
Operasi Syaida berjalan dengan lancar. Tapi Syaida belum sadar dan masih belum bisa di jenguk. Salwa memutuskan untuk pulang malam ini. Karna Syaida bisa sadar besok pagi. Jadi Salwa akan kembali ke rumah sakit besok pagi.
"Sal aku anterin ya" Satya mengejar Salwa yang sudah diluar rumah sakit dan sedang menunggu angkot.
"Tidak usah. Terimakasih" tolak Salwa tersenyum tipis
"Ayolah Sal, biarkan aku menebus semua kesalahan aku selama ini. Biarkan aku menjaga dan melindungi kamu dan anak kita" Satya memberanikan diri mengelus perut buncit Salwa
Salwa terkejut melihat tangan Satya sudah mengelus perutnya. Salwa merasakan ada kenyamanan dan aneh nya bayi dalam perut nya langsung memberikan respon atas elusan Satya.
"Dia gerak Sal" kata Satya antusias
'Iyalah. Biar kamu tahu kalau ini emang anak kamu' batin Salwa
"Sayang ini ayah. Kamu baik baik ya di perut Bunda" kata Satya berbicara dengan perut Salwa. Suara nya terdengar parau menahan tangisnya.
Salwa hanya diam mendengar ucapan Satya. Setetes air mata lolos menetes ke pipi mulus Salwa. Dia segera menghapusnya dan menjauhkan tubuhnya dari Satya. Salwa belum siap jika harus kembali pada Satya. Meskipun Satya sudah meminta maaf padanya. Tapi entah kenapa Salwa masih ragu pada suaminya itu.
" Sal pleasss biarin aku antar kamu pulang yah" Satya memohon dengan mengatupkan kedua tangan nya di depan dada
"Saya bisa pul.... Ahhhh.. Lepasin"
Salwa tersentak kaget saat Satya tiba tiba menggendong nya dan membawa Salwa ke mobil nya. Satya menduduk kan tubuh Salwa dengan sangat hati hati di kursi penumpang lalu Dia masuk ke mobil.
"Kamu kenapa maksa saya si" kata Salwa kesal
__ADS_1
Satya segera melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang. Satya tidak menghiraukan Salwa yang masih kesal padanya.
"Turunkan saja saya disini Tuan" kata Salwa menahan air matanya
"Kenapa kau masih memanggil ku Tuan? Aku ini suamimu Salwa" kata Satya kesal dan masih fokus menyetir
"Bukan nya saya hanya pembantu mu. Kamu sendiri kan yang minta saya memanggil mu Tuan.... Hiks hiks dan itu didepan kekasihmu" tangis Salwa pecah mengingat semua itu
"Kamu berharap saya sakit dan cepat meninggal supaya kamu bisa bebas kan. Hiks hiks... Sekarang kamu bisa bebas tanpa harus merasa terganggu sama saya. Kamu bisa melepaskan saya mulai saat ini. Lagian kita cuma menikah siri kan" Salwa makin terisak.
Salwa lega karna telah mengungkap kan semua uneg uneg nya. Jika Satya memang akan menceraikan nya, Salwa ikhlas meskipun Dia sudah mencintai suaminya. Tapi Salwa tidak mau egois memaksa seseorang untuk mencintainya.
Satya tiba tiba menghentikan mobil nya di pinggir jalan. Salwa berfikir kalau Satya akan menurunkan nya disini. Salwa segera membuka pintu mobil, tapi tidak bisa karna sudah di kunci oleh Satya.
Padahal Satya juga tahu apa yang dimaksud Salwa. Tapi Dia hanya ingin memastikan nya, semoga saja apa yang dipikirkan nya salah.
"Saya ikhlas jika kamu akan menceraikan saya. Tapi saya hanya minta kamu jangan ambil anak saya. Kamu anggap saja kamu tidak pernah mempunyai anak dari saya. Bukan kah itu yang kamu mau. Hiks hiks.... Kamu kan tidak mau mengakui anak mu ini" Salwa kembali terisak, kali ini tangis nya semakin menjadi.
Satya memejamkan matanya mendengar ucapan Salwa. Satya tidak bisa berbuat apa apa. Semuanya sudah terjadi, semua kata menyakitkan yang pernah Satya ucapkan pada Salwa semuanya tidak bisa ditarik lagi.
"Apa tidak ada lagi kesempatan untuk aku mengobati luka di hatimu?" tanya Satya lirih
Salwa hanya diam dengan tangis nya yang semakin menjadi. Salwa menangis sesenggukan sampai bahu nya bergetar.
Satya melihat bagaimana terluka nya Salwa, rapuh nya Salwa. Kenapa Dia dulu tega memperlakukan nya sekejam itu? Salwa tidak bersalah, Dia juga tidak mau dengan keadaan ini. Satya meraih tangan Salwa dan menggenggam nya lalu mencium nya dengan segenap perasaan bersalah nya.
__ADS_1
"Maafkan aku. Jangan bicara seperti itu lagi, aku tidak akan menceraikan mu. Berilah aku kesempatan Salwa. Aku mohon" Satya meneteskan air mata hingga mengenai tangan Salwa yang sedang di genggam nya.
"Mas aku butuh waktu untuk itu semua. Aku butuh waktu untuk bisa menerima mu kembali. Semuanya tidak mudah Mas" kata Salwa yang melihat penyesalan Satya yang begitu dalam.
Satya bernafas lega saat mendengar ucapan Salwa. Satya merasa bahagia karna Salwa kembali memanggil nya Mas dan merubah gaya bicara nya menjadi tidak seformal dulu.
"Aku siap menunggu kamu sampai kamu siap sayang" pertama kalinya Satya memanggil Salwa dengan sebutan sayang.
Salwa hanya diam dan tersenyum sambil menarik tangan nya yang di genggam oleh Satya.
"Jika kamu tidak bisa menunggu ku, maka aku tidak akan mengikat mu. Silahkan kamu pergi untuk wanita yang kamu cintai. Aku ikhlas" kata Salwa tersenyum tegar
Satya melihat senyuman yang menyimpan sejuta luka di dalam nya. Satya semakin merasa menyesal karna telah memperlakukan wanita sebaik Salwa dengan tidak baik.
"Aku akan menunggu mu sampai kau mau membuka hatimu lagi untuk ku dan memberiku kesempatan untuk memperbaiki semuanya" kata Satya mantap
**Gimana ni guys. Saya sedikit bingung Apa Salwa dan Satya dipersatukan dengan cepat? Atau Satya harus berjuang dulu untuk mendapatkan hati Salwa?
Beri masukan nya ya guys. 🤗🤗
Bonus Visual
Salwa Nur Hassanah**
__ADS_1