sudah melewati masa kritis nya"
"Alhamdulillah " ucap mereka serempak
Faiha memeluk suaminya dengan erat karna merasa bahagia karna Allah tidak jadi memanggil Ayahnya yang baru saja Dia temui.
Faiha dan yang lainnya pun masuk ke ruangan Fernan. Faiha berjalan mendekati ranjang pasien. Fernan ternyata sudah sadar. Dia tersenyum melihat putrinya.
"Ayah" panggil Faiha lirih dengan air mata yang tak bisa di tahan nya lagi
__ADS_1
"Sayang, maaf kan Ayah yang sudah menelantarkan kamu selama ini" kata Fernan penuh dengan penyesalan
Faiha tidak bisa menahan nya lagi, Dia langsung memeluk Fernan dan menangis sejadi jadinya. Mengeluarkan segala sesak di dadanya.
"Ayah jangan pernah berkata seperti itu. Faiha ikhlas menjalani takdir dari Allah selama ini. Sekarang Faiha senang karna ternyata Faiha mempunyai seorang Ayah" kata Faiha masih memeluk Ayahnya
"Kamu sekarang juga punya Oma Fa, sekarang kita adalah satu keluarga dan tidak akan terpisahkan lagi" kata Oma Mirna sambil mengelus kepala Faiha
"Udah dong Yank nangisnya, kamu dari tadi gak mau kenalin suami kamu apa?" kata Seno mencoba mencairkan suasana haru yang ada di depan nya
Faiha melepas pelukan nya dan berdiri menghampiri suaminya lalu memeluk manja suaminya. Seno pun menciun kening istrinya. Mirna dan Fernan tersenyum bahagia melihat kemesraan mereka.
"Oh ya Yah, ini suamu Faiha Mas Seno " kata Faiha
"Kemari Nak" Fernan melambaikan tangan nya agar Seno mendekat ke arahnya
"Saya Seno Tuan suaminya Faiha. Saya anaknya Ayah Satya" kata Seno sambil menyalami mertuanya itu
"Satya Kaisar Bramarta? Pewaris BRM GROUP?" tanya Fernan lagi
"Ya ampun, Innalillahi. Ayah baru dengar kabar kalau Sandi sudah meninggal. Perusahaan kita ada proyek kerja sama kan Sen?" tanya Fernan
"Iya Yah, kemarin kita baru tanda tangan kontrak kerja sama dengan perusahaan Fernan.Corp " jelas Seno
"Bagus kalau begitu bagaimana kalau kita satukan Fernan.Corp dan MHN GROUP. Ayah sudah capek mengelola perusahaan. Biarlah kamu yang mengelolanya, Ayah tahu bagaimana totallitas kamu dalam bekerja. Kamu mau kan Sen?" kata Fernan
"Gini nih kalau pria sudah ngobrol pasti yang di omongin maslaah bisnis. Ayolah Fa kita cari makan, Oma belum makan nih" kata Oma Mirna
"Hehe, iya Oma. Faiha pergi dulu ya Mas, Yah. Assalamualaikum " pamit Faiha
"Waalaikumsalam " jawab mereka yang tersenyum geli melihat para wanita itu
__ADS_1
..........
Di tempat lain Devan baru saja sampai di rumah kekasihnya. Dia langsung di sambut ramah oleh tante Hanum.
"Lama gak kesini Van? Kemana aja?" tanya tante Hanum
"Hehe sibuk Tan, aduh di rumah sakit lagi banyak kerjaan juga banyak pasien" jelas Devan
"Iya Tante mengerti ko, bentar ya panggilin Revi dulu" kata Tante Hanum yang di jawab anggukan oleh Devan
Tak lama kemudian Revina pun turun dengan Tante Hanum. Wajahnya terlihat kusut sekali. Tapi seketika senyumnya langsung mengembang ketika melihat kehadiran kekasihnya.
"Kenapa tuh muka Yank, kusut banget " kata Devan lalu mencium kening Revina
"Lagi gabut" kata Revina sambil menjatuhkan tubuhnya di atas sofa
Tante Hanum hanya menggelengkan kepala melihat kelakuan keponakkan nya. Gak jauh beda sama sang Kaka.
Devan pun ikut duduk di samping Revina yang masih asyik dengan ponselnya.
"Re?" panggil Devan
"Hmmm" Revina menyimpan ponselnya diatas meja dan menoleh ke arah Devan
"Aku mau membawa keluarga ku untuk melamarmu minggu ini" kata Devan
Revina menyipikan matanya "Kamu serius?"
"Iya, aku serius apa lagi yang aku raguin" jawab Devan penuh keyakinan
"Hmmm. Oke nanti aku obrolin sama Tante. Lagian kelulusan ku juga tinggal sebulan lagi" kata Revina
__ADS_1
Devan tersenyum "Iya sayang, biar nanti pas kamu lulus aku langsung halallin"
Revina hanya tersenyum senang