Ketulusan Cinta Salwa

Ketulusan Cinta Salwa
Part 20


__ADS_3

5 Bulan Kemudian


Kehamilan Salwa kini sudah menginjak usia 6 bulan. Salwa bekerja membantu Ibu Ratna di toko nya. Sebenarnya Ibu Ratna sudah melarang karna melihat Salwa yang sedang hamil besar. Tapi Salwa tetap memaksa nya dan meyakinkan kalau Dia baik baik saja. Akhirnya Ibu Ratna pun mengizinkan nya.


Doni anak bungsu Ibu Ratna pun sedang berlibur disini. Karna kuliah nya sedang libur panjang maka Dia memilih tinggal disini. Doni sangat menyayangi Salwa sebagaimana Dia menyayangi kaka nya sendiri. Bahkan pernah suatu hari Salwa meminta di carikan mangga muda di malam hari dan Doni tanpa mengeluh langsung mencarikan nya.


Doni benar benar melindungi Salwa. Bahkan untuk periksa kandungan pun Doni ikut menemani. Banyak orang yang mengira kalau Salwa menikah dengan Doni yang umurnya jauh di bawah Salwa. Tapi Salwa maupun Doni tak pernah menghiraukan gosip gosip orang sekitarnya.


Hanya satu yang Doni dan Ibu Ratna tidak tahu yaitu keadaan penyakit yang di derita Salwa. Setiap Doni mengantar nya periksa ke bidan Salwa selalu memberi tahu pada bidan nya agar tidak mengungkit masalah penyakitnya jika Dia datang bersama Doni. Bidan itu pun mengerti karna Dia juga tahu kalau Doni bukan lah suami Salwa.


Salwa terbaring di tempat tidurnya. Salwa kembali pindah ke kamar kosan yang dulu ditempati nya bersama Syaida. Ketika Doni datang Salwa langsung meminta pindah dengan alasan jarak rumah Ibu Ratna dan kosan Salwa pun tidak jauh dan mereka pasti bisa mengunjungi Salwa kapanpun.


Salwa menatap langit langit kamar kos nya dengan mata berkaca kaca. Jujur saja selama 5 bulan ini Salwa sangat merindukan kehadiran seorang suami di sisi nya. Apalagi keadaan nya yang sekarang sedang hamil. Salwa juga perempuan yang ingin merasakan di manja saat kehamilan nya. Salwa sering merasa sedih saat melihat para ibu hamil yang di antar suaminya ketika Dia periksa kandungan.


Salwa juga memikirkan keadaan adiknya Syaida. Jika tidak ada dokter Gio yang memberikan perawatan gratis pada Syaida mungkin saat ini Syaida sudah tiada. Tapi berkat dokter Gio yang ternyata pewaris rumah sakit terbesar di kota A itu sangat baik mau menolong Syaida.


Salwa hanya memiliki waktu satu bulan lagi untuk menunggu Syaida sadar dari koma nya. Jika sampai Syaida tidak sadarkan diri setelah satu bulan terakhir ini. Maka Salwa harus bersiap menyiapkan uang untuk operasi kedua adiknya itu. Salwa tidak mau terus terusan merepotkan dokter Gio.


Salwa memejamkan matanya saat rasa sakit dikepalanya kembali terasa. Darah kental telah mengalir dari lubang hidung nya. Salwa membersihkan darah itu dengan berurai air mata. Jujur saja Dia sangat takut jika tidak bisa bertahan demi anak nya.

__ADS_1


Semenjak kehamilan nya bukan hanya rasa sakit di kepala saja yang Dia rasakan. Perut nya pun sering merasakan sakit yang teramat. Salwa tahu jika kondisi tubuhnya sudah sangat lemah. Terlihat dari tubuhnya yang semakin kurus dan lemah, Salwa juga merasa gampang lelah dan sudah sering Salwa pingsan tanpa sepengetahuan orang lain.


....................


Ditempat lain Satya sedang mengendarai mobil sport mewah miliknya. Satya hari ini berniat pergi ke apartemen Bella untuk memberi kejutan di hari jadian nya.


Satya berjalan menuju apartemen Bella. Satya segera memencet pin apartemen yang memang Dia sudah tahu karna Satya lah yang membelikan apartemen ini untuk Bella.


Satya masuk dan mencari cari sosok kekasih nya itu. Tapi Satya tidak menemukan nya, Satya berjalan ke arah kamar Bella yang pintu nya sedikit terbuka. Saat Satya akan masuk tiba tiba langkah nya terhenti ketika mendengar suara seorang pria di dalam kamar.


"Honey kapan kamu akan menikah sama si. Satya bodoh itu?" tanya Sandi pada Bella


Deg


Satya merasa jantung nya seakan berhenti berdetak mendengar ucapan Bella barusan. Fikiran nya blank seketika.


"Hahaha. Iya kamu benar honey" Sandi tertawa bahagia


"Apa kamu sudah urus Bapak nya si wanita murahan itu?" tanya Bella

__ADS_1


"Kamu tenang aja sayang. Aku sudah urus semuanya dan aku udah pastikan Dia gak akan berani buka mulut tentang kebohongan kita pada siapapun" kata Sandi santai


"Bagus. Untung saja kita gerak cepat sehingga dapat menemukan Bapak nya yang mata duitan itu" jawab Bella


"Iya semua yang kita rencanakan berhasil. Sekarang tinggal satu lagi kita jebak Satya biar Dia mau mengakui anak kita ini dan pastikan anak kita akan mendapat warisan dari hartanya " kata Sandi lagi


Brakk


Satya menendang pintu kamar Bella dengan sangat keras sehingga membuat yang ada didalam nya terlonjak kaget.


Prok Prok Prok


Satya bertepuk tangan dengan wajah dingin nya.


"Hebat sekali kalian bisa merencanakan semua itu dengan sangat matang. Tapi sayang rencana kalian selanjutnya tidak akan terjadi" kata Satya sinis


"Sa...Sayang dengerin aku du...lu" kata Bella gugup


"Cukup Bella. Mulai saat ini kita putus dan lo pergi dari apartemen gue ini. " kata Satya tegas dan langsung pergi meninggalkan Bella dan Sandi yang sedang dilanda kepanikan.

__ADS_1


__ADS_2