Ketulusan Cinta Salwa

Ketulusan Cinta Salwa
Season 2 (Part 60) End


__ADS_3

Entah mungkin memang takdir Allah. Hari ini Riza sedang mondar mandir gelisah di luar ruangan operasi. Rachel harus melakukan operasi cesar. Karna ketuban nya yang pecah sebelum waktunya.


Tak lama kemudian Salwa dan Satya datang. Riza memang sudang menghubungi kedua orang tuanya.


"Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam " Riza langsung memeluk Bundanya


"Tenang sayang, istrimu bakalan baik baik saja. Oh ya Seno mana?" tanya Salwa


"Ada di ruang persalinan, sepertinya Faiha akan melahirkan secara normal" jelas Riza


"Ya sudah Bunda temui Seno dulu, Yah kamu temani Riza" kata Salwa


"Iya Sayang" jawab Satya sambil menepuk bahu Riza


......................


Di ruangan bersalin Seno tetap setia menemani istrinya yang masih merintih menahan sakit. Seno tidak pernah melepaskan genggaman tangannya mencoba memberi kekuatan pada sang istri.


Ceklek


"Assalamualaikum " Salwa masuk ke ruangan Faiha


Seno menoleh "Waalaikumsalam. Bunda"


"Gimana Fa, udah pembukaan berapa?" tanya Salaa sambil mengelus perut Faiha


"Baru pembukaan 6 Bun, aduhhh"Faiha terus merintih


"Sabar sayang, tari nafas" kata Salwa


Faiha pun menuruti apa yang Bundanya katakan. Seno terus mencium kening istrinya dan mengelap peluh yang bercucuran dikening sang istri dengan tangan nya.


"Rachel gimana Bun?" tanya Faiha

__ADS_1


"Rachel sedang menjalani operasi cesar sekarang. Ayo kalian pasti kuat berjuanglah bersama untuk melahirkan cucu Bunda" keta Salwa, Faiha hanya tersenyum


"Ya sudah kalau gitu Bunda keluar dulu karna tidak boleh lebih dari satu orang untuk menemani Faiha melahirkan. Kamu disini saja Sen Bunda tunggu di luar" Salwa mengelus perut buncit Faiha dan menepuk bahu Seno


Tak lama kemudian dokter pun datang dan langsung memeriksa Faiha.


"Sudah waktunya Bu, ikuti arahan saya" kata Dokter


"Ayo sayang kamu pasti bisa demi baby kita " Seno mencium kening Faiha dan menggenggam erat tangan istrinya


Faiha pun mengikuti arahan dokter dan mengejan sekuat tenaga. Seno terus menggenggam tangan istrinya merasa terasa sakit ketika istrinya mengejan dan genggeman nya sangat kuat. Tapi Seno tidak peduli, istrinya lebih merasakan sakit dari ini.


Akhirnya terdengar suara bayi menangis di ruangan itu. Seno langsung menciumi seluruh bagian wajah istrinya. Tak terasa air mata pun menetes begitu saja saking bahagianya.


"Terimakasih sayang" bisik Seno, Faiha hanya tersenyum


Sementara itu di depan ruangan operasi.Riza memeluk sang Ayah saat mendengar suara tangisan bayi di dalam ruangan operasi.


"Yah, anak Riza sudah lahir "kata Riza


"Iya Za, akhirnya kamu menjadi seorang Ayah "kata Satya tersenyum bahagia


......................


Dan benar saja Faiha melahirkan baby boy dan Rachel justru melahirkan baby girl. Semuanya terlihat sangat bahagia.


Riza memberi nama putri pertamanya Anggia Kaisar Maharani. Sementara Seno memberi nama putra pertamanya Ditya Mahendra Husen. Seminggu yang lalu dua ibu muda ini sudah di izinkan pulang. Mereka pulang ke rumah Satya untuk sementara agar bisa di bantu bantu oleh Salwa dalam mengurus baby.


"Assalamualaikum " Revina dan Devan masuk ke rumah Satya


"Waalaikumsalam "


"Wahh mana keponakan aunty" Revina langsung menghampiri Rachel dan Faiha yang sedang menggendong baby mereka


"Ya ampun lucu banget sih, gemes aunty" kata Revina sambil mencium pipi kedua baby itu

__ADS_1


"Gak nyangka ya kalau kalian bakal lahiran bareng kaya gini. Nanti nya bakal seperti kembar" kata Revina


"Heem" jawab mereka tersenyum bahagia


"Hai Re, Bang baru dateng ya" Tania datang menghampiri mereka


"Iya nih baru dateng" jawab Revina, Devan hanya tersenyum


"Udah isi belum Re?" tanya Tania, sontak semua menoleh ke arah Revina menunggu jawaban.


"Hehe Alhamdulillah sudah Ka" jawab Revina


"Alhamdulillah" semuanya berucap syukur


"Selamat ya Re, berapa minggu?" tanya Faiha


"Baru 7 minggu Ka" jawab Revina


"Wahh cuma beda dikit dong sama aku" kata Tania


"Emang Kaka udah isi? berapa minggu?" tanya Revina


" Alhamdulillah, udah12 minggu" jawab Tania


Kini di ruang tamu rumah Satya semakin rame karna para anak dan menantunya berkumpul. Di tambah lagi dua baby yang baru lahir.


Sungguh kebahagiaan yang tak pernah terbayangkan oleh Salwa. Saat menikah dengan Satya Dia sama sekali tidak berfikir akan sebahagia ini bersama suami kejam nya dulu. Sungguh takdir Allah memang yang terbaik untuknya. Salwa tidak meragukan takdir Allah.


"Kita sudah menjadi Kakek dan Nenek ya sayang" bisik Satya


"Iya Mas, aku bahkan tidak pernah berfikir akan hidup sampai tua bersamamu" kata Salwa, tak terasa air mata bahagia pun menetes di pipi nya.


"Aku tidak tahu apa yang akan terjadi padaku jika dulu aku terlambat menyadari kebodohan ku Sayang. Mungkin saat ini aku akan sangat menyesal dan tidak akan sebahagia ini. Terimakasih telah memberiku kebahagiaan ini Sayang" kata Satya


Salwa tersenyum dan memeluk suaminya "Iya Mas, aku juga bahagia"

__ADS_1


Ketulusan Cinta Salwa tidak sia sia selama ini. Kini kebahagiaan pun telah Dia dan keluarganya rasakan. Tidak ada kesabaran yang sia sia. Tidak ada ketulusan yang sia sia. Semuanya akan berbuah manis pada waktunya.


End


__ADS_2