
Seperti yang di katakan Gisel , malam harinya Doni sudah berada di rumah Salwa. Kini mereka sedang duduk di sofa ruang tamu.
"Jadi aku kesini mau memberi tahu kaka kalau minggu depan aku akan melaksanakan lamaran dengan Sella" jelas Doni
"Ohh baiklah apa yang bisa gue bantu buat acara lamaran lo? Bilang aja jangan sungkan" kata Satya sementara Salwa hanya diam
"Tidak perlu Bang, gue cuma mau kalian datang pasa acara lamaran gue nanti " kata Doni
"Kita pasti datang. Iya kan Sayang" kata Satya mengelus kepala istrinya
"Hemmm. Apa kamu sudah yakin dengan pilihan kamu Don?" tanya Salwa menatap Doni
Doni mengangguk cepat " Iya Ka, aku sudah yakin dengan pilihan aku"
Salwa menghela nafas " Baiklah jika memang ini yang terbaik menurutmu maka kaka hanya bisa mendoakan yang terbaik buat kamu"
"Terimakasih Ka" kata Doni tersenyum tulus
"Iya. Sekarang kamu lebih baik makan malam dulu disini ya" kata Salwa
Doni pun mengangguk setuju. Mereka pun langsung menuju meja makan dan di sana sudah ada Riza dan Seno yang sedang menunggu mereka.
"Hallo jagoan" Doni mengusap sayang kedua kepala anak anak Salwa
"Hallo om Doni" kata Seno ceria
"Kapan om kesini?" tanya Riza datar
"Barusan" jawab Doni tersenyum
"Ya sudah kalian makan malam dulu sekarang. Bunda mau ke kamar dulu" kata Salwa
"Loh kaka gak ikut makan?" tanya Doni bingung
"Kaka lagi gak nafsu makan Don" jawab Salwa
"Bunda gak suka makan nasi sejak ada adik bayi di dalam perut nya Bunda " kata Seno polos
__ADS_1
"Kaka hamil lagi?" tanya Doni sedikit terkejut
Salwa mengangguk " Iya Don, kaka sedang hamil makanya kaka gak nafsu makan"
"Wahh selamat ya Ka, aku senang dengar nya. Berarti sebentar lagi aku bakalan punya ponakan lagi dong" kata Doni girang
Salwa hanya tersenyum lalu pergi meninggalkan mereka yang sudah mengambil makanan masing masing ke dalam piring. Mereka makan dengan tenang tanpa ada yang berbicara.
Selesai makan Riza dan Seno kembali ke kamarnya untuk mengerjakan PR bersama Ela. Sementara Satya dan Doni berbincang bincang di teras depan di temani segelas coklat hangat.
"Hahaha " Doni tertawa saat mendengar cerita Satya yang menceritakan Salwa yang ngambek hanya karna mau ikut ke kantornya.
"Wanita hamil emang kaya gitu Bang. Pasti akan aneh aneh kemauan nya dan kalau gak di turuti bakalan ngambek bahkan sampe nangis" kata Doni setelah berhenti tertawa
"Kenapa lo mengerti sekali tentang wanita hamil?" Satya memicingkan matanya pada Doni
"Ck lo itu lupa apa Bang? Gue kan dulu yang nemenin Ka Salwa saat sedang hamil Riza. Tentu saja gue yang memenuhi semua keinginan kaka saat ngidam dulu" jelas Doni
Satya diam, Dia lupa kalau dulu Salwa juga pasti mengalami hal ini pas hamil Riza. Untung saja waktu itu ada Doni yang menggantikan nya sebagai suami. Satya merasa kan bagaimana masa sulit itu Salwa lewati sendiri karna Satya tahu mungkin Salwa tidak akan sering minta bantuan pada Doni karna Salwa selalu saja merasa tidak enak pada siapapun.
"Bang lo kenapa ?" tanya Doni yang melihat Satya malah melamun
"Oke kalau gitu gue mau pulang dulu Bang" pamit Doni
"Lo gak nginep aja gitu?" tanya Satya
"Gak ahh Bang, gue mau pulang aja ke apartemen" jawab Doni
"Ya udah kalo gitu gue panggilin Salwa dulu" Satya berdiri dari duduknya
"Gak usah Bang, lo bilangin aja gue pulang. Lagian kasihan Ka Salwa mungkin Dia lagi istirahat " kata Doni
Satya mengangguk " Baiklah kalo gitu lo hati hati"
"Iya Bang. Assalamualaikum " pamit Doni
"Waalaikumsalam " Satya pun kembali masuk ke dalam rumah nya setelah kepergian Doni.
__ADS_1
Ceklek
Satya membuka pintu kamar nya dan melihat istrinya sedang merenung di balkon kamar sambil telponan entah dengan siapa. Tidak mau mengganggu Satya pun lebih memilih masuk ke kamar mandi untuk bersih bersih.
"Jadi Gisel mau pergi ke luar negri setelah acara lamaran nya Doni?" tanya Salwa menghela nafas berat
Saat ini Salwa sedang telponan dengan adiknya Syaida. Syaida pun sudah menceritakan semuanya tentang Gisel dan tentunya Salwa juga merasa sedih dengan kisah cinta Gisel.
"Ya sudah kalau itu sudah keputusan Dia, kita juga gak bisa melarang nya. Yang penting sekarang kita doain yang terbaik saja buat mereka " kata Salwa
"Ya sudah kalo gitu kaka tutup telpon nya Ya. Assalamualaikum "
"Waalaikumsalam "
Salwa pun menutup telpon nya dan menatpa ponsel nya dengan tatapan yang tidak bisa di artikan. Salwa terkejut saat tangan Satya sudah melingkar di perutnya.
"Mas ngagetin aja, mana Doni?" tanya Salwa
"Doni sudah pulang sayang. Tadi Dia bilang pamit sama kamu soalnya Dia takut ganggu kamu yang lagi istirahat" jelas Satya mencium puncak kepala Salwa
Salwa hanya mengangguk mengerti
Satya membalikan tubuh Salwa dan menatap nya dengan penuh kasih sayang.
"Ada apa sayang?" tanya Satya
Salwa menggeleng " Gak papa ko Mas"
"Sayang " mengelus pipi Salwa
"Ceritalah sama Mas jangan ada yang di sembunyiin" kata Satya
Salwa menghela nafas lalu memeluk suaminya dan menyembunyikan wajahnya di dada Satya.
"Mas aku kasihan sama Gisel, selama ini Dia mencintai Doni. Tapi Doni hanya menganggap nya sahabat. Dan aku juga tidak yakin sama Sella pacarnya Doni karna menurut cerita Syaida Sella belum setuju tentang lamaran ini" kata Salwa di dalam pelukan suaminya
Satya mengelus kepla istrinya " Sayang aku tahu gimana perasaan kamu. Aku juga tahu kalau kamu sangat menyayangi Gisel dan juga Doni"
__ADS_1
Satya menghela nafas " Tapi kita tidak bisa memaksakan kehendak kita. Biarlah mereka yang menjalani nya. Kita doakan saja yang terbaik buat mereka"
"Iya Mas" Salwa mengangguk dalam pelukan Satya