
Besok pagi nya Riza terbangun pas adzan subuh. Riza segera masuk ke kmar mandi.
Riza sudah selesai mandi dan shalat subuh. Hari ini adalah hari weekend jadi Riza tidak ke kampus. Riza teringan Rachel yang semalam menginap di rumah nya dan Riza pun langsung keluar kamar untuk melihat apa Rachel sudah bangun atau belum.
Ternyata Rachel sudah berada di dapur bersama Salwa. Mereka sedang menyiapkan sarapan.
"Eh kamu sudah bangun Za"kata Salwa saat melihta Riza sudah duduk di kursi meja makan
"Sudah Bun" jawab Riza seklias melirik Rachel yang masih asyik dengan wajan di depan nya
'Dia bisa masak juga ternyata' Riza
"Za kamu panggil Seno sana, ko Dia belum keluar kamar sama sekali" kata Salwa
Riza mengangguk dan berjalan ke arah kamar Seno. Riza mengetuk kamar Seno berkali kali tapi tidak ada jawaban sama sekali.
"Pasti masih tidur nih anak" gumam Riza yang langsung masuk ke dalam kamar Seno
"Sen" teriak Riza
Riza tidak menemukan Seno di tempat tidur nya dan Riza pun berjalan ke kamar mandi tapi disana juga tidak ada Seno. Riza mulai panik sambil terus teriak memanggil nama Seno.
Riza melirik ke arah tempat tidur dan terlihat ada secarik kertas yang di lipat rapi disana. Riza pun langsung mengambil kertas itu dan membukanya.
Untuk semua keluargaku tersayang I Love You So Much
Ayah, Bunda, Riza dan Tania.
Aku tidak bisa menyembunyikan rasa kecewaku pada kenyataan ini.
Tahukah kalian aku sangat bahagia berada di keluarga ini. Tapi kini aku harus menerima kenyataan kalau aku bukanlah anggota keluarga kalian.
Aku tidak membenci kalian, tidak sama sekali. Aku hanya butuh waktu untuk sendiri. Maafkan jika selama ini Seno selalu membuat kalian kesal.
Tunggulah aku pulang, aku akan kembali setelah fikiran ku tenang.
^^^By : Arseno Bramarta^^^
Riza melipat kembali kertas itu dan langsung berlari keluar untuk menemui yang lain nya.
"Ada apa Za? Seno mana?" tanya Salwa
"Bunda, Seno pergi Bunda" kata Riza
"Apa maksudmu Za?" tanya Satya tidak mengerti
"Ini" Riza memberikan surat yang dari Seno
__ADS_1
Satya pun mengambilnya dan membaca surat itu bersama dengan Salwa dan Tania.
"Bang Seno" Tania menutup mulutnya dengan kedua tangan nya dengan mata berkaca kaca
Brukk
Salwa terlalu kaget dan langsung jatuh pingsan untung saja segera di tahan oleh suaminya.
"Bundaaaa" teriak Tania menangis
"Sayang bangun hey" Satya panik
"Kita bawa ke sofa dulu Yah" kata Riza sambil membantu ayahnya untuk mengangkat tubuh Salwa menuju sofa
Salwa di baringkan di sofa, Rachel segera mengambil minyak angin dari kamar Tania.
"Beri ini Om" Rachel menyerahkan minyak angin itu pada Satya
"Sayang bangun hey, jangan buat aku panik" Satya mengoleskan minyak angin di sekitar hidung dan kepalanya
Tak lama kemudian Salwa mengerjapkan matanya.
"Seno" kata Salwa lirih
"Sayang kamu tenang dulu ya, Seno akan baik baik saja. Tadi kamu kan baca sendiri suratnya. Seno hanya butuh waktu sendiri " kata Satya
Salwa mencoba bangun dan di bantu oleh Satya.
"Iya kalian benar, Seno memang butuh waktu untuk sendiri. Semoga Dia cepat kembali ke rumah ini" kata Salwa
"Iya sayang, aku juga akan menyuruh anak buahku buat cari tahu dimana Seno" kata Satya mencium kening istrinya
Setelah sarapan Satya kembali ke ruang kerjanya. Satya menelpon seseorang untuk mencari tahu tentang keberadaan Seno.
Tak lama kemudian sebuah email masuk ke laptopnya dan Satya pun langsung membukanya. Dia tersenyum saat sudah mendapat apa yang Dia mau. Satya pun menelpon seseorang kepercayaan nya.
"Hallo Tuan"
"Hallo Jhoni cepat kau urus pertemuan ku dengan Sandi"
"Sandi CEO dari MHN corp maksud Tuan?"
"Iya, Dia sekarang ada di Indonesia "
"Baik Tuan"
......................
__ADS_1
Satya sedang menunggu Sandi di salah satu restoran miliknya sesuai dengan perintah Jhoni. Tak lama kemudian orang yang di tunggu pun datang juga dengan senyum merekahnya.
"Ada apa kau ingin bertemu denganku" Sandi menggeser kursi dan duduk di sana tepat di depan Satya
"Ini" Satya menyerahkan kertas pada Sandi
Sandi mengerutkan keningnya "Apa ini?"
"Bukalah" kata Satya dingin
Sandi pun membukanya dan membaca nya dengan serius sampai Dia kembali melipat kertas itu dan menatap Satya dengan penuh tanda tanya.
"Apa Seno..." Sandi tidak bisa melanjutkan ucapan nya lagi
"Seperti yang kau baca dari surat itu. Seno pergi dari rumah dan itu semua gara gara kau. Jika saja kau tidak datang kemarin mungkin Seno tidak akan pergi dan sekarang kita tidak tahu Dia ada dimana" kata Satya dingin
Sandi terdiam dengan segala perasaan nya yang sudah campur aduk.
"Maafkan aku Satya" lirih Sandi sambil menundukan kepalanya
Satya menatap Sandi dengan penuh tanda tanya. Kenapa tiba tiba Dia minta maaf padanya.
"Maaf untuk segala yang pernah aku lakukan kepadamu. Percayalah aku juga salah satu korban mulut manis seorang Bella" jelas Sandi menatap Satya dan mengusap ujung matanya yang sudah beair
"Apa maksudmu?" tanya Satya datar
Sandi pun menceritakan semuanya pada Satya tanpa ada yang Dia lewatkan sedikit pun termasuk tentang Dia yang kabur dari rumah nya karna tidak mau di jodohkan.
Satya kini mengerti kenapa Sandi tidak mencari Seno selama ini. Semuanya karna kebohongan yang Bella lakukan.
"Kenapa kau tidak jujur saja kemarin. Jadikan Seno gak pergi dari rumah" kata Satya menepuk pundak Sandi
"Aku hanya takut kau akan menertawakan ku karna kau tahu kalau aku juga telah di tipu oleh Bella" kata Sandi
"Hahahaha" Satya tertawa terbahak bahak
"Kenapa kau tertawa?" tanya Sandi bingung
"Bukan nya tadi kau ingin aku tertawa" kata Satya santai
"Sialan kau"
Mereka pun akhirnya tertawa bersama seperti sahabat yang sudah lama akrab.
Yeayy dimana keberadaan Seno ya? Di sanalah Seno akan bertemu jodoh nya.
Rachel Maharani
__ADS_1