
Satya mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju ke apartemen nya. Fikiran Satya blank dan saat ini Dia tidak tahu harus berbuat apa. Salwa hanya satu nama yang ada di fikiran Satya. Dia harus mencari Salwa untuk minta maaf atas semuanya. Satya merasa sangat bodoh karna begitu percaya pada Bella.
Satya sudah sampai di apartemen nya. Dia segera masuk dan langsung berlari ke kamar Salwa. Sesak itulah yang Satya rasakan saat memasuki kamar Salwa yang sempit dengan kasur kecil dan lemari plastik yang jauh dari kata layak. Dimana otak Satya sampai tega menyuruh istrinya tidur di kamar bekas pembantu.
Terlambat itulah kata yang tepat untuk Satya saat ini. Dia sudah terlamabat untuk menyesali semuanya. Salwa sudah pergi entah kemana.
Mas jika sudah sadar dan tahu kebenaran nya saya minta kamu tidak perlu mencariku lagi
Terkadang apa yang kita lihat dan apa yang kita dengar bukanlah kebenaran nya.
Terkadang Seseorang yang kita anggap salah belum tentu bersalah.
Satya kembali mengingat ucapan Salwa sebelum pergi dari apartemen nya. Kini Satya mengerti apa arti dari ucapan Salwa waktu itu.
"Arghhhh" Satya menjambak rambut nya sendiri karna terlalu frustasi dengan kenyataan ini.
"Kenapa gue bodoh banget... Dasar bodoh... bodoh" Satya memukul mukul kepalanya sendiri
Satya berjalan ke arah tempat tidur yang dulu sering di tempati Salwa. Satya mengangkat bantal dan memeluknya dengan posisi duduk ditempat tidur. Satya terlihat seperti orang gila yang menangis dengan rambut acak acakan.
Satya menangis sambil memeluk bantal yang sering digunakan Salwa. Satya mencium aroma Salwa yang sangat menenangkan. Tiba tiba Satya melihat ada sebuah buku kecil yang terletak tepat di bawah bantal yang Dia ambil. Satya langsung mengambilnya dan membaca sampul buku itu .
SUAMIKU
Itulah tulisan yang tertera di sampul buku kecil itu. Satya meneteskan air mata hingga mengenai buku kecil itu. Satya menguatkan dirinya untuk membuka buku itu.
Lembar Pertama
__ADS_1
Aku sangat bahagia saat di ajak suamiku untuk pindah ke apartemennya. Aku berfikir Mas Satya mengajak ku tinggal di apartemennya untuk memulai hidup baru.
Tapi semuanya salah, Mas Satya mengajak ku tinggal disini supaya Dia bisa melakukan apapun yang Dia mau. Termasuk dengan membawa Mbak Bella ke apartemen nya.
Aku akan tetap semangat dan bertahan demi rumah tanggaku. Semangat Salwa.
Lembar kedua
Yakinlah Allah akan memberi jalan yang terbaik untuk masalah mu Salwa.
Sakit hati ini saat melihat suamiku tengah berciuman mesra dengan kekasihnya. Aku saja yang bersetatus istrinya tidak pernah di sentuh oleh Mas Satya.
Sabarlah Salwa semua akan baik baik saja, ada Allah yang akan melindungi mu.
Lembar ketiga
Semua demi adik mu Salwa. Tetaplah bersabar dan bertahan.
Satya sudah tidak sanggup membaca lembar selanjutnya. Semuanya sudah jelas kalau Salwa istrinya sangat sabar menghadapi sikapnya yang sangat keterlaluan padanya.
Satya keluar dari kamar Salwa dan mengambil kunci mobil nya. Satya akan pergi ke rumah Vano adiknya.
Satya melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi. Sesekali Satya melirik ke samping dimana buku Salwa Dia simpan di kursi penumpang.
"Maafkan aku Salwa.... Maafkan aku" Satya memukul mukulkan kepalanya ke stir.
Sampai sampai Satya tidak melihat jalanan di depan nya. Hampir saja Dia menabrak penyebarang jalan yang melintas di depan mobilnya. Untung saja Satya segera menginjak rem sehingga kepala nya membentur stir cukup keras hingga menyisakan memar di kening nya.
__ADS_1
Satya tidak peduli dengan memar di kening nya. Satya kembali melajukan mobil nya menuju rumah Vano.
Sesampai nya di rumah Vano, Satya langsung lari dan masuk ke rumah Vano tanpa permisi.
Vano dan keluarga nya sedang duduk di suang keluarga. Disana juga ada Siska dan Reno yang sengaja mengajak main anak nya.
"Loh Bang lo kenapa?" tanya Vano kaget saat melihat Satya datang tergesa gesa dan panampilan nya yang kacau.
"Apa Salwa ada disini?" tanya Satya setelah duduk berhadapan dengan mereka
"Apa maksud lo Bang? Salwa tidak ada disini" kata Vano mengerutkan keningnya bingung.
"Mbak tolong bawa anak anak ke kamar dulu ya" kata Alisya kepada pengasuh Felisya.
Pengasuh nya pun hanya mengangguk dan langsung menuntun Felisay dan menggendong Resi anaknya Siska.
"Apa yang sebenarnya terjadi Kak?" tanya Alisya penasaran
Semuanya memandang ke arah Satya dengan tatapan penuh tanda tanya dan bingung.
"Gue salah... Gue ngaku gue salah" Satya memukul mukul kepalanya dengan kepalan tangan nya
"Apa maksud lo Bang? Jelasin sama kita" kata Vano bingung
"Iya Sat, lo kenapa?" tanya Reno yang ikutan bingung
Satya menghela nafas berat nya. Satya pun menceritakan semuanya. Bagaimana Dia memperlakukan Salwa dan sampai Satya mengusirnya dengan tuduhan selingkuh. Satya juga menceritakan tentang Bella yang sudah Dia ketahui kebusukan nya.
__ADS_1
Siska dan Alisya sudah meneteskan air mata mendengar cerita Satya. Mereka merasa bersalah karna telah memaksa Salwa menikah dengan Satya. Awalnya mereka berharap Satya akan menerima Salwa dan akan melupakan Bella si cewe matre dan licik itu. Mereka tak menyangka kejadian nya akan seperti ini. Sekarang mereka bingung harus mencari Salwa kemana.