
Waktu berjalan dengan cepat, tak terasa usia Seno dan Riza pun sudah menginjak 5 tahun. Hari ini rumah Satya di penuhi oleh para anak anak dan para orang tuanya. Dua Kue ulang tahun telah siap dengan lilin angka 5. Riza dan Seno pun sudah berdiri di depan kue nya masing masing.
"Tiup lilin nya tiup lilin nya" Semua orang bernyanyi sambil bertepuk tangan.
Riza dan Seno pun langsung meniup lilin ulang tahun mereka. Riza dan Seno pun menyuapi kue potongan pertama pada kedua orang tuanya. Semua bertepuk tangan bahagia.
"Barakallah fii umrik Nak. Bunda tidak bisa memberi kalian apa apa, tapi Bunda hanya bisa mendo'akan kalian agar menjadi anak yang soleh dan ini untuk kalian" Salwa memberikan sebuah kado pada keduanya
"Terimakasih Bunda" Riza dan Seno dengan kompak mencium pipi Salwa
Sekarang giliran sang ayah yang akan mengucapkan selamat pada kedua anak nya itu.
"Selamat ya Sayang, ayah akan selalu mendoakan yang terbaik untuk kalian dan ini untuk kalian" Satya pun menyerahkan kado pada kedua anak nya
Semua orang bergantian memberi kado dan mengucapkan selamat pada dua anak yang menggemaskan ini. Teman teman dari sekolah Riza dan Seno pun semua datang dan para guru pun hadir di pesta ulang tahun Riza dan Seno.
Riza dan Seno tumbuh menjadi anak yang cerdas. Riza sangat menuruni sifat ayahnya yang irit bicara dan cuek berbeda dengan Seno yang pecicilan dan cerewet. Sifat mereka yang berlawanan ini membuat mereka sering bertengkar membuat Salwa puyeng menghadapinya.
Para tamu sudah pulang ke rumah masing masing. Kini tinggallah para keluarga yang masih berkumpul di ruang keluarga rumah Satya. Keluarga Reno dan Kevin pun melakukan video call karna mereka berhalangan datang. Begitu pun denga kakek mereka Hendarto.
"Gisel gak kesini dhe?" tanya Salwa
"Sebentar lagi Ka, Dia ada pemotretan" jelas Syaida
Gisel memilih menetap di Indonesia dan sekarang Dia menjadi seorang model terkenal. Tentu saja wajah yang cantik tinggi badan yang semampai membuat Gisel langsung lulus seleksi dan sekarang Dia menjadi model majalah dan bintang iklan yang terkenal di Indonesia.
"Assalamualaikum " Gisel langsung masuk ke rumah Satya
"Waalaikumsalam " jawab mereka yang ada di ruang keluarga
__ADS_1
"Hai jagoan aunty, maaf ya aunty telat" kata Gisel langsung menghampiri anak anak yang sedang bermain
"Gak papa ko aunty, mana kadonya?" Seno langsung menengadahkan tangan nya
"Dasar bocah" kata Riza sinis
Satya dan yang lain nya yang mendengar ucapan Riza hanya bisa tertawa sambil geleng geleng kepala.
"Bocah bilang bocah" kata Gio tertawa
"Hahaha. Tenang saja aunty bawa kadonya ko ini" Gisel menyerahkan kado pada Riza dan Seno
"Terimakasih aunty" Seno memeluk Gisel
"Terimakasih aunty" kata Riza yang langsung menyimpan kado dari Gisel dan langsung melanjutkan bermain
"Tuan ada tamu untuk neng Salwa" kata Bi Yani yang menghampiri mereka
"Siapa?" tanya Satya
"Katanya adiknya neng Salwa" jawab Bi Yani
"Adik?" Salwa mengerutkan keningnya karna Dia hanya punya satu adik yaitu Syaida lalu siapa yang mau menemuinya dan mengaku sebagai adiknya.
"Laki laki atau perempuan Bi?" tanya Satya penasaran
"Laki laki Tuan" jawab Bi Yani
Satya dan Salwa pun saling pandang, begitupun dengan Gio dan Syaida. Siapa yanh mengaku sebagai adiknya Salwa? Entahlah Syaida pun tidak tahu apalagi Salwa.
__ADS_1
"Siapa ya Ka?" Syaida terlihat bingung
"Kaka juga gak tahu dhe" jawab Salwa tak kalah bingung
"Sebaiknya kita lihat saja siapa yang mengaku adiknya Salwa itu " usul Gio
"Iya Ka" Syaida membenarkan ucapan suaminya
Salwa mengangguk " Ya udah Bi, suruh tunggu di ruang tamu saja"
Bi Yani pun mengangguk dan langsung menghampiri pria yang masih berdiri menunggu di depan pintu utama.
"Den di suruh menunggu di dalam"kata Bi Yani yang di jawab anggukan oleh pria itu
Bi Yani pun melangkah ke dalam rumah diikuti pria itu. Bi Yani pun mempersilah kan tamunya untuk duduk dan menunggu majikan nya datang.
"Di minum dulu Den, sebentar lagi neng Salwa akan kesini" Bi Yani menyimpan gelas minuman di meja depan tamunya
"Terimakasih Bi" jawab nya tersenyum
Salwa dan yang lain nya pun bergegas ke ruang tamu untuk menemui tamu yang mengaku sebagai adiknya Salwa itu. Sesampainya di ruang tamu Salwa merasa tidak asing dengan punggung orang yang duduk membelakangi mereka.
"Maaf anda cari Saya" kata Salwa sambil berjalan menghampiri tamunya
"Kaka" orang itu berbalik dan memeluk Salwa membuat semua orang disana terkejut
"Kamu"
Ayo dukungan vote nya dong. Biar author nya semangat.... 😣😣
__ADS_1