Ketulusan Cinta Salwa

Ketulusan Cinta Salwa
Part 22


__ADS_3

Satya dan yang lain nya masih berkumpul di ruang keluarga rumah nya Vano. Reno dan Vano pun sempat emosi saat mendengar cerita Satya. Untung saja istri istri mereka segera menenangkan para suaminya itu.


"Terus sekarang apa yang bakal lo lakuin? Apa lo bakal ceraikan Salwa setelah Dia lahirin anak lo?" tanya Reno yang berfikiran bahwa Satya akan menceraikan Salwa


Satya secepat mungkin mengelengkan kepala nya. Dia tidak akan menceraikan Salwa. Mungkin dulu Satya berfikir akan menceraikan Salwa. Tapi setelah Dia tahu kenyataan nya Satya tidak lagi mau menceraikan Salwa.


"Gue gak akan menceraikan Salwa " kata Satya tegas


"Lo jangan egois dong Bang. Lo udah nyakitin Dia selama ini. Lo harus lepasin Salwa biarkan Dia bahagia" kata Vano kesal


"Gue bakal berubah Van. Gue nyesel karna selama ini udah menyia nyiakan Salwa. Gue janji Van gue bakal tebus semua kesalahan gue dengan buat Salwa dan anak gue bahagia" kata Satya


"Gue gak percaya sama omongan lo Bang. Gimana kalau nanti sarang tawon datang lagi sama lo terus Dia sujud sujud minta maaf sama lo kaya dulu lagi. Lo pasti maafin dan percaya lagi sama Dia. Iya kan? Lo kan gampang banget dibodohin sama sarang tawon" kata Vano panjang lebar


Satya hanya diam, Dia kalah telak kali ini. Satya tahu kebodohan nya dulu yang percaya begitu saja setelah apa yang di lakukan Bella padanya. Tapi sekarang Satya benar benar menyesal, Satya tidak akan melakukan hal bodoh lagi.


"Gue mohon Van jangan ungkit itu lagi. Gue nyesel Van. Sekarang gue minta kalian bantuin gue cari Salwa" kata Satya lirih tenaga nya sudah habis untuk terus memikirkan kesalahan nya dan penyesalan nya pada Salwa.


"Apa kaka benar benar akan berubah?" tanya Alisya


"Iya. Gue beneran akan berubah. Gue nyesel" jawab Satya mengangguk


"Kalau gitu kita akan kasih kaka kesempatan lagi buat buktikan semua ucapan kaka. Tapi jika suatu saat kaka kembali menyakiti Salwa maka kita sendiri yang akan membawa Salwa dari kaka" jelas Siska dengan penuh penekan dan ancaman


Satya mendongak kan kepalanya yang sedari tadi menunduk. Satya seolah mendapat secercah harapan saat mendengar ucapan Siska itu.


"Terimakasih Sis. Gue janji bakal bahagiain Salwa" kata Satya semangat

__ADS_1


"Kita pegang janji lo Bang" kata Vano


Satya mengangguk semangat


"Sekarang apa yang akan lo lakukan?" tanya Reno


"Gue harus cari informasi dulu tentang Salwa. Gue harus tahu dimana Salwa tinggal sekarang" kata Satya


"Kenapa kaka gak ke rumah sakit aja" kata Alisya memberi usul


"Rumah Sakit?" tanya Satya mengerutkan kening nya tidak mengerti


"Apa lo gak tau kalau adiknya Salwa masih koma dan dirawat di rumah sakit. Itulah alasan Salwa dulu membutuhkan uang 70 juta itu untuk biaya operasi adiknya yang kecelakaan" jelas Reno


Deg


***Dasar Wanita murahan


Wanita penggila uang


Tidak tahu malu, tidak tahu diri***


Semua kata kata kejinya pada Salwa kembali hadir di ingatan nya. Betapa bodohnya Satya sampai tidak memastikan dulu semuanya. Satya benar benar menyesal dengan semua yang telah dilakukan nya pada Salwa.


"Dimana adiknya Salwa dirawat?" tanya Satya setelah sadar dari lamunan nya


"Di rumah sakit Marquez hospital" jawab Reno

__ADS_1


"Bukan nya itu rumah sakit keluarga si Gio ya?" tanya Satya lagi


"Iya dan gue dengar Gio udah balik ke Indonesia tapi Dia belum ada kabar sama kita" jawab Reno


"Oke, kalau gitu gue bakal kesana sekarang" Satya berdiri dari duduk nya


"Gak usah sekarang Sat udah melem banget. Lo bisa kesana besok pagi" Reno mencegah Satya yang akan pergi


"Iya Bang lo mendingan nginep aja disini" kata Vano


"Ya udah gue kesana nya besok aja" kata Satya


......................


Pagi ini Salwa akan mengunjungi adiknya Syaida. Perasaan nya sudah harap harap cemas dengan keadaan adiknya. Salwa hanya punya waktu satu bulan lagi untuk menunggu Syaida sadar.


Salwa sudah berada di depan pintu ruangan adiknya dirawat. Salwa mengerutkan keningnya ketika melihat dokter dan beberapa perawat masuk ke ruangan adiknya dengan tergesa gesa.


"Ada apa Suster?" tanya Salwa menahan salah satu suster


"Pasien anfal dan harus segera di tangani" kata Suster yang segera masuk


Salwa hanya terduduk lemas di bangku tunggu. Perasaan nya khawatir mendengar ucapan dokter. Salwa hanya bisa berdoa dan menangis. Dokter Gio sedang ada urusan di luar negeri, jadi Salwa tidak tahu harus minta tolong pada siapa.


Satu jam sudah dokter dan para perawat berada di dalam ruangan Syaida. Salwa masih menunggu dengan harap harap cemas. Sesekali Dia mengelus perutnya yang mulai terasa sakit lagi. Salwa menahan nya dan mencoba kuat menahan sakitnya.


Satya memegang dada nya yang terasa sesak saat melihat Salwa diam sendiri di rumah sakit dengan perut yang sudah membuncit. Tanpa ada seorang suami disamping nya. Satya tetap bersembunyi di balik tembok dengan air mata yang sudah berlinang di pipi nya. Satya masih mengawasi gerak gerik Salwa dari sana.

__ADS_1


__ADS_2